<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketagihan Perkaya Pengalaman</title><description>Mendapat kesempatan bermain di PJS 2015  bersama Persegres Gresik United membuat Jefri Kurniawan semakin  ketagihan menimba pengalaman.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2015/12/11/49/1265555/ketagihan-perkaya-pengalaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2015/12/11/49/1265555/ketagihan-perkaya-pengalaman"/><item><title>Ketagihan Perkaya Pengalaman</title><link>https://bola.okezone.com/read/2015/12/11/49/1265555/ketagihan-perkaya-pengalaman</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2015/12/11/49/1265555/ketagihan-perkaya-pengalaman</guid><pubDate>Jum'at 11 Desember 2015 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/11/49/1265555/ketagihan-perkaya-pengalaman-wzMjS8FQ4x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jeffri Kurniawan ketagihan menimba ilmu bersama klub level ISL (Foto: Ari Bowo Sucipto/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/11/49/1265555/ketagihan-perkaya-pengalaman-wzMjS8FQ4x.jpg</image><title>Jeffri Kurniawan ketagihan menimba ilmu bersama klub level ISL (Foto: Ari Bowo Sucipto/Antara)</title></images><description>GRESIK - Mendapat kesempatan bermain di Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015 bersama Persegres Gresik United membuat Jefri Kurniawan semakin ketagihan menimba pengalaman. Sebagai pemain muda, keterlibatan di Persegres dinilai memberi input luar biasa bagi perkembangan kariernya.
Setelah menuntaskan tugas di Persegres, kini pemain terbaik Piala Kemerdekaan 2015 tersebut kembali berstatus sebagai pemain Persinga Ngawi, klub yang mengorbitkannya. Walau begitu, Jefri siap jika kembali menjalani laga di turnamen bersama di level ISL.
&quot;Kesempatan bermain di Persegres menjadi momen luar biasa bagi saya. Walau gagal di Piala Jenderal Sudirman, saya pribadi mendapatkan banyak pengalaman. Saya sangat berterima kasih kepada Persegres dan pelatih Widodo C Putro yang memberi kepercayaan begitu besar,&quot; ucap Jefri.
Dia mengaku bangga bisa berada satu tim dengan pemain senior seperti Bima Sakti, sekaligus menghadapi lawan berbobot di Malang sekelas Arema Cronus, Persija Jakarta dan Sriwijaya FC. Baginya kesempatan seperti itu layak dimanfaatkan sebaik mungkin.

Penampilan Jefri Kurniawan pun cukup menjanjikan selama dipercaya di  tim utama Laskar Jaka Samudra di beberapa laga. Momen terbaik dia adalah  ketika menciptakan gol fantastis via tendangan jarak jauh ke gawang  Persipasi Bandung Raya. Gol yang layak menjadi salah satu gol terbaik di  turnamen.
Kiprahnya juga tergolong memuaskan seukuran pemain muda dan baru  bergabung di Persegres. Dia sekilas menunjukkan kesiapannya bermain di  level yang lebih tinggi dan tak terlihat demam panggung walau berangkat  dengan status pemain level Divisi Utama bersama Persinga Ngawi.
Setelah masa baktinya di PJS tuntas, Jefri belum tahu apakah bakal  kembali diberi kepercayaan oleh Persegres di kesempatan berikutnya.
&quot;Saya tunggu saja apakah nanti ada kesempatan lagi. Yang jelas saya  masih terus berambisi menimba pengalaman sebanyak mungkin, terutama di  klub ISL,&quot; ujar dia.
Untuk mengisi kekosongan bertanding di sela agenda turnamen, pemain  berusia 23 tahun ini sudah terbiasa mengikuti kompetisi tarkam (antar  kampung). Dia pernah hampir tiap hari melakoni tarkam, yakni di  kota-kota di Jawa Timur seperti Malang, Surabaya dan beberapa kota lain.
