<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wenger Khawatirkan Peran Media Sosial di Sepakbola </title><description>Media sosial dinilai mampu menyalurkan ketidaksetujuan para fans kepada klub yang mereka dukung.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/01/16/45/1289842/wenger-khawatirkan-peran-media-sosial-di-sepakbola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/01/16/45/1289842/wenger-khawatirkan-peran-media-sosial-di-sepakbola"/><item><title>Wenger Khawatirkan Peran Media Sosial di Sepakbola </title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/01/16/45/1289842/wenger-khawatirkan-peran-media-sosial-di-sepakbola</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/01/16/45/1289842/wenger-khawatirkan-peran-media-sosial-di-sepakbola</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 23:04 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Wahyutomo </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/45/1289842/wenger-khawatirkan-peran-media-sosial-di-sepakbola-SOKLnY1H1q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arsene Wenger (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/45/1289842/wenger-khawatirkan-peran-media-sosial-di-sepakbola-SOKLnY1H1q.jpg</image><title>Arsene Wenger (Foto: AFP)</title></images><description>STOKE &amp;ndash; Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, akan menghadapi laga melawan Stoke City pada Minggu, 17 Januari 2016. Menjelang pertandingan tersebut, Wenger teringat dengan tragedi yang terjadi usai timnya mengalami kekalahan melawan Stoke.
Saat itu para pendukung Arsenal dengan kompak mengekspresikan kemarahan mereka di stasiun kereta saat pernajalan pulang kembali ke London. Menurut Wenger, ia sama sekali tidak merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh penggemarnya. Itu terjadi karena ia mengaku paham dengan apa yang dialami oleh para fans.
Selain itu ia juga membahas mengenai media sosial yang memiliki peran dalam menyatakan pendapat para fans terutama pendapat negatif usai tim mengalami kekalahan. Menurutnya media sosial membuat para fans lebih vokal jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
&amp;ldquo;Itu menjadi hal yang lumrah saat ini. Mungkin media sosial membuat opini orang semakin terdengar karena opini mereka mendapat persetujuan dari orang lain yang setuju kepada opininya,&amp;rdquo; ujar Wenger seperti diberitakan Goal, Sabtu (16/1/2016).
&amp;ldquo;Sebelumnya, semua opini jarang sekali terdengar secara langsung ke para pelaku sepakbola. Sementara saat ini semuanya berjalan begitu cepat karena kritikan selalu langsung menuju para pemain. Itu membuat menjadi tekanan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>STOKE &amp;ndash; Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, akan menghadapi laga melawan Stoke City pada Minggu, 17 Januari 2016. Menjelang pertandingan tersebut, Wenger teringat dengan tragedi yang terjadi usai timnya mengalami kekalahan melawan Stoke.
Saat itu para pendukung Arsenal dengan kompak mengekspresikan kemarahan mereka di stasiun kereta saat pernajalan pulang kembali ke London. Menurut Wenger, ia sama sekali tidak merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh penggemarnya. Itu terjadi karena ia mengaku paham dengan apa yang dialami oleh para fans.
Selain itu ia juga membahas mengenai media sosial yang memiliki peran dalam menyatakan pendapat para fans terutama pendapat negatif usai tim mengalami kekalahan. Menurutnya media sosial membuat para fans lebih vokal jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
&amp;ldquo;Itu menjadi hal yang lumrah saat ini. Mungkin media sosial membuat opini orang semakin terdengar karena opini mereka mendapat persetujuan dari orang lain yang setuju kepada opininya,&amp;rdquo; ujar Wenger seperti diberitakan Goal, Sabtu (16/1/2016).
&amp;ldquo;Sebelumnya, semua opini jarang sekali terdengar secara langsung ke para pelaku sepakbola. Sementara saat ini semuanya berjalan begitu cepat karena kritikan selalu langsung menuju para pemain. Itu membuat menjadi tekanan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
