<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pique Sindir Pemborosan Madrid</title><description>Gerard Piqu&amp;eacute; masih tak habis pikir dengan kebijakan belanja tim rival, Real Madrid. Defensor Barcelona itu menganggap upaya &amp;ldquo;membeli gelar&amp;rdquo; dengan kemewahan belanja pemain yang dilakukan Madrid tetap akan berakhir percuma.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/09/18/46/867712/pique-sindir-pemborosan-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/09/18/46/867712/pique-sindir-pemborosan-madrid"/><item><title>Pique Sindir Pemborosan Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/09/18/46/867712/pique-sindir-pemborosan-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/09/18/46/867712/pique-sindir-pemborosan-madrid</guid><pubDate>Rabu 18 September 2013 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/18/46/867712/dFXlgtGPI6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerard Pique i Bernabeu (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/18/46/867712/dFXlgtGPI6.jpg</image><title>Gerard Pique i Bernabeu (Foto: Reuters)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Gerard Piqu&amp;eacute; masih tak habis pikir dengan kebijakan belanja tim rival, Real Madrid. Defensor Barcelona itu menganggap upaya &amp;ldquo;membeli gelar&amp;rdquo; dengan kemewahan belanja pemain yang dilakukan Madrid tetap akan berakhir percuma.
&amp;nbsp;
Dengan total dana belanja 200 juta euro musim panas lalu, Los Merengues masih berusaha mengejar gap prestasi dengan Barca yang belakangan ini selalu berakhir suram buat tim asal ibu kota Spanyol itu.
&amp;nbsp;
Adapun di timnya sendiri, Pique merasa generasi emas La Masia seperti Lionel Messi, Andr&amp;eacute;s Iniesta, V&amp;iacute;ctor Vald&amp;eacute;s, Carlos Puyol, Sergio Busquets, Xavi Hern&amp;eacute;ndez serta Pedro Rodr&amp;iacute;guez, merupakan pemain-pemain kunci tanpa memboros uang belanja namun selalu berpeluh gelar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya membaca (di surat kabar) bahwa sejak 2002, Madrid sudah menghabiskan 1,2 miliar euro. Kami juga melakukan pembelian, tapi kami tak punya Bankia (badan peminjaman keuangan). Kami masih punya Messi, Xavi, Iniesta, Puyol, Vald&amp;eacute;s, Busquets, Pedro, mereka generasi yang tak menghabiskan uang,&amp;rdquo; papar Piqu&amp;eacute;.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka kunci kami untuk bersaing dengan Madrid. Kami memang membeli (Zlatan Ibrahimovic) Ibra,(David) Villa, Neymar. Tapi (Madrid) tak seperti kami di mana ketika tak memenangkan apapun, malah merekrut (Gareth) Bale, (Asier) Illarramendi, Isco...,&amp;rdquo; sindirnya, seperti dinukil Football-Espana, Rabu (18/9/2013).
&amp;nbsp;
Masih soal prestasi, Los Cules sedianya tak mengakhiri musim lalu sebagaimana musim-musim sebelumnya. Mereka hanya memenangkan La Liga, tapi tidak Copa del Rey ataupun gelar Eropa (Champions League). Terkait musim lalu, Piqu&amp;eacute; punya pandangannya sendiri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dilihat dari sejarah, Barca memang jarang memenangkan banyak gelar. Tapi ketika kami mulai banyak menang, kondisi Liga bukan tak lagi terasa medioker, lebih rumit. Saya tak merasa musim lalu kami tidak sukses &amp;ndash; kami satu-satunya tim di dunia yang berbulan-bulan tanpa pelatih tapi mampu mengungguli Madrid dengan 15 poin,&amp;rdquo; tukas Piqu&amp;eacute;.</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Gerard Piqu&amp;eacute; masih tak habis pikir dengan kebijakan belanja tim rival, Real Madrid. Defensor Barcelona itu menganggap upaya &amp;ldquo;membeli gelar&amp;rdquo; dengan kemewahan belanja pemain yang dilakukan Madrid tetap akan berakhir percuma.
&amp;nbsp;
Dengan total dana belanja 200 juta euro musim panas lalu, Los Merengues masih berusaha mengejar gap prestasi dengan Barca yang belakangan ini selalu berakhir suram buat tim asal ibu kota Spanyol itu.
&amp;nbsp;
Adapun di timnya sendiri, Pique merasa generasi emas La Masia seperti Lionel Messi, Andr&amp;eacute;s Iniesta, V&amp;iacute;ctor Vald&amp;eacute;s, Carlos Puyol, Sergio Busquets, Xavi Hern&amp;eacute;ndez serta Pedro Rodr&amp;iacute;guez, merupakan pemain-pemain kunci tanpa memboros uang belanja namun selalu berpeluh gelar.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya membaca (di surat kabar) bahwa sejak 2002, Madrid sudah menghabiskan 1,2 miliar euro. Kami juga melakukan pembelian, tapi kami tak punya Bankia (badan peminjaman keuangan). Kami masih punya Messi, Xavi, Iniesta, Puyol, Vald&amp;eacute;s, Busquets, Pedro, mereka generasi yang tak menghabiskan uang,&amp;rdquo; papar Piqu&amp;eacute;.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka kunci kami untuk bersaing dengan Madrid. Kami memang membeli (Zlatan Ibrahimovic) Ibra,(David) Villa, Neymar. Tapi (Madrid) tak seperti kami di mana ketika tak memenangkan apapun, malah merekrut (Gareth) Bale, (Asier) Illarramendi, Isco...,&amp;rdquo; sindirnya, seperti dinukil Football-Espana, Rabu (18/9/2013).
&amp;nbsp;
Masih soal prestasi, Los Cules sedianya tak mengakhiri musim lalu sebagaimana musim-musim sebelumnya. Mereka hanya memenangkan La Liga, tapi tidak Copa del Rey ataupun gelar Eropa (Champions League). Terkait musim lalu, Piqu&amp;eacute; punya pandangannya sendiri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dilihat dari sejarah, Barca memang jarang memenangkan banyak gelar. Tapi ketika kami mulai banyak menang, kondisi Liga bukan tak lagi terasa medioker, lebih rumit. Saya tak merasa musim lalu kami tidak sukses &amp;ndash; kami satu-satunya tim di dunia yang berbulan-bulan tanpa pelatih tapi mampu mengungguli Madrid dengan 15 poin,&amp;rdquo; tukas Piqu&amp;eacute;.</content:encoded></item></channel></rss>