&quot;Kalau memang belum ada tawaran turnamen lagi dalam waktu dekat, ya  terpaksa sementara ikut tarkam. Saya sudah terbiasa, seperti halnya  setelah Piala Kemerdekaan lalu. Lumayan daripada tidak ada kegiatan,  sekalian menjaga kondisi,&quot; demikian solusi pemain berposisi gelandang.
Sebagai pemain muda, Jefri menyadari dirinya belum apa-apa sebagai  pesepakbola profesional. Dia berharap kondisi persepakbolaan Indonesia  bakal secepatnya membaik agar perjalanan kariernya bisa normal dan tidak  hanya mengharapkan undangan tarkam.</description><content:encoded>GRESIK - Mendapat kesempatan bermain di Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015 bersama Persegres Gresik United membuat Jefri Kurniawan semakin ketagihan menimba pengalaman. Sebagai pemain muda, keterlibatan di Persegres dinilai memberi input luar biasa bagi perkembangan kariernya.
Setelah menuntaskan tugas di Persegres, kini pemain terbaik Piala Kemerdekaan 2015 tersebut kembali berstatus sebagai pemain Persinga Ngawi, klub yang mengorbitkannya. Walau begitu, Jefri siap jika kembali menjalani laga di turnamen bersama di level ISL.
&quot;Kesempatan bermain di Persegres menjadi momen luar biasa bagi saya. Walau gagal di Piala Jenderal Sudirman, saya pribadi mendapatkan banyak pengalaman. Saya sangat berterima kasih kepada Persegres dan pelatih Widodo C Putro yang memberi kepercayaan begitu besar,&quot; ucap Jefri.
Dia mengaku bangga bisa berada satu tim dengan pemain senior seperti Bima Sakti, sekaligus menghadapi lawan berbobot di Malang sekelas Arema Cronus, Persija Jakarta dan Sriwijaya FC. Baginya kesempatan seperti itu layak dimanfaatkan sebaik mungkin.

Penampilan Jefri Kurniawan pun cukup menjanjikan selama dipercaya di  tim utama Laskar Jaka Samudra di beberapa laga. Momen terbaik dia adalah  ketika menciptakan gol fantastis via tendangan jarak jauh ke gawang  Persipasi Bandung Raya. Gol yang layak menjadi salah satu gol terbaik di  turnamen.
Kiprahnya juga tergolong memuaskan seukuran pemain muda dan baru  bergabung di Persegres. Dia sekilas menunjukkan kesiapannya bermain di  level yang lebih tinggi dan tak terlihat demam panggung walau berangkat  dengan status pemain level Divisi Utama bersama Persinga Ngawi.
Setelah masa baktinya di PJS tuntas, Jefri belum tahu apakah bakal  kembali diberi kepercayaan oleh Persegres di kesempatan berikutnya.
&quot;Saya tunggu saja apakah nanti ada kesempatan lagi. Yang jelas saya  masih terus berambisi menimba pengalaman sebanyak mungkin, terutama di  klub ISL,&quot; ujar dia.
Untuk mengisi kekosongan bertanding di sela agenda turnamen, pemain  berusia 23 tahun ini sudah terbiasa mengikuti kompetisi tarkam (antar  kampung). Dia pernah hampir tiap hari melakoni tarkam, yakni di  kota-kota di Jawa Timur seperti Malang, Surabaya dan beberapa kota lain.
&quot;Kalau memang belum ada tawaran turnamen lagi dalam waktu dekat, ya  terpaksa sementara ikut tarkam. Saya sudah terbiasa, seperti halnya  setelah Piala Kemerdekaan lalu. Lumayan daripada tidak ada kegiatan,  sekalian menjaga kondisi,&quot; demikian solusi pemain berposisi gelandang.
Sebagai pemain muda, Jefri menyadari dirinya belum apa-apa sebagai  pesepakbola profesional. Dia berharap kondisi persepakbolaan Indonesia  bakal secepatnya membaik agar perjalanan kariernya bisa normal dan tidak  hanya mengharapkan undangan tarkam.</content:encoded></item></channel></rss>
