<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wilmots Beberkan Faktor yang Membuat Belgia Gagal di Piala Eropa 2016</title><description>Ini penyebab kegagalan Belgia berprestasi di Piala Eropa 2016</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/07/03/3/1431616/wilmots-beberkan-faktor-yang-membuat-belgia-gagal-di-piala-eropa-2016</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/07/03/3/1431616/wilmots-beberkan-faktor-yang-membuat-belgia-gagal-di-piala-eropa-2016"/><item><title>Wilmots Beberkan Faktor yang Membuat Belgia Gagal di Piala Eropa 2016</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/07/03/3/1431616/wilmots-beberkan-faktor-yang-membuat-belgia-gagal-di-piala-eropa-2016</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/07/03/3/1431616/wilmots-beberkan-faktor-yang-membuat-belgia-gagal-di-piala-eropa-2016</guid><pubDate>Minggu 03 Juli 2016 04:25 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/03/3/1431616/wilmots-beberkan-faktor-yang-membuat-belgia-gagal-di-piala-eropa-2016-iM8LffZchh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pemain Timnas Belgia (Foto: REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/03/3/1431616/wilmots-beberkan-faktor-yang-membuat-belgia-gagal-di-piala-eropa-2016-iM8LffZchh.jpg</image><title>Para pemain Timnas Belgia (Foto: REUTERS)</title></images><description>LILLE &amp;ndash; Kiprah Timnas Belgia di gelaran Piala Eropa 2016 memang sudah resmi berakhir. Skuad berjuluk Red Devils itu harus puas hanya mampu mencapai babak perempatfinal Piala Eropa 2016 usai takluk 1-3 dari Wales.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy itu, Belgia sejatinya unggul lebih dahulu via gol dari Radja Nainggolan. Namun gol-gol dari Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes memastikan kemenangan Wales dari Belgia.
Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari pelatih Belgia, Marc Wilmots. Ia menilai bahwa krisis pemain bertahan yang dialami Belgia menjadi faktor yang sangat menentukan atas kegagalan anak arahannya berprestasi di Piala Eropa 2016.
&amp;ldquo;Kami mempunyai strategi bagus, kami mendominasi, kami memiliki 25 menit awal yang cemerlang, tapi entah dari mana kami mundur 15 meter ke belakang. Namun Saya bukan pesulap. Anda tak bisa begitu saja menggantikan pengalaman dan pertahanan saya memiliki rata-rata usia 23 tahun,&amp;rdquo; ucap Wilmots, seperti dikutip ESPN FC, Minggu (3/7/2016).
&amp;ldquo;Saya tak bisa menyalahkan para pemain, tapi mereka harus menjadi mesin yang terlumasi dengan baik. Kami harus mengganti 50 persen lini belakang kami, saya bisa memahami kami kebobolan dari bola-bola mati,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Mungkin itu karena rasa takut, karena mereka muda. Saya tidak tahu. Akan tetapi saya yang memimpin tim dan itulah yang terbaik saya menurut saya kami punyai,&amp;rdquo; tuntas pelatih berusia 47 tahun tersebut.</description><content:encoded>LILLE &amp;ndash; Kiprah Timnas Belgia di gelaran Piala Eropa 2016 memang sudah resmi berakhir. Skuad berjuluk Red Devils itu harus puas hanya mampu mencapai babak perempatfinal Piala Eropa 2016 usai takluk 1-3 dari Wales.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy itu, Belgia sejatinya unggul lebih dahulu via gol dari Radja Nainggolan. Namun gol-gol dari Ashley Williams, Hal Robson-Kanu, dan Sam Vokes memastikan kemenangan Wales dari Belgia.
Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari pelatih Belgia, Marc Wilmots. Ia menilai bahwa krisis pemain bertahan yang dialami Belgia menjadi faktor yang sangat menentukan atas kegagalan anak arahannya berprestasi di Piala Eropa 2016.
&amp;ldquo;Kami mempunyai strategi bagus, kami mendominasi, kami memiliki 25 menit awal yang cemerlang, tapi entah dari mana kami mundur 15 meter ke belakang. Namun Saya bukan pesulap. Anda tak bisa begitu saja menggantikan pengalaman dan pertahanan saya memiliki rata-rata usia 23 tahun,&amp;rdquo; ucap Wilmots, seperti dikutip ESPN FC, Minggu (3/7/2016).
&amp;ldquo;Saya tak bisa menyalahkan para pemain, tapi mereka harus menjadi mesin yang terlumasi dengan baik. Kami harus mengganti 50 persen lini belakang kami, saya bisa memahami kami kebobolan dari bola-bola mati,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Mungkin itu karena rasa takut, karena mereka muda. Saya tidak tahu. Akan tetapi saya yang memimpin tim dan itulah yang terbaik saya menurut saya kami punyai,&amp;rdquo; tuntas pelatih berusia 47 tahun tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
