<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duel Maestro Sepakbola Tersaji di Berlin</title><description>Absennya Chiellini tak serta-merta memudarkan pesona final yang berlangsung di Olimpiastadion Berlin.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2015/06/06/51/1160929/duel-maestro-sepakbola-tersaji-di-berlin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2015/06/06/51/1160929/duel-maestro-sepakbola-tersaji-di-berlin"/><item><title>Duel Maestro Sepakbola Tersaji di Berlin</title><link>https://bola.okezone.com/read/2015/06/06/51/1160929/duel-maestro-sepakbola-tersaji-di-berlin</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2015/06/06/51/1160929/duel-maestro-sepakbola-tersaji-di-berlin</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2015 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>A. Firdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/06/05/51/1160929/duel-maestro-sepakbola-tersaji-di-berlin-gmceiVHAcx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Andrea Pirlo dan Xavi Hernandez (foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/06/05/51/1160929/duel-maestro-sepakbola-tersaji-di-berlin-gmceiVHAcx.jpg</image><title>Andrea Pirlo dan Xavi Hernandez (foto: AFP)</title></images><description>
LAGA Barcelona kontra Juventus seharusnya menjadi reuni dua musuh bebuyutan yang melibatkan Luis Suarez dan Giorgio Chiellini. Sayangnya, bek andalan Juve itu urung ikut berjuang lantaran cedera betis kiri.

Tetapi, absennya Chiellini tak serta-merta memudarkan pesona final yang berlangsung di Olimpiastadion Berlin. Masih ada duel maestro sepakbola antara Xavi Hernandez dengan Andrea Pirlo.

Xavi merupakan pelopor tiki-taka di era modern ini. Ketenangan dan ketepatannya melakukan passing layak diacungi jempol. Namun, usai final nanti, ia akan menanggalkan jersey Blaugrana untuk mencari petualangan baru bersama klub Qatar, Al Sadd.

Karena itu, sudah barang tentu di akhir pengabdian Xavi bersama Barca harus ditutup dengan sesuatu yang manis. Dia bisa membuktikannya dengan menjuarai gelar Liga Champions.

Statistik Xavi sepanjang musim ini memang tak begitu signifikan, kehadiran Ivan Rakitic dan bertambahnya usia membuat pelatih Luis Enrique tak mau terlalu menggenjot fisik pemain berusia 35 tahun itu.

Okezone coba membandingkan penampilan Xavi dengan Andrea Pirlo dari kubu Juve. Kedua pemain ini merupakan maestro sepakbola yang masih aktif di lapangan hijau, meski keduanya tak lagi muda.

Tercatat dalam musim 2014&amp;ndash;2015, seperti dilansir Opta, telah 43 kali Xavi tampil untuk Barca. Sembilan assist-nya mampu diubah menjadi gol, dan pada musim ini ia telah mencetak 12 gol.

Selain itu, passing accuracy yang Xavi buat mampu menggungguli Pirlo. Tercatat 93 persen berhasil dihasilkan calon pemain Al Sadd ini. Sementara Pirlo hanya 88 persen. Untuk urusan dribbles compeleted, Xavi juga lebih unggul karena telah mengoleksi 21 kali, kalau Pirlo hanya 15 kali.

Koleksi trofi Champions juga masih lebih banyak yang dimiliki Xavi. Sepanjang sejarah kariernya, Xavi sudah mengoleksi tiga trofi. Sedangkan Pirlo, baru dua. Itu pun saat masih membela AC Milan.

Jadi final ini bisa menjadi jawaban, siapa yang memegang trofi. Apa Xavi bisa mempersembahkan trofi penutup untuk Barca, atau Pirlo yang ingin memberikan gelar Liga Champions pertamanya untuk si Nyonya Tua?
</description><content:encoded>
LAGA Barcelona kontra Juventus seharusnya menjadi reuni dua musuh bebuyutan yang melibatkan Luis Suarez dan Giorgio Chiellini. Sayangnya, bek andalan Juve itu urung ikut berjuang lantaran cedera betis kiri.

Tetapi, absennya Chiellini tak serta-merta memudarkan pesona final yang berlangsung di Olimpiastadion Berlin. Masih ada duel maestro sepakbola antara Xavi Hernandez dengan Andrea Pirlo.

Xavi merupakan pelopor tiki-taka di era modern ini. Ketenangan dan ketepatannya melakukan passing layak diacungi jempol. Namun, usai final nanti, ia akan menanggalkan jersey Blaugrana untuk mencari petualangan baru bersama klub Qatar, Al Sadd.

Karena itu, sudah barang tentu di akhir pengabdian Xavi bersama Barca harus ditutup dengan sesuatu yang manis. Dia bisa membuktikannya dengan menjuarai gelar Liga Champions.

Statistik Xavi sepanjang musim ini memang tak begitu signifikan, kehadiran Ivan Rakitic dan bertambahnya usia membuat pelatih Luis Enrique tak mau terlalu menggenjot fisik pemain berusia 35 tahun itu.

Okezone coba membandingkan penampilan Xavi dengan Andrea Pirlo dari kubu Juve. Kedua pemain ini merupakan maestro sepakbola yang masih aktif di lapangan hijau, meski keduanya tak lagi muda.

Tercatat dalam musim 2014&amp;ndash;2015, seperti dilansir Opta, telah 43 kali Xavi tampil untuk Barca. Sembilan assist-nya mampu diubah menjadi gol, dan pada musim ini ia telah mencetak 12 gol.

Selain itu, passing accuracy yang Xavi buat mampu menggungguli Pirlo. Tercatat 93 persen berhasil dihasilkan calon pemain Al Sadd ini. Sementara Pirlo hanya 88 persen. Untuk urusan dribbles compeleted, Xavi juga lebih unggul karena telah mengoleksi 21 kali, kalau Pirlo hanya 15 kali.

Koleksi trofi Champions juga masih lebih banyak yang dimiliki Xavi. Sepanjang sejarah kariernya, Xavi sudah mengoleksi tiga trofi. Sedangkan Pirlo, baru dua. Itu pun saat masih membela AC Milan.

Jadi final ini bisa menjadi jawaban, siapa yang memegang trofi. Apa Xavi bisa mempersembahkan trofi penutup untuk Barca, atau Pirlo yang ingin memberikan gelar Liga Champions pertamanya untuk si Nyonya Tua?
</content:encoded></item></channel></rss>
