<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penampilan Arsenal di Emirates Dikritik Legenda Inggris</title><description>Usai Mesut &amp;Ouml;zil, giliran Arsenal secara keseluruhan yang mendapat kritik dari legenda Inggris, Paul Scholes.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2015/03/20/51/1121809/penampilan-arsenal-di-emirates-dikritik-legenda-inggris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2015/03/20/51/1121809/penampilan-arsenal-di-emirates-dikritik-legenda-inggris"/><item><title>Penampilan Arsenal di Emirates Dikritik Legenda Inggris</title><link>https://bola.okezone.com/read/2015/03/20/51/1121809/penampilan-arsenal-di-emirates-dikritik-legenda-inggris</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2015/03/20/51/1121809/penampilan-arsenal-di-emirates-dikritik-legenda-inggris</guid><pubDate>Jum'at 20 Maret 2015 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rintani Mundari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/20/51/1121809/penampilan-arsenal-di-emirates-dikritik-legenda-inggris-Sol65MICqm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: REUTERS/Eric Gaillard)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/20/51/1121809/penampilan-arsenal-di-emirates-dikritik-legenda-inggris-Sol65MICqm.jpg</image><title>(Foto: REUTERS/Eric Gaillard)</title></images><description>
MANCHESTER &amp;ndash; Usai Mesut &amp;Ouml;zil, giliran Arsenal secara keseluruhan yang mendapat kritik dari legenda Inggris, Paul Scholes. Kritik ini dilayangkan Scholes lantaran Meriam London gagal melangkah ke fase perempatfinal Liga Champions.
Melakoni leg kedua di Stade Louis II, Arsenal mampu mengalahkan tuan rumah, AS Monaco 0-2. Akan tetapi kekalahan 1-3 di Emirates Stadium, membuat pasukan Arsene Wenger itu harus memupuskan impian menjadi satu-satunya wakil Inggris di kasta tertinggi Eropa.
Akan tetapi, kritikkan Scholes bukan merujuk pada penampilan Arsenal di leg kedua, melainkan pada leg pertama. Menurut eks bintang Timnas Inggris itu, The Gunners tak mampu mengatasi berbagai tekanan yang ditimbulkan pasukan Leonardo Jardim.
Sementara di leg kedua, penampilan Olivier Giroud cs mendapat sanjungan. Sejak wasit Svein Oddvar Moen meniup peluit babak pertama, Arsenal tampil impresif dan terus menekan hingga 90 menit pertandingan berakhir.
&quot;Di Monaco, Arsenal menunjukkan apa yang mereka bisa saat borgol lepas dari tangan mereka dan mereka harus keluar menyerang. Itu adalah penampilan brilian menghadapi klub yang sangat biasa, meskipun mereka gagal mendapatkan gol ketiga,&quot; tulis Scholes dalam kolom Standard Sport, Jumat (20/3/2015).
&quot;Itulah Arsenal! Barulah ketika mereka lepas dari tekanan, mereka dapat memainkan sepak bola terbaik,&amp;rdquo; tuntas pria berusia 40 tahun itu.
</description><content:encoded>
MANCHESTER &amp;ndash; Usai Mesut &amp;Ouml;zil, giliran Arsenal secara keseluruhan yang mendapat kritik dari legenda Inggris, Paul Scholes. Kritik ini dilayangkan Scholes lantaran Meriam London gagal melangkah ke fase perempatfinal Liga Champions.
Melakoni leg kedua di Stade Louis II, Arsenal mampu mengalahkan tuan rumah, AS Monaco 0-2. Akan tetapi kekalahan 1-3 di Emirates Stadium, membuat pasukan Arsene Wenger itu harus memupuskan impian menjadi satu-satunya wakil Inggris di kasta tertinggi Eropa.
Akan tetapi, kritikkan Scholes bukan merujuk pada penampilan Arsenal di leg kedua, melainkan pada leg pertama. Menurut eks bintang Timnas Inggris itu, The Gunners tak mampu mengatasi berbagai tekanan yang ditimbulkan pasukan Leonardo Jardim.
Sementara di leg kedua, penampilan Olivier Giroud cs mendapat sanjungan. Sejak wasit Svein Oddvar Moen meniup peluit babak pertama, Arsenal tampil impresif dan terus menekan hingga 90 menit pertandingan berakhir.
&quot;Di Monaco, Arsenal menunjukkan apa yang mereka bisa saat borgol lepas dari tangan mereka dan mereka harus keluar menyerang. Itu adalah penampilan brilian menghadapi klub yang sangat biasa, meskipun mereka gagal mendapatkan gol ketiga,&quot; tulis Scholes dalam kolom Standard Sport, Jumat (20/3/2015).
&quot;Itulah Arsenal! Barulah ketika mereka lepas dari tekanan, mereka dapat memainkan sepak bola terbaik,&amp;rdquo; tuntas pria berusia 40 tahun itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
