<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Allegri Komentari Tersingkirnya Barca dari Liga Champions</title><description>Barca terkena kutukan juara bertahan Liga Champions.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/04/17/261/1364849/allegri-komentari-tersingkirnya-barca-dari-liga-champions</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/04/17/261/1364849/allegri-komentari-tersingkirnya-barca-dari-liga-champions"/><item><title>Allegri Komentari Tersingkirnya Barca dari Liga Champions</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/04/17/261/1364849/allegri-komentari-tersingkirnya-barca-dari-liga-champions</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/04/17/261/1364849/allegri-komentari-tersingkirnya-barca-dari-liga-champions</guid><pubDate>Minggu 17 April 2016 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/04/17/261/1364849/allegri-komentari-tersingkirnya-barca-dari-liga-champions-9Tua53YGTU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menurut Allegri, Barca terkena kutukan Liga Champions. (Foto: AFP/Giuseppe Cacace)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/04/17/261/1364849/allegri-komentari-tersingkirnya-barca-dari-liga-champions-9Tua53YGTU.jpg</image><title>Menurut Allegri, Barca terkena kutukan Liga Champions. (Foto: AFP/Giuseppe Cacace)</title></images><description>TURIN &amp;ndash; Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengomentari kekalahan yang diterima Barcelona dari Atletico Madrid di arena Liga Champions. Allegri menilai, kekalahan tersebut sudah menggambarkan betapa sulitnya mempertahankan gelar juara kompetisi antarklub Eropa paling prestisius tersebut.

Semenjak Piala Champions berganti format menjadi Liga Champions pada 1992-1993, tak pernah ada tim yang mampu menjadi juara di dua musim beruntun. Paling bagus, pencapaian sang juara bertahan ialah menembus babak final.

Hal itu pernah dirasakan Juventus, AC Milan dan Manchester United. Keberhasilan di musim sebelumnya gagal diulangi ketiga klub tersebut. Terakhir kali klub yang mampu juara dua musim beruntun ialah Milan.

Setelah menjadi kampiun pada 1988-1989, Rossoneri kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar setahun berselang. Namun, gelar beruntun itu diraih ketika nama kompetisi masih Piala Champions.

&amp;ldquo;Tidak ada klub yang dapat mempertahankan gelar sejak terakhir kali Milan ketika masih bernama Piala Champions. Karena itu, target Juve di Liga Champions adalah menampilkan permainan terbaik,&amp;rdquo; jelas Allegri mengutip dari Football Italia, Minggu (17/4/2016).</description><content:encoded>TURIN &amp;ndash; Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengomentari kekalahan yang diterima Barcelona dari Atletico Madrid di arena Liga Champions. Allegri menilai, kekalahan tersebut sudah menggambarkan betapa sulitnya mempertahankan gelar juara kompetisi antarklub Eropa paling prestisius tersebut.

Semenjak Piala Champions berganti format menjadi Liga Champions pada 1992-1993, tak pernah ada tim yang mampu menjadi juara di dua musim beruntun. Paling bagus, pencapaian sang juara bertahan ialah menembus babak final.

Hal itu pernah dirasakan Juventus, AC Milan dan Manchester United. Keberhasilan di musim sebelumnya gagal diulangi ketiga klub tersebut. Terakhir kali klub yang mampu juara dua musim beruntun ialah Milan.

Setelah menjadi kampiun pada 1988-1989, Rossoneri kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar setahun berselang. Namun, gelar beruntun itu diraih ketika nama kompetisi masih Piala Champions.

&amp;ldquo;Tidak ada klub yang dapat mempertahankan gelar sejak terakhir kali Milan ketika masih bernama Piala Champions. Karena itu, target Juve di Liga Champions adalah menampilkan permainan terbaik,&amp;rdquo; jelas Allegri mengutip dari Football Italia, Minggu (17/4/2016).</content:encoded></item></channel></rss>
