<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Llorente Temukan Kembali Sentuhan Terbaiknya</title><description>Layaknya mesin diesel yang butuh waktu untuk &amp;ldquo;memanas&amp;rdquo;, Fernando Llorente juga sempat kesulitan mengembalikan performa terbaiknya. Namun perlahan, &amp;ldquo;sentuhannya&amp;rdquo; pun kembali yang tentu disyukuri bomber asal Spanyol itu.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/12/27/47/917978/llorente-temukan-kembali-sentuhan-terbaiknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/12/27/47/917978/llorente-temukan-kembali-sentuhan-terbaiknya"/><item><title>Llorente Temukan Kembali Sentuhan Terbaiknya</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/12/27/47/917978/llorente-temukan-kembali-sentuhan-terbaiknya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/12/27/47/917978/llorente-temukan-kembali-sentuhan-terbaiknya</guid><pubDate>Jum'at 27 Desember 2013 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/12/27/47/917978/Ud21AO4Qcv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fernando Javier Llorente Torres (Foto: Max Rossi/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/12/27/47/917978/Ud21AO4Qcv.jpg</image><title>Fernando Javier Llorente Torres (Foto: Max Rossi/Reuters)</title></images><description>TURIN &amp;ndash; Layaknya mesin diesel yang butuh waktu untuk &amp;ldquo;memanas&amp;rdquo;, Fernando Llorente juga sempat kesulitan mengembalikan performa terbaiknya. Namun perlahan, &amp;ldquo;sentuhannya&amp;rdquo; pun kembali yang tentu disyukuri bomber asal Spanyol itu.
&amp;nbsp;
Sejak diboyong Juventus dari Athletic Bilbao, Llorente diharapkan jadi penopang utama lini depan guna memborong gol demi gol ke gawang lawan. Namun harapan itu tak kesampaian. Tapi dengan telaten, Llorente terus memperbaiki performanya, baik saat melakoni sesi latihan maupun kala dipercaya turun oleh allenatore Antonio Conte.
&amp;nbsp;
Hasilnya, Llorente kini tak kalah tajam dari attaccante anyar Juve lainnya, Carlos T&amp;eacute;vez. Pemain berusia 28 tahun ini punya koleksi apik di enam laga terakhir Juve dengan memetik empat gol. Inilah Llorente yang sesungguhnya lantaran di awal musim, si pemain merasa tak bermain dengan kemampuan sebenarnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya kini sudah merasa jadi pemain yang sebenarnya. Saya tak mengenali diri saya (di awal musim). Pemain itu bukanlah saya yang sebenarnya,&amp;rdquo; ujar Llorente kepada AS, Jumat (27/12/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sekarang saya sudah meraih kembali performa yang bisa memberikan Anda aksi-aksi terbaik. Saya merasa sudah &amp;lsquo;nyetel&amp;rsquo; dengan tim secara fisik dan taktik. Saya sangat bahagia dan bergabung ke Juve jadi keputusan terbaik buat saya,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>TURIN &amp;ndash; Layaknya mesin diesel yang butuh waktu untuk &amp;ldquo;memanas&amp;rdquo;, Fernando Llorente juga sempat kesulitan mengembalikan performa terbaiknya. Namun perlahan, &amp;ldquo;sentuhannya&amp;rdquo; pun kembali yang tentu disyukuri bomber asal Spanyol itu.
&amp;nbsp;
Sejak diboyong Juventus dari Athletic Bilbao, Llorente diharapkan jadi penopang utama lini depan guna memborong gol demi gol ke gawang lawan. Namun harapan itu tak kesampaian. Tapi dengan telaten, Llorente terus memperbaiki performanya, baik saat melakoni sesi latihan maupun kala dipercaya turun oleh allenatore Antonio Conte.
&amp;nbsp;
Hasilnya, Llorente kini tak kalah tajam dari attaccante anyar Juve lainnya, Carlos T&amp;eacute;vez. Pemain berusia 28 tahun ini punya koleksi apik di enam laga terakhir Juve dengan memetik empat gol. Inilah Llorente yang sesungguhnya lantaran di awal musim, si pemain merasa tak bermain dengan kemampuan sebenarnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya kini sudah merasa jadi pemain yang sebenarnya. Saya tak mengenali diri saya (di awal musim). Pemain itu bukanlah saya yang sebenarnya,&amp;rdquo; ujar Llorente kepada AS, Jumat (27/12/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sekarang saya sudah meraih kembali performa yang bisa memberikan Anda aksi-aksi terbaik. Saya merasa sudah &amp;lsquo;nyetel&amp;rsquo; dengan tim secara fisik dan taktik. Saya sangat bahagia dan bergabung ke Juve jadi keputusan terbaik buat saya,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
