<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemain Asing Liga Indonesia Terancam Dideportasi </title><description>Dua pemain asing Liga Indonesia ini terancam dideportasi imigrasi. Tapi mereka tak punya uang karena klub mengemplang gaji.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2015/04/15/49/1134489/pemain-asing-liga-indonesia-terancam-dideportasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2015/04/15/49/1134489/pemain-asing-liga-indonesia-terancam-dideportasi"/><item><title>Pemain Asing Liga Indonesia Terancam Dideportasi </title><link>https://bola.okezone.com/read/2015/04/15/49/1134489/pemain-asing-liga-indonesia-terancam-dideportasi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2015/04/15/49/1134489/pemain-asing-liga-indonesia-terancam-dideportasi</guid><pubDate>Rabu 15 April 2015 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Pidekso Gentur Satriaji</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/15/49/1134489/pemain-asing-liga-indonesia-terancam-dideportasi-mC0KYFPVjh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juan Luis, pemain Persepon Pontianak yang mengadu ke PSSI karena tidak gajian selama delapan bulan. (Foto: Okezone/Pidekso Gentur Satriaji)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/15/49/1134489/pemain-asing-liga-indonesia-terancam-dideportasi-mC0KYFPVjh.jpg</image><title>Juan Luis, pemain Persepon Pontianak yang mengadu ke PSSI karena tidak gajian selama delapan bulan. (Foto: Okezone/Pidekso Gentur Satriaji)</title></images><description>
JAKARTA - Tak bisa dibantah, kondisi sepakbola Indonesia sedang dalam masa kritis akibat perselisihan antara Pemerintah dan BOPI dengan PSSI. Sepakbola Indonesia pun terancam sanksi dari FIFA karena pemerintah dinilai ikut campur masalah PSSI. Namun, di balik konflik itu ada satu permasalahan tak boleh dipandang sebelah mata.
Ada dua pemain asing yang membela Persepon Pontianak, Julio Eduardo dan Juan Luis, yang mendatangi kantor PSSI di kawasan Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Keduanya mengadu kepada PSSI karena gaji mereka yang tidak dibayar Persepon selama delapan  bulan.
Eduardo dan Luis dikontrak Persepon pada Mei 2014 dan rutin digaji sejak saat itu. Namun, setelah kompetisi Divisi Utama rampung pada September 2014, keduanya mengaku tak lagi menerima haknya hingga saat ini.
Situasi semakin memilukan lantaran Eduardo dan Luis memiliki izin visa tinggal yang akan berakhir pada Sabtu 18 April 2015. Keduanya mengaku sudah satu bulan tinggal di Jakarta untuk mengadukan permasalahan ini kepada pihak-pihak berwenang seperti PSSI, PT Liga Indonesia, Kemenpora, serta BOPI. Jika tak segera mendapat gajinya, mereka terancam dideportasi Imigrasi Indonesia karena izin tinggalnya sudah habis.
Kedatangannya ke PSSI pun tidak menghasilkan apa-apa. &quot;Masalahnya kami punya visa  hari Sabtu ini sudah selesai. Apakah kami harus stay atau keluar, kami masih bingung, dan mereka (PSSI) tidak mau tahu. Kami pun tidak punya uang untuk keluar dari Indonesia,&quot; ucap Luis.
Eduardo dan Luis juga pernah menyambangi Kemenpora, dan hasilnya sama saja. &quot;Satu bulan yang lalu kami ke Kemenpora. Kami sempat bawa foto copy kontrak juga. Mereka suruh kami menunggu karena mereka sedang sibuk dengan QNB League. Baru setelah polemik QNB League, mereka mau verifikasi,&quot; lanjutnya. (fap)
</description><content:encoded>
JAKARTA - Tak bisa dibantah, kondisi sepakbola Indonesia sedang dalam masa kritis akibat perselisihan antara Pemerintah dan BOPI dengan PSSI. Sepakbola Indonesia pun terancam sanksi dari FIFA karena pemerintah dinilai ikut campur masalah PSSI. Namun, di balik konflik itu ada satu permasalahan tak boleh dipandang sebelah mata.
Ada dua pemain asing yang membela Persepon Pontianak, Julio Eduardo dan Juan Luis, yang mendatangi kantor PSSI di kawasan Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Keduanya mengadu kepada PSSI karena gaji mereka yang tidak dibayar Persepon selama delapan  bulan.
Eduardo dan Luis dikontrak Persepon pada Mei 2014 dan rutin digaji sejak saat itu. Namun, setelah kompetisi Divisi Utama rampung pada September 2014, keduanya mengaku tak lagi menerima haknya hingga saat ini.
Situasi semakin memilukan lantaran Eduardo dan Luis memiliki izin visa tinggal yang akan berakhir pada Sabtu 18 April 2015. Keduanya mengaku sudah satu bulan tinggal di Jakarta untuk mengadukan permasalahan ini kepada pihak-pihak berwenang seperti PSSI, PT Liga Indonesia, Kemenpora, serta BOPI. Jika tak segera mendapat gajinya, mereka terancam dideportasi Imigrasi Indonesia karena izin tinggalnya sudah habis.
Kedatangannya ke PSSI pun tidak menghasilkan apa-apa. &quot;Masalahnya kami punya visa  hari Sabtu ini sudah selesai. Apakah kami harus stay atau keluar, kami masih bingung, dan mereka (PSSI) tidak mau tahu. Kami pun tidak punya uang untuk keluar dari Indonesia,&quot; ucap Luis.
Eduardo dan Luis juga pernah menyambangi Kemenpora, dan hasilnya sama saja. &quot;Satu bulan yang lalu kami ke Kemenpora. Kami sempat bawa foto copy kontrak juga. Mereka suruh kami menunggu karena mereka sedang sibuk dengan QNB League. Baru setelah polemik QNB League, mereka mau verifikasi,&quot; lanjutnya. (fap)
</content:encoded></item></channel></rss>
