<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Voller: Leverkusen &quot;Di-Bully&quot; United</title><description>Direktur Olahraga Bayer Leverkusen Rudi Voller menyatakan kubunya seperti korban pembantaian saat digasak 5-0 Manchester United di laga kelima Grup A Liga Champions Kamis dini hari tadi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/11/28/261/904168/voller-leverkusen-di-bully-united</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/11/28/261/904168/voller-leverkusen-di-bully-united"/><item><title>Voller: Leverkusen &quot;Di-Bully&quot; United</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/11/28/261/904168/voller-leverkusen-di-bully-united</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/11/28/261/904168/voller-leverkusen-di-bully-united</guid><pubDate>Kamis 28 November 2013 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Utami</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/28/261/904168/ZXJIJl6gw1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stefan Kiessling.(foto:Wolfgang Rattay/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/28/261/904168/ZXJIJl6gw1.jpg</image><title>Stefan Kiessling.(foto:Wolfgang Rattay/Reuters)</title></images><description>LEVERKUSEN &amp;ndash; Direktur Olahraga Bayer Leverkusen Rudi Voller menyatakan kubunya seperti korban pembantaian saat digasak 5-0 Manchester United di laga kelima Grup A Liga Champions Kamis dini hari tadi.
&amp;nbsp;
Mantan pemain Bayern Leverkusen 1994-1996 menyesalkan kesalahan gol bunuh diri pemain bertahan, Emir Spahic dimenit ke-30. Kekalahan ini pun memakasa kubu Sami Hyppia merelakan skuad asuhan David Moyes melenggang ke fase knock-out 16 besar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami perlu waktu untuk menerima semua ini. Kami membuat beberapa kesalahan dan Manchester United adalah tim yang berkualitas, yang menghukum kami atas kesalahan yang kami buat,&amp;rdquo; kata Voller seperti dilansir Soccerway, Kamis (28/11/2013).
&amp;nbsp;
Klub yang bermarkas di Bay Arena ini masih punya peluang memperebutkan tempat kedua untuk lolos ke fase knock-out, jika Bayer Leverkusen mampu mengalahkan Real Sociedad dan Setan Merah mampu menggulingkan Shakhtar Donetsk di duel keenam Grup A Liga Champions. Atas peluang yang masih mungkin diwujudkan Simon Rolfes dkk ini, Voller pun menegaskan agar klubnya tidak jadi bulan-bulanan lagi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tidak mempunyai cukup keberanian pada babak kedua untuk mengubah kedudukan. Ini benar-benar mengecewakan, saya rasa kami terlalu menghormati tim besar seperti mereka (Manchester United),&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Namun, kami tidak bisa membiarkan diri kami &amp;lsquo;tertindas&amp;rsquo; seperti ini,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>LEVERKUSEN &amp;ndash; Direktur Olahraga Bayer Leverkusen Rudi Voller menyatakan kubunya seperti korban pembantaian saat digasak 5-0 Manchester United di laga kelima Grup A Liga Champions Kamis dini hari tadi.
&amp;nbsp;
Mantan pemain Bayern Leverkusen 1994-1996 menyesalkan kesalahan gol bunuh diri pemain bertahan, Emir Spahic dimenit ke-30. Kekalahan ini pun memakasa kubu Sami Hyppia merelakan skuad asuhan David Moyes melenggang ke fase knock-out 16 besar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami perlu waktu untuk menerima semua ini. Kami membuat beberapa kesalahan dan Manchester United adalah tim yang berkualitas, yang menghukum kami atas kesalahan yang kami buat,&amp;rdquo; kata Voller seperti dilansir Soccerway, Kamis (28/11/2013).
&amp;nbsp;
Klub yang bermarkas di Bay Arena ini masih punya peluang memperebutkan tempat kedua untuk lolos ke fase knock-out, jika Bayer Leverkusen mampu mengalahkan Real Sociedad dan Setan Merah mampu menggulingkan Shakhtar Donetsk di duel keenam Grup A Liga Champions. Atas peluang yang masih mungkin diwujudkan Simon Rolfes dkk ini, Voller pun menegaskan agar klubnya tidak jadi bulan-bulanan lagi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tidak mempunyai cukup keberanian pada babak kedua untuk mengubah kedudukan. Ini benar-benar mengecewakan, saya rasa kami terlalu menghormati tim besar seperti mereka (Manchester United),&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Namun, kami tidak bisa membiarkan diri kami &amp;lsquo;tertindas&amp;rsquo; seperti ini,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
