<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banding Ditolak, PSIS Ngadu ke Pengadilan Internasional</title><description>Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, menyatakan jalur hukum itu ditempuh untuk menyelamatkan pemain-pemain PSIS yang dianggap tidak bersalah.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2014/12/11/49/1077887/banding-ditolak-psis-ngadu-ke-pengadilan-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2014/12/11/49/1077887/banding-ditolak-psis-ngadu-ke-pengadilan-internasional"/><item><title>Banding Ditolak, PSIS Ngadu ke Pengadilan Internasional</title><link>https://bola.okezone.com/read/2014/12/11/49/1077887/banding-ditolak-psis-ngadu-ke-pengadilan-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2014/12/11/49/1077887/banding-ditolak-psis-ngadu-ke-pengadilan-internasional</guid><pubDate>Kamis 11 Desember 2014 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/11/49/1077887/banding-ditolak-psis-ngadu-ke-pengadilan-internasional-lS1JvdbDVn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain PSIS Semarang Safrudin Tahar (kiri) berupaya melewati hadangan pemain PSS Sleman Anang Hadi (kanan)/Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/11/49/1077887/banding-ditolak-psis-ngadu-ke-pengadilan-internasional-lS1JvdbDVn.jpg</image><title>Pemain PSIS Semarang Safrudin Tahar (kiri) berupaya melewati hadangan pemain PSS Sleman Anang Hadi (kanan)/Foto: Antara</title></images><description>
SEMARANG &amp;ndash; PSIS Semarang segera mengajukan gugatan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) atas putusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menolak banding mereka dalam insiden sepakbola gajah.
CEO PSIS Semarang, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, menyatakan jalur hukum itu ditempuh untuk menyelamatkan pemain-pemain PSIS yang dianggap tidak bersalah.
&quot;Pemain-pemain yang perlu kita selamatkan akan kami selamatkan. Entah mengajukan ke BAORI, ke Arbitrase (Court of Arbitration for Sport). Kami juga akan protes ke FIFA, akan kami kejar terus. Suporter tahu dan 100 persen mendukung kami,&quot; kata Sukawijaya kepada Okezone, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2014).
Pria yang akrab disapa Yoyok itu menyatakan PSIS berusaha memahami putusan banding PSIS yang dianggap cenderung membunuh klub. Namun, kata dia, PSIS sudah menunjuk tim kuasa hukum dan saat ini sedang mempelajari Statuta FIFA, kode disiplin, dan peraturan-peraturan PSSI.
&quot;Kami menyikapi dengan berusaha bijak. Kami buat tim sekarang terdiri dari lawyer-lawyer atau tim PSIS yang mengerti statuta FIFA, kode disiplin, dan peraturan-peraturan PSSI,&quot; terang Sukawijaya.
</description><content:encoded>
SEMARANG &amp;ndash; PSIS Semarang segera mengajukan gugatan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) atas putusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menolak banding mereka dalam insiden sepakbola gajah.
CEO PSIS Semarang, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, menyatakan jalur hukum itu ditempuh untuk menyelamatkan pemain-pemain PSIS yang dianggap tidak bersalah.
&quot;Pemain-pemain yang perlu kita selamatkan akan kami selamatkan. Entah mengajukan ke BAORI, ke Arbitrase (Court of Arbitration for Sport). Kami juga akan protes ke FIFA, akan kami kejar terus. Suporter tahu dan 100 persen mendukung kami,&quot; kata Sukawijaya kepada Okezone, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2014).
Pria yang akrab disapa Yoyok itu menyatakan PSIS berusaha memahami putusan banding PSIS yang dianggap cenderung membunuh klub. Namun, kata dia, PSIS sudah menunjuk tim kuasa hukum dan saat ini sedang mempelajari Statuta FIFA, kode disiplin, dan peraturan-peraturan PSSI.
&quot;Kami menyikapi dengan berusaha bijak. Kami buat tim sekarang terdiri dari lawyer-lawyer atau tim PSIS yang mengerti statuta FIFA, kode disiplin, dan peraturan-peraturan PSSI,&quot; terang Sukawijaya.
</content:encoded></item></channel></rss>
