<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Brasil Bakal Sulit Ditaklukkan dalam Beberapa Tahun ke Depan&quot;</title><description>Mantan pemain internasional Italia, Gianluca Vialli menyatakan bahwa Brasil akan menjelma menjadi tim yang sulit ditaklukkan dalam beberapa tahun ke depan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/07/01/51/830210/brasil-bakal-sulit-ditaklukkan-dalam-beberapa-tahun-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/07/01/51/830210/brasil-bakal-sulit-ditaklukkan-dalam-beberapa-tahun-ke-depan"/><item><title>&quot;Brasil Bakal Sulit Ditaklukkan dalam Beberapa Tahun ke Depan&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/07/01/51/830210/brasil-bakal-sulit-ditaklukkan-dalam-beberapa-tahun-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/07/01/51/830210/brasil-bakal-sulit-ditaklukkan-dalam-beberapa-tahun-ke-depan</guid><pubDate>Senin 01 Juli 2013 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Lie Erwin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/01/51/830210/wkCa164i8Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pemain Brasil merayakan gelar juara Piala Konfederasi (foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/01/51/830210/wkCa164i8Y.jpg</image><title>Para pemain Brasil merayakan gelar juara Piala Konfederasi (foto: Reuters)</title></images><description>RIO DE JANEIRO &amp;ndash; Mantan pemain internasional Italia, Gianluca Vialli menyatakan bahwa Brasil akan menjelma menjadi tim yang sulit ditaklukkan dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu diungkapkannya sesaat setelah Brasil menaklukkan Spanyol dalam partai final Piala Konfederasi sekaligus menjadi juara ajang tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Brasil akan sulit ditaklukkan dalam beberapa tahun ke depan, mereka bermain sebagai tim yang memiliki semangat dan tempo yang tepat. Mereka mengatasi tekanan dengan sangat baik. Mereka bermain dengan berani dan agresif, &amp;rdquo; ujar Vialli kepada BBC Sport, Senin (1/7/2013).
&amp;nbsp;
Pada kesempatan yang sama, mantan punggawa Juventus ini juga menilai bahwa kekalahan yang dialami Spanyol pada pertandingan final menghadapi Brasil lebih diutamakan karena faktor fisik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Itu merupakan penampilan yang aneh dari Spanyol. Kekalahan itu lebih diutamakan akibat menurunnya fisik mereka. Jika anda tidak setajam lawan anda maka anda akan kalah,&amp;rdquo; tutup pria berusia 48 tahun ini.
&amp;nbsp;
Pada pertandingan final tersebut, Tim Matador memang memiliki waktu istirahat yang lebih singkat dibandingkan Brasil, setelah mereka harus menjalani partai semifinal melawan Italia sehari setelah Tim Samba. Ditambah, mereka harus melakoni partai semifinal selama 120 menit plus babak adu penalti.</description><content:encoded>RIO DE JANEIRO &amp;ndash; Mantan pemain internasional Italia, Gianluca Vialli menyatakan bahwa Brasil akan menjelma menjadi tim yang sulit ditaklukkan dalam beberapa tahun ke depan. Hal itu diungkapkannya sesaat setelah Brasil menaklukkan Spanyol dalam partai final Piala Konfederasi sekaligus menjadi juara ajang tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Brasil akan sulit ditaklukkan dalam beberapa tahun ke depan, mereka bermain sebagai tim yang memiliki semangat dan tempo yang tepat. Mereka mengatasi tekanan dengan sangat baik. Mereka bermain dengan berani dan agresif, &amp;rdquo; ujar Vialli kepada BBC Sport, Senin (1/7/2013).
&amp;nbsp;
Pada kesempatan yang sama, mantan punggawa Juventus ini juga menilai bahwa kekalahan yang dialami Spanyol pada pertandingan final menghadapi Brasil lebih diutamakan karena faktor fisik.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Itu merupakan penampilan yang aneh dari Spanyol. Kekalahan itu lebih diutamakan akibat menurunnya fisik mereka. Jika anda tidak setajam lawan anda maka anda akan kalah,&amp;rdquo; tutup pria berusia 48 tahun ini.
&amp;nbsp;
Pada pertandingan final tersebut, Tim Matador memang memiliki waktu istirahat yang lebih singkat dibandingkan Brasil, setelah mereka harus menjalani partai semifinal melawan Italia sehari setelah Tim Samba. Ditambah, mereka harus melakoni partai semifinal selama 120 menit plus babak adu penalti.</content:encoded></item></channel></rss>
