<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turki Berpotensi Ulangi Sukses Euro 2008</title><description>Setelah absen di Euro 2012, Turki kembali ambil bagian di turnamen empat tahunan tersebut atau tepatnya di edisi 2016.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/02/01/3/1301662/turki-berpotensi-ulangi-sukses-euro-2008</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/02/01/3/1301662/turki-berpotensi-ulangi-sukses-euro-2008"/><item><title>Turki Berpotensi Ulangi Sukses Euro 2008</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/02/01/3/1301662/turki-berpotensi-ulangi-sukses-euro-2008</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/02/01/3/1301662/turki-berpotensi-ulangi-sukses-euro-2008</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2016 04:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/01/3/1301662/turki-berpotensi-ulangi-sukses-euro-2008-dFBD96SyeZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Turki siap menggebrak Euro 2016. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/01/3/1301662/turki-berpotensi-ulangi-sukses-euro-2008-dFBD96SyeZ.jpg</image><title>Turki siap menggebrak Euro 2016. (Foto: AFP)</title></images><description>SETELAH absen di Euro 2012, Turki kembali ambil bagian di turnamen empat tahunan tersebut atau tepatnya di edisi 2016. Ay-Y&amp;#305;ld&amp;#305;zl&amp;#305;lar &amp;ndash;julukan Turki&amp;ndash; tergabung di Grup D yang berisi negara-negara kuat seperti Spanyol, Republik Ceko dan Kroasia dalam gelaran yang berlangsung di Prancis pada 10 Juni hingga Juli.
Meski berada di grup neraka, peluang Turki melaju ke babak selanjutnya atau 16 besar terbuka lebar. Sebab negara yang berada di dua benua yakni Asia dan Eropa itu dihuni pemain-pemain atas Eropa sekelas Arda Turan, Hakan Calhanoglu dan Burak Yilmaz.
Jika pelatih Fatih Terim berhasil memanfaatkan kualitas pemainnnya, bukan tak mungkin negara yang menduduki peringkat tiga Piala Dunia 2002 dapat mengulangi prestasi pada 2008. Saat itu Turki yang juga dilatih Terim berhasil menembus semifinal.
Semih Senturk dan kawan-kawan berhasil menjadi runner-up Grup A di bawah Portugal, namun dengan koleksi poin yang sama yakni enam. Finis di posisi dua grup membuat Turki melaju ke perempatfinal. Pada babak delapan besar, Hamit Altintop dan kawan-kawan mengalahkan Kroasia lewat drama adu penalti dengan skor 3-1. Sebelumnya di waktu normal hingga perpanjangan waktu, skor imbang 1-1.
Langkah Turki terhenti di semifinal setelah kalah dengan skor 2-3 dari Jerman. Dengan materi pemain yang lebih mentereng, mengulangi pencapaian tersebut bukanlah hal yang sulit direalisasikan.</description><content:encoded>SETELAH absen di Euro 2012, Turki kembali ambil bagian di turnamen empat tahunan tersebut atau tepatnya di edisi 2016. Ay-Y&amp;#305;ld&amp;#305;zl&amp;#305;lar &amp;ndash;julukan Turki&amp;ndash; tergabung di Grup D yang berisi negara-negara kuat seperti Spanyol, Republik Ceko dan Kroasia dalam gelaran yang berlangsung di Prancis pada 10 Juni hingga Juli.
Meski berada di grup neraka, peluang Turki melaju ke babak selanjutnya atau 16 besar terbuka lebar. Sebab negara yang berada di dua benua yakni Asia dan Eropa itu dihuni pemain-pemain atas Eropa sekelas Arda Turan, Hakan Calhanoglu dan Burak Yilmaz.
Jika pelatih Fatih Terim berhasil memanfaatkan kualitas pemainnnya, bukan tak mungkin negara yang menduduki peringkat tiga Piala Dunia 2002 dapat mengulangi prestasi pada 2008. Saat itu Turki yang juga dilatih Terim berhasil menembus semifinal.
Semih Senturk dan kawan-kawan berhasil menjadi runner-up Grup A di bawah Portugal, namun dengan koleksi poin yang sama yakni enam. Finis di posisi dua grup membuat Turki melaju ke perempatfinal. Pada babak delapan besar, Hamit Altintop dan kawan-kawan mengalahkan Kroasia lewat drama adu penalti dengan skor 3-1. Sebelumnya di waktu normal hingga perpanjangan waktu, skor imbang 1-1.
Langkah Turki terhenti di semifinal setelah kalah dengan skor 2-3 dari Jerman. Dengan materi pemain yang lebih mentereng, mengulangi pencapaian tersebut bukanlah hal yang sulit direalisasikan.</content:encoded></item></channel></rss>
