<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polemik Lisensi Pelatih Djadjang Nurdjaman</title><description>Lisensi kepelatihan Djadjang 'Djanur' Nurdjaman menjadi persoalan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/08/10/49/1459704/polemik-lisensi-pelatih-djadjang-nurdjaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/08/10/49/1459704/polemik-lisensi-pelatih-djadjang-nurdjaman"/><item><title>Polemik Lisensi Pelatih Djadjang Nurdjaman</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/08/10/49/1459704/polemik-lisensi-pelatih-djadjang-nurdjaman</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/08/10/49/1459704/polemik-lisensi-pelatih-djadjang-nurdjaman</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2016 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/10/49/1459704/polemik-lisensi-pelatih-djadjang-nurdjaman-EfEYfCc9MP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Djajang Nurdjaman ( Foto: Heru Haryono/Okezone )</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/10/49/1459704/polemik-lisensi-pelatih-djadjang-nurdjaman-EfEYfCc9MP.jpg</image><title>Djajang Nurdjaman ( Foto: Heru Haryono/Okezone )</title></images><description>BANDUNG - Lisensi kepelatihan Djadjang 'Djanur' Nurdjaman menjadi persoalan. Djanur yang berlisensi B AFC tidak sejalan dengan regulasi PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai operator Indonesia Soccer Championship (ISC).

Sesuai regulasi, pelatih klub di ISC A harusnya memiliki lisensi A AFC. Dengan begitu, Djanur jelas tidak memenuhi syarat untuk menukangi Persib Bandung maupun klub ISC A lainnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pun meminta peraturan yang ada ditaati. Ia meminta GTS objektif dalam menilai persoalan tersebut.

Saat ini, tercatat ada tiga pelatih yang tidak memiliki lisensi A AFC tapi menjadi pelatih klub ISC A. Selain Djanur, ada nama Suharto AD (PS TNI) dan Jan Saragih (Persija Jakarta). Ketiga pelatih itu merupakan pelatih yang menggantikan masing-masing pelatih sebelumnya.

Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Zainuri Hasyim mengatakan saat ini pihaknya masih memikirkan persoalan Djanur yang tidak memiliki lisensi A AFC.

&quot;Masalah aturan dari Menpora seperti itu, kita pikirkan lagi. Ini kan bukan Persib saja yang pelatihnya mengundurkan diri. Ada tim lain yang kondisinya sama kayak Pak Djadjang (tidak memiliki lisensi A AFC),&quot; ujar Zainuri, Selasa (9/8/2016).

Berkaca dari pengalaman saat Persib bermain di AFC Cup, lisensi Djanur sebagai pelatih juga tidak sesuai regulasi. Di AFC Cup, pelatih klub peserta harus mengantongi minimal lisensi A AFC. Rekam jejak Djanur yang berhasil membawa Persib juara ISL 2014 tidak berarti apa-apa tanpa adanya lisensi A AFC.

Cara aneh ditempuh Persib saat itu dengan mendatangkan Emral Abus yang memiliki lisensi A AFC. Saat itu, Emral diplot dengan status sebagai pelatih Persib di ajang AFC Cup. Tapi ia hanya bertugas saat Persib bermain di AFC Cup. Dibalik itu, Djanur tetap jadi aktor utama dibelakang layar Persib.

Hal serupa kemungkinan akan dilakukan Persib jika regulasi di ISC A harus benar-benar diterapkan. Persib kemungkinan akan kembali mendatangkan pelatih berlisensi A AFC dengan status formalitas.

&quot;Iya, ada kemungkinan seperti di AFC Cup juga bisa. Tapi tidak harus dia (Emral Abus). Yang lain juga bisa. Kita nanti bicarakan dulu,&quot; ucap Zainuri.</description><content:encoded>BANDUNG - Lisensi kepelatihan Djadjang 'Djanur' Nurdjaman menjadi persoalan. Djanur yang berlisensi B AFC tidak sejalan dengan regulasi PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai operator Indonesia Soccer Championship (ISC).

Sesuai regulasi, pelatih klub di ISC A harusnya memiliki lisensi A AFC. Dengan begitu, Djanur jelas tidak memenuhi syarat untuk menukangi Persib Bandung maupun klub ISC A lainnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pun meminta peraturan yang ada ditaati. Ia meminta GTS objektif dalam menilai persoalan tersebut.

Saat ini, tercatat ada tiga pelatih yang tidak memiliki lisensi A AFC tapi menjadi pelatih klub ISC A. Selain Djanur, ada nama Suharto AD (PS TNI) dan Jan Saragih (Persija Jakarta). Ketiga pelatih itu merupakan pelatih yang menggantikan masing-masing pelatih sebelumnya.

Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Zainuri Hasyim mengatakan saat ini pihaknya masih memikirkan persoalan Djanur yang tidak memiliki lisensi A AFC.

&quot;Masalah aturan dari Menpora seperti itu, kita pikirkan lagi. Ini kan bukan Persib saja yang pelatihnya mengundurkan diri. Ada tim lain yang kondisinya sama kayak Pak Djadjang (tidak memiliki lisensi A AFC),&quot; ujar Zainuri, Selasa (9/8/2016).

Berkaca dari pengalaman saat Persib bermain di AFC Cup, lisensi Djanur sebagai pelatih juga tidak sesuai regulasi. Di AFC Cup, pelatih klub peserta harus mengantongi minimal lisensi A AFC. Rekam jejak Djanur yang berhasil membawa Persib juara ISL 2014 tidak berarti apa-apa tanpa adanya lisensi A AFC.

Cara aneh ditempuh Persib saat itu dengan mendatangkan Emral Abus yang memiliki lisensi A AFC. Saat itu, Emral diplot dengan status sebagai pelatih Persib di ajang AFC Cup. Tapi ia hanya bertugas saat Persib bermain di AFC Cup. Dibalik itu, Djanur tetap jadi aktor utama dibelakang layar Persib.

Hal serupa kemungkinan akan dilakukan Persib jika regulasi di ISC A harus benar-benar diterapkan. Persib kemungkinan akan kembali mendatangkan pelatih berlisensi A AFC dengan status formalitas.

&quot;Iya, ada kemungkinan seperti di AFC Cup juga bisa. Tapi tidak harus dia (Emral Abus). Yang lain juga bisa. Kita nanti bicarakan dulu,&quot; ucap Zainuri.</content:encoded></item></channel></rss>
