<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari Heynckes untuk Generasi Schweini</title><description>Jupp Heynckes mungkin pelatih yang paling bahagia saat ini. Jelang akhir  kariernya bersama Bayern Munich, ia telah mengangkat trofi Bundesliga  dan Liga Champions, dan tetap berkesempatan meraih treble. Ia pun kemudian mendedikasikan hal tersebut kepada para pemain, khususnya yang satu generasi dengan Bastian Schweinsteiger.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/26/261/812735/dari-heynckes-untuk-generasi-schweini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/05/26/261/812735/dari-heynckes-untuk-generasi-schweini"/><item><title>Dari Heynckes untuk Generasi Schweini</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/26/261/812735/dari-heynckes-untuk-generasi-schweini</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/05/26/261/812735/dari-heynckes-untuk-generasi-schweini</guid><pubDate>Minggu 26 Mei 2013 06:54 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/26/261/812735/8hGXaVfDDD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jupp Heynckes. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/26/261/812735/8hGXaVfDDD.jpg</image><title>Jupp Heynckes. (Foto: Reuters)</title></images><description>LONDON - Jupp Heynckes mungkin pelatih yang paling bahagia saat ini. Jelang akhir kariernya bersama Bayern Munich, ia telah mengangkat trofi Bundesliga dan Liga Champions, dan tetap berkesempatan meraih treble. Ia pun kemudian mendedikasikan hal tersebut kepada para pemain, khususnya yang satu generasi dengan Bastian Schweinsteiger.
&amp;nbsp;
Bayern meraih trofi kelima Liga Champions mereka usai menumbangkan Borussia Dortmund pada partai final yang berlangsung di Stadion Wembley. Trofi tersebut terasa spesial, lantaran pada dua final Liga Champions sebelumnya (2010 dan 2012), Die Roten selalu kandas di final, oleh Inter Milan dan Chelsea.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ada tekanan bagi kedua tim tapi kami jelas merasakan beban menjadi (tim) yang difavoritkan pada 20 menit pertama. Kami tak bisa bermain (dengan baik) pada babak pertama, jadi saya memperbaikinya pada babak berikutnya,&amp;rdquo; ujar Heynckes, seperti dilansir Goal, Minggu (26/5/2013).
&amp;nbsp;
Heynckes juga mengatakan kalau hal ini terasa jauh lebih hebat ketimbang comeback yang dilakukan timnya pada laga lanjutan Bundesliga melawan Borussia Monchengladbach. &amp;ldquo;Pekan lalu, di Gladbach, merupakan situasi yang unik. Tapi, saat ini, saya benar-benar merasa bahagia untuk para pemain, dan juga generasi Lahm/Schweinsteiger,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Setelah lepas dari beban hadir pada sepanjang laga, Heynckes mengatakan kalau para pemainnnya kini bisa merasa lega. &amp;ldquo;Saya akan merayakannya bersama tim malam ini, karena mereka telah (berhasil) melakukannya. Saya yakin, malam ini mereka akan merasa senang dan lega,&amp;rdquo; tutup pelatih berusia 68 tahun tersebut.Follow @bola_okezone untuk mendapatkan info seputar sepakbola</description><content:encoded>LONDON - Jupp Heynckes mungkin pelatih yang paling bahagia saat ini. Jelang akhir kariernya bersama Bayern Munich, ia telah mengangkat trofi Bundesliga dan Liga Champions, dan tetap berkesempatan meraih treble. Ia pun kemudian mendedikasikan hal tersebut kepada para pemain, khususnya yang satu generasi dengan Bastian Schweinsteiger.
&amp;nbsp;
Bayern meraih trofi kelima Liga Champions mereka usai menumbangkan Borussia Dortmund pada partai final yang berlangsung di Stadion Wembley. Trofi tersebut terasa spesial, lantaran pada dua final Liga Champions sebelumnya (2010 dan 2012), Die Roten selalu kandas di final, oleh Inter Milan dan Chelsea.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ada tekanan bagi kedua tim tapi kami jelas merasakan beban menjadi (tim) yang difavoritkan pada 20 menit pertama. Kami tak bisa bermain (dengan baik) pada babak pertama, jadi saya memperbaikinya pada babak berikutnya,&amp;rdquo; ujar Heynckes, seperti dilansir Goal, Minggu (26/5/2013).
&amp;nbsp;
Heynckes juga mengatakan kalau hal ini terasa jauh lebih hebat ketimbang comeback yang dilakukan timnya pada laga lanjutan Bundesliga melawan Borussia Monchengladbach. &amp;ldquo;Pekan lalu, di Gladbach, merupakan situasi yang unik. Tapi, saat ini, saya benar-benar merasa bahagia untuk para pemain, dan juga generasi Lahm/Schweinsteiger,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Setelah lepas dari beban hadir pada sepanjang laga, Heynckes mengatakan kalau para pemainnnya kini bisa merasa lega. &amp;ldquo;Saya akan merayakannya bersama tim malam ini, karena mereka telah (berhasil) melakukannya. Saya yakin, malam ini mereka akan merasa senang dan lega,&amp;rdquo; tutup pelatih berusia 68 tahun tersebut.Follow @bola_okezone untuk mendapatkan info seputar sepakbola</content:encoded></item></channel></rss>
