<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mimpi Buruk si Entong</title><description>Kurnia Meiga harus dihantui mimpi buruk sejak kembali dari cedera.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/01/18/49/1290944/mimpi-buruk-si-entong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/01/18/49/1290944/mimpi-buruk-si-entong"/><item><title>Mimpi Buruk si Entong</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/01/18/49/1290944/mimpi-buruk-si-entong</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/01/18/49/1290944/mimpi-buruk-si-entong</guid><pubDate>Senin 18 Januari 2016 23:03 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/18/49/1290944/mimpi-buruk-si-entong-UCm9D2nHmP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cristian Gonzales cetak gol untuk Arema (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/18/49/1290944/mimpi-buruk-si-entong-UCm9D2nHmP.jpg</image><title>Cristian Gonzales cetak gol untuk Arema (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)</title></images><description>MALANG--Kiper utama Arema Cronus Kurnia Meiga harus dihantui mimpi buruk sejak kembali dari cedera. Dalam dua semifinal turnamen, Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, Kurnia Meiga-lah yang berdiri di bawah mistar gawang saat timnya tersingkir.
Saat Piala Presiden, Kurnia Meiga dipasang pada leg kedua kontra Sriwijaya FC di Stadion Manahan, Solo, dan dia kebobolan dua gol yang membuat Arema kalah agregat. Situasi ternyata terulang ketika Meiga secara mengejutkan menjadi starter di leg kedua semifinal PJS kontra Mitra Kukar.
Meiga yang sama sekali tidak bermain sepanjang PJS 2015 menggeser posisi Kadek Wardana. Keputusan memasang Meiga tak mendatangkan keuntungan karena dia selalu salah dalam menerka arah tendangan algojo-algojo Naga Mekes saat adu pinalti.
Sebenarnya Meiga sendiri bermain lumayan solid sepanjang 90 menit dan melakukan beberapa penyelamatan. Gol Mitra Kukar yang dicetak Arthur Rocha pun bukan kesalahan dia karena longgarnya pemain belakang Singo Edan dalam melakukan marking.Pelatih Kiper Arema Cronus Alan Haviludin mengatakan kondisi teknik  dan mental Kurnia Meiga sama bagusnya dengan Kadek Wardana hingga jelang  laga. Hanya saja, sama halnya seperti penendang, kiper juga butuh  keberuntungan dalam menebak arah tendangan lawan.
&quot;Tidak ada yang salah dengan pemilihan kiper. Meiga dan Kadek  sama-sama dalam kondisi terbaik. Kalau bicara adu tendangan pinalti,  maka sudah tidak mutlak teknis. Didukung faktor keberuntungan juga,  karena ada unsur tebakan dalam membaca arah tendangan,&quot; sebut Alan  Haviludin.
Melihat statistik, sebenarnya pemasangan Kurnia Meiga juga cukup  beralasan. Kadek Wardana yang selalu mendapat tempat utama sejak PJS  2015 bergulir, memgalami penurunan grafik jika parameternya adalah  jumlah gol yang menembus jala Singo Edan.
Dalam tiga penampilan, Kadek Wardana tak lagi mencatat clean sheet  dan kebobolan lima gol, yakni lawan Surabaya United (1 gol), Pusamania  Borneo FC (2 gol), serta leg pertama lawan Mitra Kukar (2 gol). Mungkin  itu menjadi salah satu latar belakang bagi pelatih untuk memainkan Meiga  di leg kedua semifinal.
Mimpi buruk ternyata kembali menghampiri pemain bersapa Entong  tersebut. Dia sama sekali tak mampu membendung tendangan Patrick Dos  Santos, Rodrigo Dos Santos dan Zulkifli Syukur. Satu sepakan Mitra via  Yanto Basna yang gagal pun bukan karena aksinya, tapi melebar ke sisi  gawang.</description><content:encoded>MALANG--Kiper utama Arema Cronus Kurnia Meiga harus dihantui mimpi buruk sejak kembali dari cedera. Dalam dua semifinal turnamen, Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, Kurnia Meiga-lah yang berdiri di bawah mistar gawang saat timnya tersingkir.
Saat Piala Presiden, Kurnia Meiga dipasang pada leg kedua kontra Sriwijaya FC di Stadion Manahan, Solo, dan dia kebobolan dua gol yang membuat Arema kalah agregat. Situasi ternyata terulang ketika Meiga secara mengejutkan menjadi starter di leg kedua semifinal PJS kontra Mitra Kukar.
Meiga yang sama sekali tidak bermain sepanjang PJS 2015 menggeser posisi Kadek Wardana. Keputusan memasang Meiga tak mendatangkan keuntungan karena dia selalu salah dalam menerka arah tendangan algojo-algojo Naga Mekes saat adu pinalti.
Sebenarnya Meiga sendiri bermain lumayan solid sepanjang 90 menit dan melakukan beberapa penyelamatan. Gol Mitra Kukar yang dicetak Arthur Rocha pun bukan kesalahan dia karena longgarnya pemain belakang Singo Edan dalam melakukan marking.Pelatih Kiper Arema Cronus Alan Haviludin mengatakan kondisi teknik  dan mental Kurnia Meiga sama bagusnya dengan Kadek Wardana hingga jelang  laga. Hanya saja, sama halnya seperti penendang, kiper juga butuh  keberuntungan dalam menebak arah tendangan lawan.
&quot;Tidak ada yang salah dengan pemilihan kiper. Meiga dan Kadek  sama-sama dalam kondisi terbaik. Kalau bicara adu tendangan pinalti,  maka sudah tidak mutlak teknis. Didukung faktor keberuntungan juga,  karena ada unsur tebakan dalam membaca arah tendangan,&quot; sebut Alan  Haviludin.
Melihat statistik, sebenarnya pemasangan Kurnia Meiga juga cukup  beralasan. Kadek Wardana yang selalu mendapat tempat utama sejak PJS  2015 bergulir, memgalami penurunan grafik jika parameternya adalah  jumlah gol yang menembus jala Singo Edan.
Dalam tiga penampilan, Kadek Wardana tak lagi mencatat clean sheet  dan kebobolan lima gol, yakni lawan Surabaya United (1 gol), Pusamania  Borneo FC (2 gol), serta leg pertama lawan Mitra Kukar (2 gol). Mungkin  itu menjadi salah satu latar belakang bagi pelatih untuk memainkan Meiga  di leg kedua semifinal.
Mimpi buruk ternyata kembali menghampiri pemain bersapa Entong  tersebut. Dia sama sekali tak mampu membendung tendangan Patrick Dos  Santos, Rodrigo Dos Santos dan Zulkifli Syukur. Satu sepakan Mitra via  Yanto Basna yang gagal pun bukan karena aksinya, tapi melebar ke sisi  gawang.</content:encoded></item></channel></rss>
