<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Indonesia Tak Butuh Pelatih dengan Nama Besar&quot;</title><description>Indonesia  berpesta usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor akhir 3-2  pada laga  pamungkas penyisihan Grup G Piala AFC 2014, Sabtu  (12/10/2013) malam WIB.  Pertandingan yang di helat di Stadion Gelora  Utama Bung Karno sendiri berjalan  sengit dan menegangkan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/10/13/51/880920/indonesia-tak-butuh-pelatih-dengan-nama-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/10/13/51/880920/indonesia-tak-butuh-pelatih-dengan-nama-besar"/><item><title>&quot;Indonesia Tak Butuh Pelatih dengan Nama Besar&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/10/13/51/880920/indonesia-tak-butuh-pelatih-dengan-nama-besar</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/10/13/51/880920/indonesia-tak-butuh-pelatih-dengan-nama-besar</guid><pubDate>Minggu 13 Oktober 2013 01:34 WIB</pubDate><dc:creator>Heru Haryono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/10/13/51/880920/gdL6L8RxA7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indra Sjafri. (Foto: Feri Usmawan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/10/13/51/880920/gdL6L8RxA7.jpg</image><title>Indra Sjafri. (Foto: Feri Usmawan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia  berpesta usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor akhir 3-2 pada laga  pamungkas penyisihan Grup G Piala AFC 2014, Sabtu (12/10/2013) malam WIB.  Pertandingan yang di helat di Stadion Gelora Utama Bung Karno sendiri berjalan  sengit dan menegangkan. Berstatuskan sebagai juara  bertahan timnas Korsel menyuguhkan penampilan menawan. Namun, bukan berarti  Garuda Jaya tanpa perlawanan. Pada interval pertama Evan Dimas dkk berulang kali  mengancam lini pertahanan Negeri Ginseng itu. Hingga akhirnya di hadapan  ribuan penonton, timnas muda Indonesia secara membanggakan dapat mempermalukan  tim berjuluk Taeguk Warrior itu berkat hattrick sang kapten, Evan  Dimas. Dimas, Ravi Murdianto,  Ilham Udin Armayn, Maldini Pali, Putu Gede, dan sederet pemain lain sangat  pantas mendapatkan apresiasi yang tiada terkira. Namun, jangan lupakan sang  peracik strategi, Indra Sjafri yang berhasil mendidik dan membentuk mental para  pemain muda. Tak ada yang mengenal  sosok Indra sebelumnya. Pria kelahiran Lubuk Nyiur, Sumatra Barat, 50 tahun silam itu lebih  familiar sebagai pegawai kantor pos di wilayahnya. Meski sejatinya Indra pernah  bermain di PSP Padang pada tahun 80-an. Mantan pemain tim nasional  Indonesia, Budi Sudarsono pun menilai bahwa pelatih dengan nama besar tak  menjamin dapat mempersembahkan prestasi. Lantas bagaimanakah kriteria pelatih  yang tepat versi Budi? &quot;Indonesia tidak  membutuhkan pelatih dengan nama besar! Yang dibutuhkan Indonesia adalah pelatih  jujur dan tegas. Itu yang harus dimiliki Indonesia,&quot; tegas Budi kepada Okezone  saat ditemui di studio hanggar Kuningan.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia  berpesta usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor akhir 3-2 pada laga  pamungkas penyisihan Grup G Piala AFC 2014, Sabtu (12/10/2013) malam WIB.  Pertandingan yang di helat di Stadion Gelora Utama Bung Karno sendiri berjalan  sengit dan menegangkan. Berstatuskan sebagai juara  bertahan timnas Korsel menyuguhkan penampilan menawan. Namun, bukan berarti  Garuda Jaya tanpa perlawanan. Pada interval pertama Evan Dimas dkk berulang kali  mengancam lini pertahanan Negeri Ginseng itu. Hingga akhirnya di hadapan  ribuan penonton, timnas muda Indonesia secara membanggakan dapat mempermalukan  tim berjuluk Taeguk Warrior itu berkat hattrick sang kapten, Evan  Dimas. Dimas, Ravi Murdianto,  Ilham Udin Armayn, Maldini Pali, Putu Gede, dan sederet pemain lain sangat  pantas mendapatkan apresiasi yang tiada terkira. Namun, jangan lupakan sang  peracik strategi, Indra Sjafri yang berhasil mendidik dan membentuk mental para  pemain muda. Tak ada yang mengenal  sosok Indra sebelumnya. Pria kelahiran Lubuk Nyiur, Sumatra Barat, 50 tahun silam itu lebih  familiar sebagai pegawai kantor pos di wilayahnya. Meski sejatinya Indra pernah  bermain di PSP Padang pada tahun 80-an. Mantan pemain tim nasional  Indonesia, Budi Sudarsono pun menilai bahwa pelatih dengan nama besar tak  menjamin dapat mempersembahkan prestasi. Lantas bagaimanakah kriteria pelatih  yang tepat versi Budi? &quot;Indonesia tidak  membutuhkan pelatih dengan nama besar! Yang dibutuhkan Indonesia adalah pelatih  jujur dan tegas. Itu yang harus dimiliki Indonesia,&quot; tegas Budi kepada Okezone  saat ditemui di studio hanggar Kuningan.</content:encoded></item></channel></rss>
