<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tatapan Kosong Marcelo Menyegel La Decima</title><description>Euforia La Decima Real Madrid di Liga Champions sudah mulai reda, seiring kian dekatnya pembukaan pesta Piala Dunia 2014. Pun begitu, defensor Marcelo Vieira mengaku masih &amp;lsquo;nge-blank&amp;rsquo; soal apa yang terjadi di final kontra Atl&amp;eacute;tico Madrid, bulan lalu.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2014/06/09/261/995849/tatapan-kosong-marcelo-menyegel-la-decima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2014/06/09/261/995849/tatapan-kosong-marcelo-menyegel-la-decima"/><item><title>Tatapan Kosong Marcelo Menyegel La Decima</title><link>https://bola.okezone.com/read/2014/06/09/261/995849/tatapan-kosong-marcelo-menyegel-la-decima</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2014/06/09/261/995849/tatapan-kosong-marcelo-menyegel-la-decima</guid><pubDate>Senin 09 Juni 2014 08:28 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/06/09/261/995849/HcT8eG0oli.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Marcelo Vieira da Silva Junior (Foto: Sergio Perez/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/06/09/261/995849/HcT8eG0oli.jpg</image><title>Marcelo Vieira da Silva Junior (Foto: Sergio Perez/REUTERS)</title></images><description>RIO DE JANEIRO &amp;ndash; Euforia La Decima Real Madrid di Liga Champions sudah mulai reda, seiring kian dekatnya pembukaan pesta Piala Dunia 2014. Pun begitu, defensor Marcelo Vieira mengaku masih &amp;lsquo;nge-blank&amp;rsquo; soal apa yang terjadi di final kontra Atl&amp;eacute;tico Madrid, bulan lalu.
&amp;nbsp;
Los Blancos sedianya nyaris gagal setelah Atl&amp;eacute;ti, sempat unggul 1-0 lebih dulu. Beruntung, Sergio Ramos sanggup menyamakan skor di penghujung babak kedua dan memaksa final berlanjut ke babak tambahan.
&amp;nbsp;
Gareth Bale membuka peluang Madrid lebih lapang setelah membalikkan keunggulan, 2-1 dan Marcelo, bak menyegel La Decima buat El Real dengan golnya yang menjadikan skor 3-1, meski Cristiano Ronaldo turut menutup kemenangan 4-1 Madrid atas tim sekotanya itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya bahkan tak bisa ingat apa yang terjadi di lapangan. Ketika gol itu seakan mengamankan trofi, banyak hal yang menghampiri kepala saya,&amp;rdquo; aku Marcelo kepada OGlobo, Senin (9/6/2014).
&amp;nbsp;
Ya, Marcelo menatap kosong saat mencetak gol ketiga Madrid dan bek berpaspor Brasil itu baru menyadari bahwa momen itu, merupakan klimaks dari perjalanan berat dirinya bersama Madrid, sepanjang musim lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Musim lalu sungguh musim yang sulit dengan sering terjadinya kekecewaan. Saya sendiri harus berkorban banyak di lapangan. Saya pikir, itu alasannya mengapa saya menatap kosong setelah gol itu,&amp;rdquo; sambungnya di sela-sela persiapan Sele&amp;ccedil;&amp;atilde;o jelang Piala Dunia 2014.
&amp;nbsp;
Salah satu faktor Marcelo bisa tampil baik di final, dikatakannya tak lepas dari wejangan yang sempat diberikan portero sekaligus Capit&amp;aacute;n Iker Casillas, beberapa saat sebelum final. Tak ayal, Casillas-lah tujuan pelukan erat Marcelo diselingi tangis sejadi-jadinya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebelum laga di ruang ganti, Iker Casillas mendekati saya dan bilang bahwa saya akan jadi pilar yang amat penting buat tim. Hal itu memberikan saya kekuatan besar,&amp;rdquo; imbuh Marcelo.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dia adalah idola Real Madrid, salah satu nama besar dalam sejarah klub. Jadi (setelah gol), saya langsung berlari ke arahnya dan memberinya pelukan erat. Saya menangis secara spontan,&amp;rdquo; tuntas bek sayap berusia 26 tahun itu.</description><content:encoded>RIO DE JANEIRO &amp;ndash; Euforia La Decima Real Madrid di Liga Champions sudah mulai reda, seiring kian dekatnya pembukaan pesta Piala Dunia 2014. Pun begitu, defensor Marcelo Vieira mengaku masih &amp;lsquo;nge-blank&amp;rsquo; soal apa yang terjadi di final kontra Atl&amp;eacute;tico Madrid, bulan lalu.
&amp;nbsp;
Los Blancos sedianya nyaris gagal setelah Atl&amp;eacute;ti, sempat unggul 1-0 lebih dulu. Beruntung, Sergio Ramos sanggup menyamakan skor di penghujung babak kedua dan memaksa final berlanjut ke babak tambahan.
&amp;nbsp;
Gareth Bale membuka peluang Madrid lebih lapang setelah membalikkan keunggulan, 2-1 dan Marcelo, bak menyegel La Decima buat El Real dengan golnya yang menjadikan skor 3-1, meski Cristiano Ronaldo turut menutup kemenangan 4-1 Madrid atas tim sekotanya itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya bahkan tak bisa ingat apa yang terjadi di lapangan. Ketika gol itu seakan mengamankan trofi, banyak hal yang menghampiri kepala saya,&amp;rdquo; aku Marcelo kepada OGlobo, Senin (9/6/2014).
&amp;nbsp;
Ya, Marcelo menatap kosong saat mencetak gol ketiga Madrid dan bek berpaspor Brasil itu baru menyadari bahwa momen itu, merupakan klimaks dari perjalanan berat dirinya bersama Madrid, sepanjang musim lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Musim lalu sungguh musim yang sulit dengan sering terjadinya kekecewaan. Saya sendiri harus berkorban banyak di lapangan. Saya pikir, itu alasannya mengapa saya menatap kosong setelah gol itu,&amp;rdquo; sambungnya di sela-sela persiapan Sele&amp;ccedil;&amp;atilde;o jelang Piala Dunia 2014.
&amp;nbsp;
Salah satu faktor Marcelo bisa tampil baik di final, dikatakannya tak lepas dari wejangan yang sempat diberikan portero sekaligus Capit&amp;aacute;n Iker Casillas, beberapa saat sebelum final. Tak ayal, Casillas-lah tujuan pelukan erat Marcelo diselingi tangis sejadi-jadinya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sebelum laga di ruang ganti, Iker Casillas mendekati saya dan bilang bahwa saya akan jadi pilar yang amat penting buat tim. Hal itu memberikan saya kekuatan besar,&amp;rdquo; imbuh Marcelo.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dia adalah idola Real Madrid, salah satu nama besar dalam sejarah klub. Jadi (setelah gol), saya langsung berlari ke arahnya dan memberinya pelukan erat. Saya menangis secara spontan,&amp;rdquo; tuntas bek sayap berusia 26 tahun itu.</content:encoded></item></channel></rss>
