<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjalanan Panjang Karier Sepakbola Johan Cruyff</title><description>Legenda sepakbola Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff telah berpulang dengan tenang di rumahnya, Kamis (24/3/2016).</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/03/24/51/1345270/perjalanan-panjang-karier-sepakbola-johan-cruyff</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/03/24/51/1345270/perjalanan-panjang-karier-sepakbola-johan-cruyff"/><item><title>Perjalanan Panjang Karier Sepakbola Johan Cruyff</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/03/24/51/1345270/perjalanan-panjang-karier-sepakbola-johan-cruyff</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/03/24/51/1345270/perjalanan-panjang-karier-sepakbola-johan-cruyff</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2016 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Wahyutomo </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/24/51/1345270/perjalanan-panjang-karier-sepakbola-johan-cruyff-FrlbnebyEa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Johan Cruyff (Foto: situs Johan Cruyff)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/24/51/1345270/perjalanan-panjang-karier-sepakbola-johan-cruyff-FrlbnebyEa.jpg</image><title>Johan Cruyff (Foto: situs Johan Cruyff)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Legenda sepakbola Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff telah berpulang dengan tenang di rumahnya, Kamis (24/3/2016). Cruyff memang sudah lama menderita penyakit kanker. Ia bahkan sempat beberapa kali mengalami masa kritis. Saat itu ia beruntung karena masih mendapat kesempatan untuk hidup.
Nampaknya pengaruh buruk dari kebiasaan merokok benar-benar menjadi penyebab penyakit yang ia derita. Meski sempat berhenti, namun hal tersebut tampaknya sudah terlambat. Mantan pemain Ajax tersebut meninggal ditemani oleh keluarganya di Barcelona.
&amp;ldquo;Pada 24 Maret 2016, Johan Cruyff meninggal di usia 68 tahun dengan tenang di Barcelona. Ia dikelilingi keluarganya setelah bertarung keras dengan kanker. Dengan rasa kesedihan, kami meminta anda untuk menghargai privasi keluarga,&amp;rdquo; tulis situs resmi Johan Cruyff, Kamis (24/3/2016).
Hendrik Johannes Cruyff mengawali kariernya di akademi Ajax Amsterdam pada 1957 sampai dengan 1963. Setelah tu ia berhasil merangkak ke tim senior pada 1964. Di tim senior, dirinya bermain selama 10 musim dan mencetak 190 gol.
Bersama dengan Ajax pada periode tersebut, Cruyff berhasil mempersembahkan enam gelar Eredivisie dan empat gelar KNVB Cup. Tak hanya itu, Cruyff juga berhasil membawa Ajax menjuarai tiga kali European Cup dan sekali UEFA Super Cup.Setelah sukses bersama Ajax pada musim 1972-1973, Cruyff memutuskan  untuk memulai kariernya di La Liga bersama Barcelona. Musim pertamanya  berlangsung mulus karena ia langsung membawa Barcelona menjuarai La Liga  musim 1973-1974. Namun masa baktinya di Barcelona tidak terlalu lama  karena ia hanya menghabiskan lima musim.
Sebagai pemain, Johan Cruyff menjadi sosok yang mengambil peran cukup  besar dalam terciptnya sepakbola modern. Ia menjadi pemain sepakbola  yang cerdas di lapangan dan memiliki teknik yang baik dalam menguasai  lapangan.
Kariernya bersama dengan Timnas Belanda memang tidak terlalu baik.  Prestasi terbesarnya di ajang Piala Dunia hanya membawa Belanda mencapai  final pada Piala Dunia 1974. Saat itu Belanda harus mengakui  ketangguhan  Jerman Barat.
Setelah pensiun dari dunia sepakbola, mantan pemain Feynord dan  Levante tersebut mencoba menjadi pelatih. Ia mengawali kariernya bersama  dengan Ajax dan kemudian melatih Barcelona selama delapan musim sejak  1988.
Sebagai pelatih, dirinya telah mengoleksi empat gelar La Liga, satu  gelar Copa del Rey, satu gelar UEFA Super Cup, dan satu gelar UEFA  Champions League. Sementara selama menjadi pemain, dirinya pernah  mendapat gelar Ballon d&amp;rsquo;Or sebanyak tiga kali.</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Legenda sepakbola Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff telah berpulang dengan tenang di rumahnya, Kamis (24/3/2016). Cruyff memang sudah lama menderita penyakit kanker. Ia bahkan sempat beberapa kali mengalami masa kritis. Saat itu ia beruntung karena masih mendapat kesempatan untuk hidup.
Nampaknya pengaruh buruk dari kebiasaan merokok benar-benar menjadi penyebab penyakit yang ia derita. Meski sempat berhenti, namun hal tersebut tampaknya sudah terlambat. Mantan pemain Ajax tersebut meninggal ditemani oleh keluarganya di Barcelona.
&amp;ldquo;Pada 24 Maret 2016, Johan Cruyff meninggal di usia 68 tahun dengan tenang di Barcelona. Ia dikelilingi keluarganya setelah bertarung keras dengan kanker. Dengan rasa kesedihan, kami meminta anda untuk menghargai privasi keluarga,&amp;rdquo; tulis situs resmi Johan Cruyff, Kamis (24/3/2016).
Hendrik Johannes Cruyff mengawali kariernya di akademi Ajax Amsterdam pada 1957 sampai dengan 1963. Setelah tu ia berhasil merangkak ke tim senior pada 1964. Di tim senior, dirinya bermain selama 10 musim dan mencetak 190 gol.
Bersama dengan Ajax pada periode tersebut, Cruyff berhasil mempersembahkan enam gelar Eredivisie dan empat gelar KNVB Cup. Tak hanya itu, Cruyff juga berhasil membawa Ajax menjuarai tiga kali European Cup dan sekali UEFA Super Cup.Setelah sukses bersama Ajax pada musim 1972-1973, Cruyff memutuskan  untuk memulai kariernya di La Liga bersama Barcelona. Musim pertamanya  berlangsung mulus karena ia langsung membawa Barcelona menjuarai La Liga  musim 1973-1974. Namun masa baktinya di Barcelona tidak terlalu lama  karena ia hanya menghabiskan lima musim.
Sebagai pemain, Johan Cruyff menjadi sosok yang mengambil peran cukup  besar dalam terciptnya sepakbola modern. Ia menjadi pemain sepakbola  yang cerdas di lapangan dan memiliki teknik yang baik dalam menguasai  lapangan.
Kariernya bersama dengan Timnas Belanda memang tidak terlalu baik.  Prestasi terbesarnya di ajang Piala Dunia hanya membawa Belanda mencapai  final pada Piala Dunia 1974. Saat itu Belanda harus mengakui  ketangguhan  Jerman Barat.
Setelah pensiun dari dunia sepakbola, mantan pemain Feynord dan  Levante tersebut mencoba menjadi pelatih. Ia mengawali kariernya bersama  dengan Ajax dan kemudian melatih Barcelona selama delapan musim sejak  1988.
Sebagai pelatih, dirinya telah mengoleksi empat gelar La Liga, satu  gelar Copa del Rey, satu gelar UEFA Super Cup, dan satu gelar UEFA  Champions League. Sementara selama menjadi pemain, dirinya pernah  mendapat gelar Ballon d&amp;rsquo;Or sebanyak tiga kali.</content:encoded></item></channel></rss>
