<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mimpi Buruk Menghantui Sepakbola Indonesia</title><description>Nasib sepakbola Indonesia berpacu dengan waktu.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/02/26/51/1321789/mimpi-buruk-menghantui-sepakbola-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/02/26/51/1321789/mimpi-buruk-menghantui-sepakbola-indonesia"/><item><title>Mimpi Buruk Menghantui Sepakbola Indonesia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/02/26/51/1321789/mimpi-buruk-menghantui-sepakbola-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/02/26/51/1321789/mimpi-buruk-menghantui-sepakbola-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 26 Februari 2016 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/26/51/1321789/mimpi-buruk-menghantui-sepakbola-indonesia-csgWV7qDvk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menpora Imam Nahrawi dituding membuat nasib sepakbola Indonesia kian terancam(Foto: ANTARA/Izaac Mulyawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/26/51/1321789/mimpi-buruk-menghantui-sepakbola-indonesia-csgWV7qDvk.jpg</image><title>Menpora Imam Nahrawi dituding membuat nasib sepakbola Indonesia kian terancam(Foto: ANTARA/Izaac Mulyawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nasib kelanjutan sepakbola Indonesia kembali berada di ujung tanduk saat ini. Sebab belum ada tanda-tanda dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi untuk berencana mencabut pembekuan status PSSI.
Padahal pada Rabu 23 Febuari 2016, seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta sepakbola sempat merasa bahagia setelah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta Menpora mencabut status pembekuan PSSI yang sudah terjadi dalam kurun waktu 10 bulan terakhir.
Akan tetapi Menpora melalui juru bicaranya, Gatot S. Dewa Broto membantah hal tersebut, dan bahkan menilai bahwa apa yang diucapkan oleh Ketua Tim Ad-Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar itu merupakan pernyataan palsu.
Dengan nasib sepakbola Indonesia yang sedang dikejar waktu untuk menentukan masa depannya, Roy Suryo pun memberikan sedikit komentar. Ia mewanti-wanti kepada pemerintah akan ada mimpi buruk yang akan menimpa Indonesia jikalau status pembekuan PSSI belum juga dicabut.
&amp;ldquo;Dengan masih adanya pembekuan status PSSI yang dilakukan oleh Menpora, maka sudah sangat jelas seperti apa nasib sepakbola Indonesia ke depannya. Sebab pada Jumat pagi (waktu Zurich) FIFA bakal meminta kejelasan Ketum La Nyalla Mattalitti terkait pembekuan PSSI dari Menpora,&amp;rdquo; ujar Roy Suryo saat dihubungi OKEZONE, Jumat (26/2/2016).
&amp;ldquo;Apabila hingga jam 9 pagi waktu Zurich PSSI masih belum bisa memberikan surat pencabutan pembekuan PSSI, maka nasib sepakbola Indonesia pun kian terancam. Selain itu kelangsungan Asian Games pun juga terancam penyelenggaraannya,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Pasalnya pada Agustus besok, perwakilan OCA bakal mengunjungi Indonesia untuk memantau kesiapan kita menyelenggarakan Asian Games. Apabila mereka tahu bahwa PSSI masih dibekukan, maka bisa dipastikan cabor sepakbola tak akan dipertandingkan di Asian Games dan itu akan membuat sebagian besar negara konstestan berpikir ulang untuk keikutsertaan mereka,&amp;rdquo; tuntas kader Partai Demokrat tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nasib kelanjutan sepakbola Indonesia kembali berada di ujung tanduk saat ini. Sebab belum ada tanda-tanda dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi untuk berencana mencabut pembekuan status PSSI.
Padahal pada Rabu 23 Febuari 2016, seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta sepakbola sempat merasa bahagia setelah Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta Menpora mencabut status pembekuan PSSI yang sudah terjadi dalam kurun waktu 10 bulan terakhir.
Akan tetapi Menpora melalui juru bicaranya, Gatot S. Dewa Broto membantah hal tersebut, dan bahkan menilai bahwa apa yang diucapkan oleh Ketua Tim Ad-Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar itu merupakan pernyataan palsu.
Dengan nasib sepakbola Indonesia yang sedang dikejar waktu untuk menentukan masa depannya, Roy Suryo pun memberikan sedikit komentar. Ia mewanti-wanti kepada pemerintah akan ada mimpi buruk yang akan menimpa Indonesia jikalau status pembekuan PSSI belum juga dicabut.
&amp;ldquo;Dengan masih adanya pembekuan status PSSI yang dilakukan oleh Menpora, maka sudah sangat jelas seperti apa nasib sepakbola Indonesia ke depannya. Sebab pada Jumat pagi (waktu Zurich) FIFA bakal meminta kejelasan Ketum La Nyalla Mattalitti terkait pembekuan PSSI dari Menpora,&amp;rdquo; ujar Roy Suryo saat dihubungi OKEZONE, Jumat (26/2/2016).
&amp;ldquo;Apabila hingga jam 9 pagi waktu Zurich PSSI masih belum bisa memberikan surat pencabutan pembekuan PSSI, maka nasib sepakbola Indonesia pun kian terancam. Selain itu kelangsungan Asian Games pun juga terancam penyelenggaraannya,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;ldquo;Pasalnya pada Agustus besok, perwakilan OCA bakal mengunjungi Indonesia untuk memantau kesiapan kita menyelenggarakan Asian Games. Apabila mereka tahu bahwa PSSI masih dibekukan, maka bisa dipastikan cabor sepakbola tak akan dipertandingkan di Asian Games dan itu akan membuat sebagian besar negara konstestan berpikir ulang untuk keikutsertaan mereka,&amp;rdquo; tuntas kader Partai Demokrat tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
