<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ikuti Jejak Kakek, Pique Ingin Pimpin Barca</title><description>Bukan sebagai pelatih, atau bahkan duta sepakbola yang jadi harapan Gerard Piqu&amp;eacute; ke depannya ketika karier senja menghampiri. Melainkan memimpin Barcelona, entah sebagai direktur atau bahkan Presiden klub.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/11/16/46/897860/ikuti-jejak-kakek-pique-ingin-pimpin-barca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/11/16/46/897860/ikuti-jejak-kakek-pique-ingin-pimpin-barca"/><item><title>Ikuti Jejak Kakek, Pique Ingin Pimpin Barca</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/11/16/46/897860/ikuti-jejak-kakek-pique-ingin-pimpin-barca</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/11/16/46/897860/ikuti-jejak-kakek-pique-ingin-pimpin-barca</guid><pubDate>Sabtu 16 November 2013 02:20 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/16/46/897860/k8lzx8jqat.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerard Pique i Bernabeu (kanan) bersama sang Kakek, Amador Bernabeu (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/16/46/897860/k8lzx8jqat.jpg</image><title>Gerard Pique i Bernabeu (kanan) bersama sang Kakek, Amador Bernabeu (Foto: ist)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Bukan sebagai pelatih, atau bahkan duta sepakbola yang jadi harapan Gerard Piqu&amp;eacute; ke depannya ketika karier senja menghampiri. Melainkan memimpin Barcelona, entah sebagai direktur atau bahkan Presiden klub.
&amp;nbsp;
Ya, Andai Piqu&amp;eacute; nantinya memasuki usia pensiun dan mesti menutup kariernya, defensor berusia 26 tahun itu ingin menapak jejak sang Kakek, Amador Bernab&amp;eacute;u yang suatu ketika pernah menjabat direktur hingga Wakil Presiden Los Cules.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jadi Presiden, kenapa tidak? Bisa saja itu jadi tujuan saya, memimpin klub terbaik abad ini, tapi masih panjang jalan yang harus dilalui. Ya, saya bisa bilang bahwa jadi Presiden membuat saya lebih termotivasi ketimbang menjadi pelatih,&amp;rdquo; aku Piqu&amp;eacute;.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dan untuk karier saya, jika pada usia 35 tahun saya harus melewati apa yang sudah dijalani (Carles) Puyol, sepertinya saya tak bisa seperti dia. Dia orang yang sangat tangguh,&amp;rdquo; lanjutnya, seperti disitat Football-Espana, Sabtu (16/11/2013).
&amp;nbsp;
Piqu&amp;eacute; juga tak ketinggalan buka suara terkait perdebatan serta kritik di khalayak umum, yang mengatakan bahwa permainan Barca sudah sangat berubah dan dianggap keluar batas tradisi yang dewasa ini melekat pada Barca.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Perdebatan yang terus berlanjut takkan membantu kami. Kami takkan bermain dengan cara yang kami inginkan, kami punya level yang lebih tinggi tapi kami tak bermain seburuh apa yang dipikirkan banyak orang,&amp;rdquo; sambung kekasih artis Shakira tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami harus tahan pada kritik dan bermain lebih baik. Hasil-hasil yang didapat selama ini sudah bagus dan memberikan kami kepercayaan diri. Permainan kami memang tak mengesankan orang-orang, seperti yang dikatakan (pelatih Borussia Dortmund, J&amp;uuml;rgen) Klopp,&amp;rdquo; imbuh Piqu&amp;eacute;.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami takkan tersesat. Permainan kami juga takkan semakin buruh, malah akan lebih baik. Saya yakin itu. Komentar saya soal tiki-taka? Dari waktu ke waktu dalam permainan yang berlebihan seperti itu memang bekerja dengan baik, tapi kami jadi lebih mudah ditebak,&amp;rdquo; tuturnya lagi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami menyadari bahwa penguasaan permainan saja takkan membuat Anda memenangkan pertandingan. Tapi permainan kami juga belum terlalu berbeda. Jika kami bisa memainkan umpan-umpan panjang, maka akan kami lakukan,&amp;rdquo; tuntas Piqu&amp;eacute;.</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Bukan sebagai pelatih, atau bahkan duta sepakbola yang jadi harapan Gerard Piqu&amp;eacute; ke depannya ketika karier senja menghampiri. Melainkan memimpin Barcelona, entah sebagai direktur atau bahkan Presiden klub.
&amp;nbsp;
Ya, Andai Piqu&amp;eacute; nantinya memasuki usia pensiun dan mesti menutup kariernya, defensor berusia 26 tahun itu ingin menapak jejak sang Kakek, Amador Bernab&amp;eacute;u yang suatu ketika pernah menjabat direktur hingga Wakil Presiden Los Cules.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jadi Presiden, kenapa tidak? Bisa saja itu jadi tujuan saya, memimpin klub terbaik abad ini, tapi masih panjang jalan yang harus dilalui. Ya, saya bisa bilang bahwa jadi Presiden membuat saya lebih termotivasi ketimbang menjadi pelatih,&amp;rdquo; aku Piqu&amp;eacute;.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dan untuk karier saya, jika pada usia 35 tahun saya harus melewati apa yang sudah dijalani (Carles) Puyol, sepertinya saya tak bisa seperti dia. Dia orang yang sangat tangguh,&amp;rdquo; lanjutnya, seperti disitat Football-Espana, Sabtu (16/11/2013).
&amp;nbsp;
Piqu&amp;eacute; juga tak ketinggalan buka suara terkait perdebatan serta kritik di khalayak umum, yang mengatakan bahwa permainan Barca sudah sangat berubah dan dianggap keluar batas tradisi yang dewasa ini melekat pada Barca.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Perdebatan yang terus berlanjut takkan membantu kami. Kami takkan bermain dengan cara yang kami inginkan, kami punya level yang lebih tinggi tapi kami tak bermain seburuh apa yang dipikirkan banyak orang,&amp;rdquo; sambung kekasih artis Shakira tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami harus tahan pada kritik dan bermain lebih baik. Hasil-hasil yang didapat selama ini sudah bagus dan memberikan kami kepercayaan diri. Permainan kami memang tak mengesankan orang-orang, seperti yang dikatakan (pelatih Borussia Dortmund, J&amp;uuml;rgen) Klopp,&amp;rdquo; imbuh Piqu&amp;eacute;.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami takkan tersesat. Permainan kami juga takkan semakin buruh, malah akan lebih baik. Saya yakin itu. Komentar saya soal tiki-taka? Dari waktu ke waktu dalam permainan yang berlebihan seperti itu memang bekerja dengan baik, tapi kami jadi lebih mudah ditebak,&amp;rdquo; tuturnya lagi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami menyadari bahwa penguasaan permainan saja takkan membuat Anda memenangkan pertandingan. Tapi permainan kami juga belum terlalu berbeda. Jika kami bisa memainkan umpan-umpan panjang, maka akan kami lakukan,&amp;rdquo; tuntas Piqu&amp;eacute;.</content:encoded></item></channel></rss>
