<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengalaman Kelam, Pelecut Semangat Paulinho</title><description>Rekrutan anyar Tottenham Hotspur, Jos&amp;eacute; Paulo Bezzera Maciel J&amp;uacute;nior atau  yang lebih sering disapa Paulinho yakin masa depannya di sepakbola akan  sukses. Rasa optimistis sang gelandang tak lepas dari pengalaman buruk  yang dialaminya beberapa tahun silam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/07/08/45/833280/pengalaman-kelam-pelecut-semangat-paulinho</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/07/08/45/833280/pengalaman-kelam-pelecut-semangat-paulinho"/><item><title>Pengalaman Kelam, Pelecut Semangat Paulinho</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/07/08/45/833280/pengalaman-kelam-pelecut-semangat-paulinho</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/07/08/45/833280/pengalaman-kelam-pelecut-semangat-paulinho</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2013 02:09 WIB</pubDate><dc:creator>Anang Fajar Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/07/45/833280/3i96TB4x56.jpg" expression="full" type="image/jpeg">JosÃ© Paulo Bezzera Maciel JÃºnior (Paulinho) - Tottenham Hotspur (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/07/45/833280/3i96TB4x56.jpg</image><title>JosÃ© Paulo Bezzera Maciel JÃºnior (Paulinho) - Tottenham Hotspur (Foto: ist)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Rekrutan anyar Tottenham Hotspur, Jos&amp;eacute; Paulo Bezzera Maciel J&amp;uacute;nior atau yang lebih sering disapa Paulinho yakin masa depannya di sepakbola akan sukses. Rasa optimistis sang gelandang tak lepas dari pengalaman buruk yang dialaminya beberapa tahun silam.
&amp;nbsp;
Saat usia Paulinho masih 17 tahun, dia pernah bermain bersama klub asal Lituania, FC Vilnius. Di sana, dia mengaku pernah menjadi korban rasisme. Nasib yang sama kembali dialaminya ketika dirinya bermain di Polandia bersama klub Å?&amp;oacute;dzki Klub Sportowy Sp&amp;oacute;Å'ka Sportowa.
&amp;nbsp;
Pelecehan rasis yang dialami Paulinho, mendorong dirinya untuk kembali ke Brasil dan bergabung dengan Corinthians. Di tanah kelahirannya sendiri, dia mampu menjelma menjadi pesepakbola kelas dunia dan menarik banyak minat klub Eropa.
&amp;nbsp;
Dengan berbagai pengalaman pahit di masa lampau, membuat pemain berusia 24 tahun ini menjadi pribadi yang tegar dan justru menganggap peristiwa pahit itu sebagai motivasi agar menjadi pesepakbola yang lebih baik di masa depan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Setelah semua yang saya lalui, semua momen-momen buruk, hal-hal buruk, saya akan terus melihat ke depan karena saya tahu tentang potensi yang saya miliki,&amp;rdquo; katanya kepada The Sun, Senin (8/7/2013)  &amp;rdquo;Saya tahu apa yang harusnya dan bisa kulakukan. Saya harus berjuang sampai akhir. Ini penting, saya tidak pernah menyerah. Saya kembali ke Brasil (setelah bermain di Lituania dan Polandia) dan mulai dari awal. Saya punya kepercayaan diri untuk mengambil langkah itu kembali dan kemudian berhasil,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dana senilai 17 juta pounds menjadi mahar yang dikeluarkan Spurs untuk Paulinho. Nominal tersebut sekaligus menjadikan Paulinho sebagai penandatanganan termahal klub asal London itu. &amp;nbsp; Sebelumnya rekor pemain termahal The Lilywhites dipegang oleh Luka Modric yang didatangkan dari Dinamo Zagreb musim 2008 silam. Pemain yang saat itu dibanderol 16,5 juta pounds itu pun kini membela Real Madrid.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Dapatkan info sepakbola terlengkap di twitter kami @bola_okezone</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Rekrutan anyar Tottenham Hotspur, Jos&amp;eacute; Paulo Bezzera Maciel J&amp;uacute;nior atau yang lebih sering disapa Paulinho yakin masa depannya di sepakbola akan sukses. Rasa optimistis sang gelandang tak lepas dari pengalaman buruk yang dialaminya beberapa tahun silam.
&amp;nbsp;
Saat usia Paulinho masih 17 tahun, dia pernah bermain bersama klub asal Lituania, FC Vilnius. Di sana, dia mengaku pernah menjadi korban rasisme. Nasib yang sama kembali dialaminya ketika dirinya bermain di Polandia bersama klub Å?&amp;oacute;dzki Klub Sportowy Sp&amp;oacute;Å'ka Sportowa.
&amp;nbsp;
Pelecehan rasis yang dialami Paulinho, mendorong dirinya untuk kembali ke Brasil dan bergabung dengan Corinthians. Di tanah kelahirannya sendiri, dia mampu menjelma menjadi pesepakbola kelas dunia dan menarik banyak minat klub Eropa.
&amp;nbsp;
Dengan berbagai pengalaman pahit di masa lampau, membuat pemain berusia 24 tahun ini menjadi pribadi yang tegar dan justru menganggap peristiwa pahit itu sebagai motivasi agar menjadi pesepakbola yang lebih baik di masa depan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Setelah semua yang saya lalui, semua momen-momen buruk, hal-hal buruk, saya akan terus melihat ke depan karena saya tahu tentang potensi yang saya miliki,&amp;rdquo; katanya kepada The Sun, Senin (8/7/2013)  &amp;rdquo;Saya tahu apa yang harusnya dan bisa kulakukan. Saya harus berjuang sampai akhir. Ini penting, saya tidak pernah menyerah. Saya kembali ke Brasil (setelah bermain di Lituania dan Polandia) dan mulai dari awal. Saya punya kepercayaan diri untuk mengambil langkah itu kembali dan kemudian berhasil,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dana senilai 17 juta pounds menjadi mahar yang dikeluarkan Spurs untuk Paulinho. Nominal tersebut sekaligus menjadikan Paulinho sebagai penandatanganan termahal klub asal London itu. &amp;nbsp; Sebelumnya rekor pemain termahal The Lilywhites dipegang oleh Luka Modric yang didatangkan dari Dinamo Zagreb musim 2008 silam. Pemain yang saat itu dibanderol 16,5 juta pounds itu pun kini membela Real Madrid.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Dapatkan info sepakbola terlengkap di twitter kami @bola_okezone</content:encoded></item></channel></rss>
