<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Terima Kasih Indra Sjafri&quot;</title><description>Jangan salahkan pemain, jangan jadikan pelatih sebagai kambing hitam. Indra Sjafri sudah melakukan hal yang luar biasa.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2014/10/16/51/1053042/terima-kasih-indra-sjafri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2014/10/16/51/1053042/terima-kasih-indra-sjafri"/><item><title>&quot;Terima Kasih Indra Sjafri&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2014/10/16/51/1053042/terima-kasih-indra-sjafri</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2014/10/16/51/1053042/terima-kasih-indra-sjafri</guid><pubDate>Kamis 16 Oktober 2014 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Hadi Purwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/16/51/1053042/xV9pZghIEc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jangan salahkan Indra Sjafri, karena kerja kerasnya menghasilkan Timnas U-19 yang bagus. (Foto: Antara/Andika Wahyu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/16/51/1053042/xV9pZghIEc.jpg</image><title>Jangan salahkan Indra Sjafri, karena kerja kerasnya menghasilkan Timnas U-19 yang bagus. (Foto: Antara/Andika Wahyu)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dari suatu kegagalan, selalu ada hikmah yang diperoleh. Timnas U-19 memang gagal meraih target dan mewujudkan mimpi rakyat Indonesia bisa melihat tim pujaannya berlaga di Piala Dunia U-20 pada 2015 mendatang. &amp;nbsp;Timnas U-19 kalah tiga kali beruntun di fase penyisihan Grup B Piala Asia U-19 dari Uzbekistan U-19, Australia U-19 dan Uni Emirat Arab (UEA) U-19. Idealnya masyarakat Indonesia mengapresiasi kerja keras para pemain, terutama juru taktik mereka, Indra Sjafri. Ia adalah orang yang memberi harapan kepada bangsa Indonesia, di tengah sulitnya menemukan 11 pemain terbaik sekaligus harapan bangsa. Apresiasi pun diberikan oleh Menteri Olahraga dan Pemuda (Menpora), Roy Suryo. &amp;ldquo;Intinya (setelah gagal), jangan salahkan pemain karena mereka masih berkembang. Terbukti Alfred Riedl juga meminati beberapa pemain. Terima kasih kepada mas Indra Sjafri yang telah membimbing dan juga BTN serta PSSI,&amp;rdquo; kata Roy di kantor Kemenpora kepada wartawan, termasuk Okezone, baru-baru ini. &amp;ldquo;Harapan memang besar dan ada, namun gagal masuk Piala Dunia. Jangan patah semangat dan bangun sesuatu kembali,&amp;rdquo; imbaunya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dari suatu kegagalan, selalu ada hikmah yang diperoleh. Timnas U-19 memang gagal meraih target dan mewujudkan mimpi rakyat Indonesia bisa melihat tim pujaannya berlaga di Piala Dunia U-20 pada 2015 mendatang. &amp;nbsp;Timnas U-19 kalah tiga kali beruntun di fase penyisihan Grup B Piala Asia U-19 dari Uzbekistan U-19, Australia U-19 dan Uni Emirat Arab (UEA) U-19. Idealnya masyarakat Indonesia mengapresiasi kerja keras para pemain, terutama juru taktik mereka, Indra Sjafri. Ia adalah orang yang memberi harapan kepada bangsa Indonesia, di tengah sulitnya menemukan 11 pemain terbaik sekaligus harapan bangsa. Apresiasi pun diberikan oleh Menteri Olahraga dan Pemuda (Menpora), Roy Suryo. &amp;ldquo;Intinya (setelah gagal), jangan salahkan pemain karena mereka masih berkembang. Terbukti Alfred Riedl juga meminati beberapa pemain. Terima kasih kepada mas Indra Sjafri yang telah membimbing dan juga BTN serta PSSI,&amp;rdquo; kata Roy di kantor Kemenpora kepada wartawan, termasuk Okezone, baru-baru ini. &amp;ldquo;Harapan memang besar dan ada, namun gagal masuk Piala Dunia. Jangan patah semangat dan bangun sesuatu kembali,&amp;rdquo; imbaunya.</content:encoded></item></channel></rss>
