<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sempurna, Arema Pertahankan Gelar BIC</title><description>Arema Cronus akhirnya sukses mempertahankan gelar juara Bali Island Cup (BIC) dengan catatan sempurna.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/02/23/49/1319542/sempurna-arema-pertahankan-gelar-bic</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/02/23/49/1319542/sempurna-arema-pertahankan-gelar-bic"/><item><title>Sempurna, Arema Pertahankan Gelar BIC</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/02/23/49/1319542/sempurna-arema-pertahankan-gelar-bic</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/02/23/49/1319542/sempurna-arema-pertahankan-gelar-bic</guid><pubDate>Selasa 23 Februari 2016 19:37 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/23/49/1319542/sempurna-arema-pertahankan-gelar-bic-TMmZfwQ0kM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arema menang 1-0 dari Persib Bandung di Bali Island Cup 2016 (Foto: Wearemania.net)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/23/49/1319542/sempurna-arema-pertahankan-gelar-bic-TMmZfwQ0kM.jpg</image><title>Arema menang 1-0 dari Persib Bandung di Bali Island Cup 2016 (Foto: Wearemania.net)</title></images><description>BALI - Arema Cronus akhirnya sukses mempertahankan gelar juara Bali Island Cup (BIC) dengan catatan sempurna. Pada laga pamungkas, Selasa (23/2/2016) petang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Arema sukses menjungkalkan Persib Bandung dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan Arema ditentukan sepakan jarak pendek Srdjan Lopicic pada menit 12'. Dengan hasil ini, Arema meraup poin sempurna alias 9 angka karena selalu memenangkan tiga pertandingan yang dilakoni. Catatan ini lebih baik dibanding turnamen edisi sebelumnya.
Srdjan Lopicic memiliki peran yang sangat menonjol di laga tersebut. Selain menciptakan gol, dia juga membuka peluang, membantu penyerangan, bahkan turun membantu pertahanan dan melakukan beberapa tackling penting untuk menghadang pemain Persib.
Persib Bandung sejatinya mengawali laga dengan meyakinkan dan percaya diri dalam penguasaan bola. Membangun serangan dari bawah, melakukan kombinasi lewat sayap dan tengah, permainan anak asuh Dejan Antonic terlihat rapi walau belum mampu mengancam gawang Arema.
Namun permainan ofensif Persib tidak dibarengi dengan pertahanan yang antisipatif. Menit 12', Persib harus menelan gol pertama lewat Srdjan Lopicic yang memanfaatkan bola rebound tandukan Cristian Gonzales. Peluang pertama Arema yang langsung berbuah gol.
Tak seperti dua laga sebelumnya, Singo Edan tidak mengobral serangan di laga ini. Pemain Arema lebih berdiri di belakang bola, membiarkan pemain Persib bermain-main, sambil menunggu momentum yang baik untuk melakukan serangan balik. Tak lupa memberikan pressing keras pada pemain Persib.
Peluang terbaik kedua Arema baru terjadi pada menit 22' ketika sepakan lurus Raphael Maitimo membuat kiper Persib Made Wirawan terbang untuk membuat penyelamatan. Sampai di sini, pemain Arema mulai meningkatkan intensitas tekanan.
Persib sendiri mengalami problem besar di sektor penyerangan. Dua pemain sayap yakni David Laly dan Atep yang seharusnya menjadi poros serangan, macet total dan tak memberikan kontribusi berarti. Serangan lewat tengah pun semakin jarang terlihat.
Maung Bandung mencoba lebih sabar setelah water break pertama. Tapi kesempatan yang diperoleh hanyalah dari bola mati dan tidak benar-benar menjadi sebuah peluang potensial. Secara keseluruhan, Arema memang lebih pantas unggul di babak pertama walau sama-sama minim peluang.
Para interval kedua, Persib berupaya tampil positif dan melakukan  perkenalan lewat sepakan Tony Sucipto menit 49'. Sayang peluang terbaik  yang dimiliki Maung Bandung hanya menghajar mistar gawang dan membuat  kiper Arema Kadek Wardana hanya terpana. Progres bagus ditunjukkan  Persib.
Menit 56' ganti Arema yang membombardir gawang Made Wardana dengan  peluang ganda. Tandukan Cristian Gonzales digagalkan aksi Hermawan,  sedangkan bola rebound yang ditendang Srdjan Lopicic dihalau Agung  Pribadi di garis gawang.
Hingga water break kedua, permainan berjalan imbang dan bola lebih  banyak berkutat di lapangan tengah. Tekanan yang dilakukan Arema maupun  Persib sama-sama sulit memasuki kotak enambelas lawan, kendati Persib  lebih banyak membuka kesempatan.
Persib terus menyerang pada 15 menit terakhir hingga pemain Arema  harus melakukan pendekatan fisik untuk menghentikan Samsul Arif dan kawan-kawan.  Solidnya pertahanan Arema dalam mengantisipasi setiap tekanan membuat  Persib tak pernah memecah kebuntuan.
