<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harusnya Garuda Muda Tampil Bertahan</title><description>Garuda Muda sempat menerapkan permainan bertahan hingga menit ke-52.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2015/04/01/51/1127419/harusnya-garuda-muda-tampil-bertahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2015/04/01/51/1127419/harusnya-garuda-muda-tampil-bertahan"/><item><title>Harusnya Garuda Muda Tampil Bertahan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2015/04/01/51/1127419/harusnya-garuda-muda-tampil-bertahan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2015/04/01/51/1127419/harusnya-garuda-muda-tampil-bertahan</guid><pubDate>Rabu 01 April 2015 05:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rintani Mundari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/01/51/1127419/harusnya-garuda-muda-tampil-bertahan-5CCSrxeGAv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Indonesua U-23 harusmya bermain lebih bertahan (foto: Heru Haryono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/01/51/1127419/harusnya-garuda-muda-tampil-bertahan-5CCSrxeGAv.jpg</image><title>Timnas Indonesua U-23 harusmya bermain lebih bertahan (foto: Heru Haryono/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Menghadapi tim tangguh macam Korea Selatan jelas dibutuhkan tembok kokoh guna meredam berbagai ancaman. Hal itulah yang coba diterapkan pelatih Indonesia U-22, Aji Santoso di partai pamungkas babak kualifikasi pra-Piala Asia U-23, Selasa petang WIB.

Legenda Merah-Putih tersebut telah memberi arahan kepada anak didiknya untuk tampil bertahan sejak awal pertandingan. Hasilnya terbukti efektif, lantaran hingga menit ke-52 tak ada gol tercipta.

Sayang, taktik dan rencana Coach Aji -demikian ia biasa disapa- tak berjalan sempurna di atas lapangan. Taeguk Warrior akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat gol Jung Seunghyun yang memanfaatkan kemelut di area terlarang.

&quot;Saya sudah minta pemain agar merapatkan jarak di lini pertahanan. Mereka juga saya instruksikan untuk menunggu pemain Korsel di bawah garis tengah. Tapi, anak-anak terpancing keluar di babak kedua. Ini yang membuat lubang di pertahanan kami,&quot; kata Coach Aji.

&quot;Dan gol (pertama) karena menurunnya konsentrasi pemain. Tetapi semua pemain sudah tampil maksimal dan saya mengapresiasi pemain yang telah tampil maksimal,&quot; sambung pelatih berusia 51 tahun itu.

Kekalahan telak atas pasukan Shin Tae Yong ini membuat langkah Indonesia ke putaran berikutnya terhenti. Setelah hanya bisa menempati posisi keenam dalam klasemen runner up terbaik.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Menghadapi tim tangguh macam Korea Selatan jelas dibutuhkan tembok kokoh guna meredam berbagai ancaman. Hal itulah yang coba diterapkan pelatih Indonesia U-22, Aji Santoso di partai pamungkas babak kualifikasi pra-Piala Asia U-23, Selasa petang WIB.

Legenda Merah-Putih tersebut telah memberi arahan kepada anak didiknya untuk tampil bertahan sejak awal pertandingan. Hasilnya terbukti efektif, lantaran hingga menit ke-52 tak ada gol tercipta.

Sayang, taktik dan rencana Coach Aji -demikian ia biasa disapa- tak berjalan sempurna di atas lapangan. Taeguk Warrior akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat gol Jung Seunghyun yang memanfaatkan kemelut di area terlarang.

&quot;Saya sudah minta pemain agar merapatkan jarak di lini pertahanan. Mereka juga saya instruksikan untuk menunggu pemain Korsel di bawah garis tengah. Tapi, anak-anak terpancing keluar di babak kedua. Ini yang membuat lubang di pertahanan kami,&quot; kata Coach Aji.

&quot;Dan gol (pertama) karena menurunnya konsentrasi pemain. Tetapi semua pemain sudah tampil maksimal dan saya mengapresiasi pemain yang telah tampil maksimal,&quot; sambung pelatih berusia 51 tahun itu.

Kekalahan telak atas pasukan Shin Tae Yong ini membuat langkah Indonesia ke putaran berikutnya terhenti. Setelah hanya bisa menempati posisi keenam dalam klasemen runner up terbaik.
</content:encoded></item></channel></rss>
