<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tersingkir, Pelatih Tahiti Tetap Positive Thinking</title><description>Meski harus tersingkir dari ajang Piala Konfederasi 2013 dengan  kebobolan 24 gol dari tiga pertandingan. Namun pelatih tim nasional  Tahiti, Eddy Etaeta tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Justru dia  tetap mengambil sisi positif dari apa yang dialami tim asuhannya  tersebut.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/06/24/51/826864/tersingkir-pelatih-tahiti-tetap-positive-thinking</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/06/24/51/826864/tersingkir-pelatih-tahiti-tetap-positive-thinking"/><item><title>Tersingkir, Pelatih Tahiti Tetap Positive Thinking</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/06/24/51/826864/tersingkir-pelatih-tahiti-tetap-positive-thinking</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/06/24/51/826864/tersingkir-pelatih-tahiti-tetap-positive-thinking</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2013 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Anang Fajar Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/24/51/826864/fABB1BGmIJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salam perpisahan timnas Tahiti usai tersingkir di piala konfederasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/24/51/826864/fABB1BGmIJ.jpg</image><title>Salam perpisahan timnas Tahiti usai tersingkir di piala konfederasi (Foto: Reuters)</title></images><description>SANTOS &amp;ndash; Meski harus tersingkir dari ajang Piala Konfederasi 2013 dengan kebobolan 24 gol dari tiga pertandingan. Namun pelatih tim nasional Tahiti, Eddy Etaeta tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Justru dia tetap mengambil sisi positif dari apa yang dialami tim asuhannya tersebut.
&amp;nbsp;
Dalam laga terakhir penyisihan grup B, Tahiti lagi-lagi menjadi lumbung gol bagi sang lawan. Tim nasional Uruguay, sukses menggasak Tahiti dengan skor telak 8-0.
&amp;nbsp;
Bahkan di pertandingan sebelumnya &amp;ndash;di pertandingan perdana-, mereka harus takluk dari tangan Nigeria dengan skor 6-1. dan yang paling mencengangkan, mereka harus kalah dari sang juara dunia, Spanyol, 10 gol tanpa balas.
&amp;nbsp;
Meski begitu, penampilan Tahiti perlu diacungi jempol. Mereka tidak memiliki perasaan minder berhadapan dengan klub raksasa lainya. Permainan terbuka dan serangan yang mereka bangun, menunjukkan bagaimana semangat yang mereka usung.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jelas, sebenarnya kami tidak ingin menderita seperti itu &amp;ndash;kalah di tiap pertandingan-. Tapi kami memang tidak memiliki cara untuk menghentikan serangan Uruguay. Perbedaan kami dan Uruguay sangat besar. Layaknya tim amatir berhadapan dengan tim raksasa,&amp;rdquo; ucap Etaeta, dikutip FIFA, Senin (24/6/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Turnamen ini &amp;ndash;Piala Konfederasi- sudah berakhir bagi kami. Tapi kami banyak mengambil pelajaran. Kami akan coba bangkit sedikit demi sedikit,&amp;rdquo; tegas sang pelatih.
&amp;nbsp;
Tahiti patut berbangga, pasalnya mereka berasal dari negara yang tidak terlalu tersohor, tapi mampu bersaing dan melawan tim-tim dari negara besar di kancah sepakbola dunia meski hanya bermaterikan pemain amatir yang terdiri dari berbagai profesi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Follow twitter resmi kami @bola_okezone</description><content:encoded>SANTOS &amp;ndash; Meski harus tersingkir dari ajang Piala Konfederasi 2013 dengan kebobolan 24 gol dari tiga pertandingan. Namun pelatih tim nasional Tahiti, Eddy Etaeta tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Justru dia tetap mengambil sisi positif dari apa yang dialami tim asuhannya tersebut.
&amp;nbsp;
Dalam laga terakhir penyisihan grup B, Tahiti lagi-lagi menjadi lumbung gol bagi sang lawan. Tim nasional Uruguay, sukses menggasak Tahiti dengan skor telak 8-0.
&amp;nbsp;
Bahkan di pertandingan sebelumnya &amp;ndash;di pertandingan perdana-, mereka harus takluk dari tangan Nigeria dengan skor 6-1. dan yang paling mencengangkan, mereka harus kalah dari sang juara dunia, Spanyol, 10 gol tanpa balas.
&amp;nbsp;
Meski begitu, penampilan Tahiti perlu diacungi jempol. Mereka tidak memiliki perasaan minder berhadapan dengan klub raksasa lainya. Permainan terbuka dan serangan yang mereka bangun, menunjukkan bagaimana semangat yang mereka usung.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jelas, sebenarnya kami tidak ingin menderita seperti itu &amp;ndash;kalah di tiap pertandingan-. Tapi kami memang tidak memiliki cara untuk menghentikan serangan Uruguay. Perbedaan kami dan Uruguay sangat besar. Layaknya tim amatir berhadapan dengan tim raksasa,&amp;rdquo; ucap Etaeta, dikutip FIFA, Senin (24/6/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Turnamen ini &amp;ndash;Piala Konfederasi- sudah berakhir bagi kami. Tapi kami banyak mengambil pelajaran. Kami akan coba bangkit sedikit demi sedikit,&amp;rdquo; tegas sang pelatih.
&amp;nbsp;
Tahiti patut berbangga, pasalnya mereka berasal dari negara yang tidak terlalu tersohor, tapi mampu bersaing dan melawan tim-tim dari negara besar di kancah sepakbola dunia meski hanya bermaterikan pemain amatir yang terdiri dari berbagai profesi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Follow twitter resmi kami @bola_okezone</content:encoded></item></channel></rss>
