<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arema Kecewa dengan Hasil Imbang</title><description>Arema Cronus gagal mengalahkan Sriwijaya FC untuk kedua kalinya di Piala Presiden 2015.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2015/10/04/49/1225664/arema-kecewa-dengan-hasil-imbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2015/10/04/49/1225664/arema-kecewa-dengan-hasil-imbang"/><item><title>Arema Kecewa dengan Hasil Imbang</title><link>https://bola.okezone.com/read/2015/10/04/49/1225664/arema-kecewa-dengan-hasil-imbang</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2015/10/04/49/1225664/arema-kecewa-dengan-hasil-imbang</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2015 07:21 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/04/49/1225664/arema-kecewa-dengan-hasil-imbang-mBwwB0IPYi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arema kecewa hanya imbang kontra Sriwijaya (Foto: @AremaCronus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/04/49/1225664/arema-kecewa-dengan-hasil-imbang-mBwwB0IPYi.jpg</image><title>Arema kecewa hanya imbang kontra Sriwijaya (Foto: @AremaCronus)</title></images><description>
MALANG - Arema Cronus gagal mengalahkan Sriwijaya FC untuk kedua kalinya di Piala Presiden 2015. Bermain di hadapan 35.108 Aremania di Stadion Kanjuruhan, Sabtu 3 Oktober 2015 malam WIB, tim berjuluk Singo Edan harus puas dengan hasil 1-1 pada leg pertama babak semifinal.
Hasil imbang ini memperberat langkah Arema di leg kedua nanti, karena dituntut harus menang atau imbang dengan mencetak lebih dari satu gol. Kredit patut diberikan Sriwijaya FC yang sukses belajar dari kekalahan 3-1 di fase grup lalu dan hanya kecolongan satu gol dari belasan uoaya tuan rumah.
&quot;Imbang di kandang pada leg pertama jelas bukan hasil bagus bagi Arema. Seharusnya kami bisa melakukan lebih dari ini. Tapi sudah saya prediksi sebelumnya, Sriwijaya FC tidak akan sama lagi di pertandingan ini. Mereka bermain lebih rapat,&quot; tutur Pelatih Arema Cronus Joko Susilo.
Dia mengakui hasil imbang dan kebobolan di kandang membuat timnya harus bekerja keras di leg kedua nanti. &quot;Ini konsekuensi yang kami hadapi. Tidak mampu menang jelas menjadikan Arema akan bekerja lebih keras untuk lolos ke final,&quot; tambah dia.
Sekali lagi Joko tak habis pikir dengan cara bertahan timnya yang selalu kebobolan dalam enam laga Piala Presiden. &quot;Sangat sulit untuk menjelaskannya. Kami sudah berupaya yang terbaik dan ternyata masih juga kecolongan,&quot; jelas pelatih asal Cepu ini.
Sementara, pelatih Sriwijaya FC Benny Dolo memberikan apresiasi timnya yang bisa mencatat progres signifikan dalam lawatan keduanya ke Malang di Piala Presiden. Sejak awal dia menginstruksikan agar tak terlalu terbuka menghadapi Arema dan fokus tidak kebobolan.
&quot;Pada pertemuan terdahulu kami kurang bagus dalam bertahan dan sekarang kami perbaiki itu. Secara keseluruhan pemain cukup disiplin saya senang karena ada perkembangan dibanding sebelumnya. Kita lihat saja nanti bagaimana leg kedua,&quot; sebut Benny Dolo.
Benny tak tertarik menganalisa proses gol Arema yang sempat diprotes pemainya di lapangan. Dia hanya mengatakan timnya memberikan respons positif setelah tertinggal dan berhasil memanfaatkan peluang yang tidak banyak diperoleh sepanjang laga.
Walau disebut memiliki keuntungan di edisi kedua nanti, pelatih bersapa Bendol ini menganggap tak ada yang mudah ketika menghadapi Arema. &quot;Sama sekali belum aman atau mudah. Semua masih bisa terjadi dan tetap saja kami dituntut bermain sebaik mungkin,&quot; tandas Benny.
</description><content:encoded>
MALANG - Arema Cronus gagal mengalahkan Sriwijaya FC untuk kedua kalinya di Piala Presiden 2015. Bermain di hadapan 35.108 Aremania di Stadion Kanjuruhan, Sabtu 3 Oktober 2015 malam WIB, tim berjuluk Singo Edan harus puas dengan hasil 1-1 pada leg pertama babak semifinal.
Hasil imbang ini memperberat langkah Arema di leg kedua nanti, karena dituntut harus menang atau imbang dengan mencetak lebih dari satu gol. Kredit patut diberikan Sriwijaya FC yang sukses belajar dari kekalahan 3-1 di fase grup lalu dan hanya kecolongan satu gol dari belasan uoaya tuan rumah.
&quot;Imbang di kandang pada leg pertama jelas bukan hasil bagus bagi Arema. Seharusnya kami bisa melakukan lebih dari ini. Tapi sudah saya prediksi sebelumnya, Sriwijaya FC tidak akan sama lagi di pertandingan ini. Mereka bermain lebih rapat,&quot; tutur Pelatih Arema Cronus Joko Susilo.
Dia mengakui hasil imbang dan kebobolan di kandang membuat timnya harus bekerja keras di leg kedua nanti. &quot;Ini konsekuensi yang kami hadapi. Tidak mampu menang jelas menjadikan Arema akan bekerja lebih keras untuk lolos ke final,&quot; tambah dia.
Sekali lagi Joko tak habis pikir dengan cara bertahan timnya yang selalu kebobolan dalam enam laga Piala Presiden. &quot;Sangat sulit untuk menjelaskannya. Kami sudah berupaya yang terbaik dan ternyata masih juga kecolongan,&quot; jelas pelatih asal Cepu ini.
Sementara, pelatih Sriwijaya FC Benny Dolo memberikan apresiasi timnya yang bisa mencatat progres signifikan dalam lawatan keduanya ke Malang di Piala Presiden. Sejak awal dia menginstruksikan agar tak terlalu terbuka menghadapi Arema dan fokus tidak kebobolan.
&quot;Pada pertemuan terdahulu kami kurang bagus dalam bertahan dan sekarang kami perbaiki itu. Secara keseluruhan pemain cukup disiplin saya senang karena ada perkembangan dibanding sebelumnya. Kita lihat saja nanti bagaimana leg kedua,&quot; sebut Benny Dolo.
Benny tak tertarik menganalisa proses gol Arema yang sempat diprotes pemainya di lapangan. Dia hanya mengatakan timnya memberikan respons positif setelah tertinggal dan berhasil memanfaatkan peluang yang tidak banyak diperoleh sepanjang laga.
Walau disebut memiliki keuntungan di edisi kedua nanti, pelatih bersapa Bendol ini menganggap tak ada yang mudah ketika menghadapi Arema. &quot;Sama sekali belum aman atau mudah. Semua masih bisa terjadi dan tetap saja kami dituntut bermain sebaik mungkin,&quot; tandas Benny.
</content:encoded></item></channel></rss>
