<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menpora &amp; PSSI Jangan Salah Kaprah!</title><description>Menteri Pemuda dan Olahraga  (Menpora) Imam Nahrawi dan PSSI masih terjebak dalam situasi panas yang  tak berujung.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/03/13/49/1334518/menpora-pssi-jangan-salah-kaprah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/03/13/49/1334518/menpora-pssi-jangan-salah-kaprah"/><item><title>Menpora &amp; PSSI Jangan Salah Kaprah!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/03/13/49/1334518/menpora-pssi-jangan-salah-kaprah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/03/13/49/1334518/menpora-pssi-jangan-salah-kaprah</guid><pubDate>Minggu 13 Maret 2016 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/13/49/1334518/menpora-pssi-jangan-salah-kaprah-YAWd9Vel21.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/13/49/1334518/menpora-pssi-jangan-salah-kaprah-YAWd9Vel21.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Kisruh sepakbola nasional belum berakhir. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan PSSI masih terjebak dalam situasi panas yang tak berujung. Bahkan rencana pencabutan pembekuan PSSI pun masih menjadi angan-angan banyak pihak.
Hal itu disesalkan pengurus SSB UNI Kota Bandung Oce Permana. Kedua pihak menurutnya merupakan orang-orang pintar. Tapi permasalahan yang ada tak mampu diselesaikan dengan pemikiran jernih.
&quot;Selama setahun sepakbola kita tidak berjalan normal. Ini jadi kendala buat kita semua,&quot; kata Oce, Sabtu 12 Maret 2016.
Bukan hanya pemain dan unsur tim yang merasakan dampak, di luar itu ada banyak pihak yang jadi korban dari perselisihan yang ada.&amp;nbsp;
&quot;Semua sekarang serba kebingunan. Mulai dari pemain, pelatih, termasuk komunitas sepakbola seperti penjual jersey, pedagang makanan, dan lain-lain itu banyak yang kehilangan mata pencaharian,&quot; ungkapnya.
Bahkan dari segi pembinaan, apa yang dilakukan SSB pun tidak berjalan normal. Pemain yang sudah dibina dan siap bermain di level profesional justru banyak yang harus menanggalkan impiannya.
Itu karena tidak adanya kompetisi. Padahal, para pemain muda hasil pembinaan SSB di Indonesia punya kans direkrut klub jika kompetisi berjalan normal. Bukan hanya di kasta teratas, pemain muda bisa tersalurkan ke klub Divisi Utama dan kasta di bawahnya.
&quot;Sekarang pembinaan pemain jadi tidak jelas ujung pangkalnya mau ke mana,&quot; cetus Oce yang juga Manajer Futsal Kota Bandung.
Ia pun tak berhenti berharap agar kisruh yang ada segera berakhir. Masing-masing pihak diharapkan memiliki hati dan pikiran yang jernih demi kemajuan sepakbola nasional.
&quot;Jangan salah kaprah juga, karena selama ini (Menpora dan PSSI) sama-sama keras. Itu tidak menyelesaikan masalah,&quot; tegas Oce.</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Kisruh sepakbola nasional belum berakhir. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan PSSI masih terjebak dalam situasi panas yang tak berujung. Bahkan rencana pencabutan pembekuan PSSI pun masih menjadi angan-angan banyak pihak.
Hal itu disesalkan pengurus SSB UNI Kota Bandung Oce Permana. Kedua pihak menurutnya merupakan orang-orang pintar. Tapi permasalahan yang ada tak mampu diselesaikan dengan pemikiran jernih.
&quot;Selama setahun sepakbola kita tidak berjalan normal. Ini jadi kendala buat kita semua,&quot; kata Oce, Sabtu 12 Maret 2016.
Bukan hanya pemain dan unsur tim yang merasakan dampak, di luar itu ada banyak pihak yang jadi korban dari perselisihan yang ada.&amp;nbsp;
&quot;Semua sekarang serba kebingunan. Mulai dari pemain, pelatih, termasuk komunitas sepakbola seperti penjual jersey, pedagang makanan, dan lain-lain itu banyak yang kehilangan mata pencaharian,&quot; ungkapnya.
Bahkan dari segi pembinaan, apa yang dilakukan SSB pun tidak berjalan normal. Pemain yang sudah dibina dan siap bermain di level profesional justru banyak yang harus menanggalkan impiannya.
Itu karena tidak adanya kompetisi. Padahal, para pemain muda hasil pembinaan SSB di Indonesia punya kans direkrut klub jika kompetisi berjalan normal. Bukan hanya di kasta teratas, pemain muda bisa tersalurkan ke klub Divisi Utama dan kasta di bawahnya.
&quot;Sekarang pembinaan pemain jadi tidak jelas ujung pangkalnya mau ke mana,&quot; cetus Oce yang juga Manajer Futsal Kota Bandung.
Ia pun tak berhenti berharap agar kisruh yang ada segera berakhir. Masing-masing pihak diharapkan memiliki hati dan pikiran yang jernih demi kemajuan sepakbola nasional.
&quot;Jangan salah kaprah juga, karena selama ini (Menpora dan PSSI) sama-sama keras. Itu tidak menyelesaikan masalah,&quot; tegas Oce.</content:encoded></item></channel></rss>
