<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mafia Judi Sepakbola Asal Singapura Ditangkap</title><description>Sebanyak 14 orang yang dicurigai bagian dari sindikat judi Singapura telah ditangkap oleh aparat berwenang setempat. Mereka dituduh melakukan pengaturan skor ratusan pertandingan sepakbola di seluruh dunia sejak 2008 silam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/09/19/51/868828/mafia-judi-sepakbola-asal-singapura-ditangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/09/19/51/868828/mafia-judi-sepakbola-asal-singapura-ditangkap"/><item><title>Mafia Judi Sepakbola Asal Singapura Ditangkap</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/09/19/51/868828/mafia-judi-sepakbola-asal-singapura-ditangkap</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/09/19/51/868828/mafia-judi-sepakbola-asal-singapura-ditangkap</guid><pubDate>Kamis 19 September 2013 20:59 WIB</pubDate><dc:creator>Auzan Julikar Sutedjo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/19/51/868828/gG9paPl8Hx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beberapa pemain dari divisi bawah Liga Italia dicurigai jadi bagian dari sindikat Dan Tan/Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/19/51/868828/gG9paPl8Hx.jpg</image><title>Beberapa pemain dari divisi bawah Liga Italia dicurigai jadi bagian dari sindikat Dan Tan/Ist</title></images><description>SINGAPURA &amp;ndash; Sebanyak 14 orang yang dicurigai bagian dari sindikat judi Singapura telah ditangkap oleh aparat berwenang setempat. Mereka dituduh melakukan pengaturan skor ratusan pertandingan sepakbola di seluruh dunia sejak 2008 silam.
&amp;nbsp;
BBC melansir pihak kepolisian tidak mengonfirmasi apakah pemimpin mafia judi Singapura, Dan Tan, termasuk mereka yang ditangkap. Namun, sejumlah media lokal menyebut demikian.
&amp;nbsp;
Dan Tan yang memiliki nama resmi Tan Seet Eng dipanggil &amp;lsquo;capo&amp;rsquo; atau bos oleh kalangan penjudi bola Singapura. Dengan uangnya, dia membayar pemain-pemain dari divisi bawah Italia untuk mengatur hasil pertandingan.
&amp;nbsp;
Antara 2008 hingga 2011, pihak berwenang menyebut ada 680 laga yang dicurigai, di mana 380 diantaranya terjadi di Eropa.
&amp;nbsp;
Menyusul penangkapan ini, sekretaris jenderal Interpol, Ronald K. Noble, melontarkan pujiannya terhadap aparat Singapura.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Otoritas Singapura telah melakukan langkah penting dalam mengungkap sindikat pengaturan pertandingan internasional dengan menangkap para tersangka utama, termasuk otak di balik kasus ini,&amp;rdquo; cetus Richard K. Noble seperti dikutip BBC.</description><content:encoded>SINGAPURA &amp;ndash; Sebanyak 14 orang yang dicurigai bagian dari sindikat judi Singapura telah ditangkap oleh aparat berwenang setempat. Mereka dituduh melakukan pengaturan skor ratusan pertandingan sepakbola di seluruh dunia sejak 2008 silam.
&amp;nbsp;
BBC melansir pihak kepolisian tidak mengonfirmasi apakah pemimpin mafia judi Singapura, Dan Tan, termasuk mereka yang ditangkap. Namun, sejumlah media lokal menyebut demikian.
&amp;nbsp;
Dan Tan yang memiliki nama resmi Tan Seet Eng dipanggil &amp;lsquo;capo&amp;rsquo; atau bos oleh kalangan penjudi bola Singapura. Dengan uangnya, dia membayar pemain-pemain dari divisi bawah Italia untuk mengatur hasil pertandingan.
&amp;nbsp;
Antara 2008 hingga 2011, pihak berwenang menyebut ada 680 laga yang dicurigai, di mana 380 diantaranya terjadi di Eropa.
&amp;nbsp;
Menyusul penangkapan ini, sekretaris jenderal Interpol, Ronald K. Noble, melontarkan pujiannya terhadap aparat Singapura.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Otoritas Singapura telah melakukan langkah penting dalam mengungkap sindikat pengaturan pertandingan internasional dengan menangkap para tersangka utama, termasuk otak di balik kasus ini,&amp;rdquo; cetus Richard K. Noble seperti dikutip BBC.</content:encoded></item></channel></rss>
