<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laga di Emirates Stadium Bak Sebuah Bencana</title><description>Seandainya, Arsenal menang atau imbang saat berlaga di Emirates, hasilnya pasti beda. Tapi takdir berkata lain.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2015/03/18/51/1120436/laga-di-emirates-stadium-bak-sebuah-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2015/03/18/51/1120436/laga-di-emirates-stadium-bak-sebuah-bencana"/><item><title>Laga di Emirates Stadium Bak Sebuah Bencana</title><link>https://bola.okezone.com/read/2015/03/18/51/1120436/laga-di-emirates-stadium-bak-sebuah-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2015/03/18/51/1120436/laga-di-emirates-stadium-bak-sebuah-bencana</guid><pubDate>Rabu 18 Maret 2015 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rintani Mundari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/18/51/1120436/laga-di-emirates-stadium-adalah-bencana-1v5v50Idpu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/18/51/1120436/laga-di-emirates-stadium-adalah-bencana-1v5v50Idpu.jpg</image><title>(Foto: AFP)</title></images><description>
MONACO &amp;ndash; Seandainya saja Arsenal tidak menelan kekalahan besar atau setidaknya bermain imbang kontra AS Monaco pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, di Emirates Stadium, perjuangan mereka tentu takkan berat saat melakoni leg kedua.
Kenyataannya, Meriam London menelan malu dengan skor 1-3. Otomatis, pasukan Arsene Wenger itu harus mencetak tiga gol tanpa balas apabila ingin melangkah ke putaran perempatfinal untuk yang pertama kalinya sejak 2010.
Di leg kedua di Stade Louis II, Arsenal memang mengklaim hasil 2-0. Akan tetapi, kemenangan ini tak mampu membuat mereka menjadi wakil Inggris pertama yang berada di putaran delapan besar, lantaran kalah produktivitas gol tandang.

Terlepas dari kemenangan pahit ini, Olivier Giroud cs mampu menyuguhkan penampilan spektakuler. Beragam pujian dari berbagai insan sepakbola membanjiri klub asal Kota London Barat tersebut. Sebagian kalangan dengan lantang mengatakan, Arsenal lebih pantas tampil di perempatfinal ketimbang Monaco.
&amp;ldquo;Laga pertama kami benar-benar bencana. Kami sudah mengatakan hal yang sama di setiap tahunnya. Kami seharusnya bermain dengan benar, tampil bagus di dua pertandingan,&amp;rdquo; kata Laurent Koscielny, melansir Daily Mail, Rabu (18/3/2015).
</description><content:encoded>
MONACO &amp;ndash; Seandainya saja Arsenal tidak menelan kekalahan besar atau setidaknya bermain imbang kontra AS Monaco pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, di Emirates Stadium, perjuangan mereka tentu takkan berat saat melakoni leg kedua.
Kenyataannya, Meriam London menelan malu dengan skor 1-3. Otomatis, pasukan Arsene Wenger itu harus mencetak tiga gol tanpa balas apabila ingin melangkah ke putaran perempatfinal untuk yang pertama kalinya sejak 2010.
Di leg kedua di Stade Louis II, Arsenal memang mengklaim hasil 2-0. Akan tetapi, kemenangan ini tak mampu membuat mereka menjadi wakil Inggris pertama yang berada di putaran delapan besar, lantaran kalah produktivitas gol tandang.

Terlepas dari kemenangan pahit ini, Olivier Giroud cs mampu menyuguhkan penampilan spektakuler. Beragam pujian dari berbagai insan sepakbola membanjiri klub asal Kota London Barat tersebut. Sebagian kalangan dengan lantang mengatakan, Arsenal lebih pantas tampil di perempatfinal ketimbang Monaco.
&amp;ldquo;Laga pertama kami benar-benar bencana. Kami sudah mengatakan hal yang sama di setiap tahunnya. Kami seharusnya bermain dengan benar, tampil bagus di dua pertandingan,&amp;rdquo; kata Laurent Koscielny, melansir Daily Mail, Rabu (18/3/2015).
</content:encoded></item></channel></rss>
