<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gagal di Piala Eropa 2016, Courtois Kritik Habis sang Pelatih</title><description>Courtois kritik habis taktik pelatih Belgia di Piala Eropa 2016.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/07/03/3/1431654/gagal-di-piala-eropa-2016-courtois-kritik-habis-sang-pelatih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/07/03/3/1431654/gagal-di-piala-eropa-2016-courtois-kritik-habis-sang-pelatih"/><item><title>Gagal di Piala Eropa 2016, Courtois Kritik Habis sang Pelatih</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/07/03/3/1431654/gagal-di-piala-eropa-2016-courtois-kritik-habis-sang-pelatih</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/07/03/3/1431654/gagal-di-piala-eropa-2016-courtois-kritik-habis-sang-pelatih</guid><pubDate>Minggu 03 Juli 2016 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/03/3/1431654/gagal-di-piala-eropa-2016-courtois-kritik-habis-sang-pelatih-gdOO438aP4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Thibaut Courtois (Foto: REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/03/3/1431654/gagal-di-piala-eropa-2016-courtois-kritik-habis-sang-pelatih-gdOO438aP4.jpg</image><title>Thibaut Courtois (Foto: REUTERS)</title></images><description>LILLE &amp;ndash; Kiprah Timnas Belgia di gelaran Piala Eropa 2016 memang sudah resmi berakhir. Skuad berjuluk Red Devils itu harus puas hanya mampu mencapai babak perempatfinal Piala Eropa 2016 usai takluk 1-3 dari Wales.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy itu, Belgia sejatinya unggul lebih dahulu via gol dari Radja Nainggolan. Namun gol-gol dari Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes memastikan kemenangan Wales dari Belgia.
Kekalahaan tersebut pun nampaknya sangat memukul perasaan dari penjaga gawang andalan Belgia, Thibaut Courtois. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Courtois secara tak langsung menyindir strategi yang diterapkan oleh pelatihnya, yakni Marc Wilmots.
&amp;ldquo;Saya mengarahkan jari saya untuk menunjukkan letak di mana bola seharusnya diarahkan, selepas pertandingan. Sebab, saya merasa bahwa kami harus bermain cerdas di laga itu,&amp;rdquo; ucap Courtois, seperti disadur dari ESPN FC, Minggu (3/7/2016).
&amp;ldquo;Kami masih muda dan kami masih akan bermain bersama dalam beberapa tahun yang akan datang. Namun sangat mengecewakan karena kami punya peluang emas untuk bermain di final,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Saya piki kami sejatinya punya perencanaan yang bagus, tapi hanya untuk 20 hingga 25 menit pertama. Setelahnya kami bermain terlalu dalam. Mungkin kami khawatir pada ruang kosong yang terlihat,&amp;rdquo; tuntas pemain Chelsea tersebut.</description><content:encoded>LILLE &amp;ndash; Kiprah Timnas Belgia di gelaran Piala Eropa 2016 memang sudah resmi berakhir. Skuad berjuluk Red Devils itu harus puas hanya mampu mencapai babak perempatfinal Piala Eropa 2016 usai takluk 1-3 dari Wales.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy itu, Belgia sejatinya unggul lebih dahulu via gol dari Radja Nainggolan. Namun gol-gol dari Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes memastikan kemenangan Wales dari Belgia.
Kekalahaan tersebut pun nampaknya sangat memukul perasaan dari penjaga gawang andalan Belgia, Thibaut Courtois. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Courtois secara tak langsung menyindir strategi yang diterapkan oleh pelatihnya, yakni Marc Wilmots.
&amp;ldquo;Saya mengarahkan jari saya untuk menunjukkan letak di mana bola seharusnya diarahkan, selepas pertandingan. Sebab, saya merasa bahwa kami harus bermain cerdas di laga itu,&amp;rdquo; ucap Courtois, seperti disadur dari ESPN FC, Minggu (3/7/2016).
&amp;ldquo;Kami masih muda dan kami masih akan bermain bersama dalam beberapa tahun yang akan datang. Namun sangat mengecewakan karena kami punya peluang emas untuk bermain di final,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Saya piki kami sejatinya punya perencanaan yang bagus, tapi hanya untuk 20 hingga 25 menit pertama. Setelahnya kami bermain terlalu dalam. Mungkin kami khawatir pada ruang kosong yang terlihat,&amp;rdquo; tuntas pemain Chelsea tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