Susunan Pemain:
Arema Cronus: Kadek Wardana (gk), Hasim Kipuw/Antoni Putro, Kiko  Insa, Hamka Hamzah, Johan Alfarizie; Raphael Maitimo, Hendro Siswanto;  Srdjan Lopicic, Dendi Santoso/Benny W, Esteban Vizcarra; Cristian  Gonzales.  Persib Bandung: Made Wirawan (gk), Dias  Angga/Agung, Hermawan, Vladimir Vujovic, Toni Sucipto; Hariono, Kim  Jeffrey K/Krasic, Rahmad Hidayat/Taufik; Atep/Rudiyana, David  Laly/Samsul, Tantan/Kayame.</description><content:encoded>BALI - Arema Cronus akhirnya sukses mempertahankan gelar juara Bali Island Cup (BIC) dengan catatan sempurna. Pada laga pamungkas, Selasa (23/2/2016) petang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Arema sukses menjungkalkan Persib Bandung dengan skor tipis 1-0.
Kemenangan Arema ditentukan sepakan jarak pendek Srdjan Lopicic pada menit 12'. Dengan hasil ini, Arema meraup poin sempurna alias 9 angka karena selalu memenangkan tiga pertandingan yang dilakoni. Catatan ini lebih baik dibanding turnamen edisi sebelumnya.
Srdjan Lopicic memiliki peran yang sangat menonjol di laga tersebut. Selain menciptakan gol, dia juga membuka peluang, membantu penyerangan, bahkan turun membantu pertahanan dan melakukan beberapa tackling penting untuk menghadang pemain Persib.
Persib Bandung sejatinya mengawali laga dengan meyakinkan dan percaya diri dalam penguasaan bola. Membangun serangan dari bawah, melakukan kombinasi lewat sayap dan tengah, permainan anak asuh Dejan Antonic terlihat rapi walau belum mampu mengancam gawang Arema.
Namun permainan ofensif Persib tidak dibarengi dengan pertahanan yang antisipatif. Menit 12', Persib harus menelan gol pertama lewat Srdjan Lopicic yang memanfaatkan bola rebound tandukan Cristian Gonzales. Peluang pertama Arema yang langsung berbuah gol.
Tak seperti dua laga sebelumnya, Singo Edan tidak mengobral serangan di laga ini. Pemain Arema lebih berdiri di belakang bola, membiarkan pemain Persib bermain-main, sambil menunggu momentum yang baik untuk melakukan serangan balik. Tak lupa memberikan pressing keras pada pemain Persib.
Peluang terbaik kedua Arema baru terjadi pada menit 22' ketika sepakan lurus Raphael Maitimo membuat kiper Persib Made Wirawan terbang untuk membuat penyelamatan. Sampai di sini, pemain Arema mulai meningkatkan intensitas tekanan.
Persib sendiri mengalami problem besar di sektor penyerangan. Dua pemain sayap yakni David Laly dan Atep yang seharusnya menjadi poros serangan, macet total dan tak memberikan kontribusi berarti. Serangan lewat tengah pun semakin jarang terlihat.
Maung Bandung mencoba lebih sabar setelah water break pertama. Tapi kesempatan yang diperoleh hanyalah dari bola mati dan tidak benar-benar menjadi sebuah peluang potensial. Secara keseluruhan, Arema memang lebih pantas unggul di babak pertama walau sama-sama minim peluang.
Para interval kedua, Persib berupaya tampil positif dan melakukan  perkenalan lewat sepakan Tony Sucipto menit 49'. Sayang peluang terbaik  yang dimiliki Maung Bandung hanya menghajar mistar gawang dan membuat  kiper Arema Kadek Wardana hanya terpana. Progres bagus ditunjukkan  Persib.
Menit 56' ganti Arema yang membombardir gawang Made Wardana dengan  peluang ganda. Tandukan Cristian Gonzales digagalkan aksi Hermawan,  sedangkan bola rebound yang ditendang Srdjan Lopicic dihalau Agung  Pribadi di garis gawang.
Hingga water break kedua, permainan berjalan imbang dan bola lebih  banyak berkutat di lapangan tengah. Tekanan yang dilakukan Arema maupun  Persib sama-sama sulit memasuki kotak enambelas lawan, kendati Persib  lebih banyak membuka kesempatan.
Persib terus menyerang pada 15 menit terakhir hingga pemain Arema  harus melakukan pendekatan fisik untuk menghentikan Samsul Arif dan kawan-kawan.  Solidnya pertahanan Arema dalam mengantisipasi setiap tekanan membuat  Persib tak pernah memecah kebuntuan.
Susunan Pemain:
Arema Cronus: Kadek Wardana (gk), Hasim Kipuw/Antoni Putro, Kiko  Insa, Hamka Hamzah, Johan Alfarizie; Raphael Maitimo, Hendro Siswanto;  Srdjan Lopicic, Dendi Santoso/Benny W, Esteban Vizcarra; Cristian  Gonzales.  Persib Bandung: Made Wirawan (gk), Dias  Angga/Agung, Hermawan, Vladimir Vujovic, Toni Sucipto; Hariono, Kim  Jeffrey K/Krasic, Rahmad Hidayat/Taufik; Atep/Rudiyana, David  Laly/Samsul, Tantan/Kayame.</content:encoded></item></channel></rss>
