<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Sempurna Xavi Mengakhiri Karier di Barcelona</title><description>Xavi mengakhiri kariernya di Barcelona dengan cara yang sempurna, menyumbang treble winners kedua Blaugrana.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2015/06/08/46/1161709/cara-sempurna-xavi-mengakhiri-karier-di-barcelona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2015/06/08/46/1161709/cara-sempurna-xavi-mengakhiri-karier-di-barcelona"/><item><title>Cara Sempurna Xavi Mengakhiri Karier di Barcelona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2015/06/08/46/1161709/cara-sempurna-xavi-mengakhiri-karier-di-barcelona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2015/06/08/46/1161709/cara-sempurna-xavi-mengakhiri-karier-di-barcelona</guid><pubDate>Senin 08 Juni 2015 05:28 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Hadi Purwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/08/46/1161709/cara-sempurna-xavi-akhiri-karier-di-barcelona-znxYWtG9aG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Xavi akhiri karier di Barcelona dengan cara yang sempurna (Foto: Dylan Martinez/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/08/46/1161709/cara-sempurna-xavi-akhiri-karier-di-barcelona-znxYWtG9aG.jpg</image><title>Xavi akhiri karier di Barcelona dengan cara yang sempurna (Foto: Dylan Martinez/Reuters)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Xavi Hernandez mengakhiri 17 tahun kariernya di Barcelona dengan cara yang sempurna. Ia melengkapi, sekaligus menjadi saksi sejarah sepakbola dengan prestasi treble winners atau tiga trofi dalam semusim untuk kedua kalinya.
&amp;nbsp;

Gelandang berjuluk The Puppet Master itu mengangkat trofi Liga Champions setelah mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 di final yang berlangsung di Berlin. Pencapaian luar biasa ini membuat Xavi tak mampu berkata banyak.
&amp;ldquo;Cara keluar yang tak mungkin dikalahkan, tak ada kata-kata, saya tak bisa meminta lebih. Meraih Liga Champions dan treble, serta pergi dengan cara seperti ini benar-benar luar biasa, bahkan spektakuler. Kami pantas meraihnya,&amp;rdquo; tutur Xavi kepada Canal+, Senin (8/6/2015).
&amp;ldquo;Saya merasa sedikit nostalgia (Xavi pernah meraih treble pada 2009 di bawah arahan Josep Guardiola), karena saya takkan bermain untuk tim ini lagi. Tapi saya benar-benar bahagia dengan bagaimana karier saya berakhir. Ini akhir yang luar biasa hebat,&amp;rdquo; sambung pemain yang akan bergabung dengan Al Sadd itu.
Tak lupa, Xavi memberikan pujian kepada pelatih Blaugrana, Luis Enrique. Sang pelatih menahannya untuk pergi di awal musim ini, dan memberi andil besar memberi tiga trofi kepada Lionel Messi dan kawan-kawan.
&amp;ldquo;Enrique pantas meraihnya (treble), karena ia banyak menerima kritikan di awal musim, namun ia terus bekerja. Ia pantas karena ia telah menjadi pelatih hebat untuk tim. Tanpa ragu lagi, secara personal dan segi olahraga, ia pria terbaik untuk musim depan,&amp;rdquo; puji Xavi kepada Enrique.
</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Xavi Hernandez mengakhiri 17 tahun kariernya di Barcelona dengan cara yang sempurna. Ia melengkapi, sekaligus menjadi saksi sejarah sepakbola dengan prestasi treble winners atau tiga trofi dalam semusim untuk kedua kalinya.
&amp;nbsp;

Gelandang berjuluk The Puppet Master itu mengangkat trofi Liga Champions setelah mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 di final yang berlangsung di Berlin. Pencapaian luar biasa ini membuat Xavi tak mampu berkata banyak.
&amp;ldquo;Cara keluar yang tak mungkin dikalahkan, tak ada kata-kata, saya tak bisa meminta lebih. Meraih Liga Champions dan treble, serta pergi dengan cara seperti ini benar-benar luar biasa, bahkan spektakuler. Kami pantas meraihnya,&amp;rdquo; tutur Xavi kepada Canal+, Senin (8/6/2015).
&amp;ldquo;Saya merasa sedikit nostalgia (Xavi pernah meraih treble pada 2009 di bawah arahan Josep Guardiola), karena saya takkan bermain untuk tim ini lagi. Tapi saya benar-benar bahagia dengan bagaimana karier saya berakhir. Ini akhir yang luar biasa hebat,&amp;rdquo; sambung pemain yang akan bergabung dengan Al Sadd itu.
Tak lupa, Xavi memberikan pujian kepada pelatih Blaugrana, Luis Enrique. Sang pelatih menahannya untuk pergi di awal musim ini, dan memberi andil besar memberi tiga trofi kepada Lionel Messi dan kawan-kawan.
&amp;ldquo;Enrique pantas meraihnya (treble), karena ia banyak menerima kritikan di awal musim, namun ia terus bekerja. Ia pantas karena ia telah menjadi pelatih hebat untuk tim. Tanpa ragu lagi, secara personal dan segi olahraga, ia pria terbaik untuk musim depan,&amp;rdquo; puji Xavi kepada Enrique.
</content:encoded></item></channel></rss>
