<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Dortmund Bisa Ulang Sejarah 1997&quot;</title><description>Kiper Borussia Dortmund, Roman Weidenfeller ingin timnya dicatat dalam  buku sejarah dengan memenangkan Liga Champions. Weidenfeller ingin  Dortmund mengulang sukses 1997 ketika jadi juara dengan status Kuda  Hitam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/24/261/812053/dortmund-bisa-ulang-sejarah-1997</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/05/24/261/812053/dortmund-bisa-ulang-sejarah-1997"/><item><title>&quot;Dortmund Bisa Ulang Sejarah 1997&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/24/261/812053/dortmund-bisa-ulang-sejarah-1997</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/05/24/261/812053/dortmund-bisa-ulang-sejarah-1997</guid><pubDate>Jum'at 24 Mei 2013 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Lie Erwin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/24/261/812053/WEsEGFzZB3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sebastian Kehl dan Roman Weidenfeller yakin Dortmund bisa ulang sukses 1997 (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/24/261/812053/WEsEGFzZB3.jpg</image><title>Sebastian Kehl dan Roman Weidenfeller yakin Dortmund bisa ulang sukses 1997 (Foto: Reuters)</title></images><description>DORTMUND - Kiper Borussia Dortmund, Roman Weidenfeller ingin timnya dicatat dalam buku sejarah dengan memenangkan Liga Champions. Weidenfeller ingin Dortmund mengulang sukses 1997 ketika jadi juara dengan status Kuda Hitam.Ya, Die Borussen sempat menggoreskan tinta emas pada final Liga Champions 1996/1997. Kala itu, Dortmund yang sama sekali tidak diunggulkan, sukses membuat kejutan besar dengan menumbangkan Juventus yang kala itu diperkuat Zinedine Zidane, dengan skor meyakinkan 3-1.Nah, situasi serupa kini kembali dialami Dortmund. Skuad besutan Jurgen Klopp sebagai tim underdog, kala menghadapi Bayern Munich pada laga final di Wembley Stadium, Minggu (26/5) dini hari WIB.&amp;ldquo;Sampai hari ini setiap orang masih membicarakan kekaguman pada tim juara 1997, &amp;rdquo; ujar Weidenfeller dalam sebuah wawancara dengan tabloid Jerman, Kicker.&amp;ldquo;Seharusnya sekarang kita juga sukses mengangkat trofi di London, kita dapat mencapai status yang sama. Tetapi Bayern akan bersemangat melakukan apapun untuk mengalahkan kita pada Sabtu nanti (Minggu dini hari-red),&amp;rdquo; sambungnya.Entah hanya kebetulan atau apa, namun skenario sukses Dortmund 16 tahun silam, sama persis dengan yang terjadi di musim ini. Pada laga pamungkasn Bundesliga tahun 1997 (sebelum final), Dortmund dikalahkan Hamburg. Sementara di tahun ini, mereka juga menutup kompetisi Bundesliga dengan kekalahan 1-2 dari Hoffenheim.&amp;ldquo;Ya, itu adalah pertanda yang bagus. Kita kembali menjadi underdog. Seperti yang dialami oleh tim pada 1997, itu mengingatkan kita: dalam satu pertandingan semua bisa terjadi,&amp;rdquo; pungkas pemain yang juga menjabat kapten tersebut.Follow @bola_okezone untuk mendapatkan info seputar sepakbola</description><content:encoded>DORTMUND - Kiper Borussia Dortmund, Roman Weidenfeller ingin timnya dicatat dalam buku sejarah dengan memenangkan Liga Champions. Weidenfeller ingin Dortmund mengulang sukses 1997 ketika jadi juara dengan status Kuda Hitam.Ya, Die Borussen sempat menggoreskan tinta emas pada final Liga Champions 1996/1997. Kala itu, Dortmund yang sama sekali tidak diunggulkan, sukses membuat kejutan besar dengan menumbangkan Juventus yang kala itu diperkuat Zinedine Zidane, dengan skor meyakinkan 3-1.Nah, situasi serupa kini kembali dialami Dortmund. Skuad besutan Jurgen Klopp sebagai tim underdog, kala menghadapi Bayern Munich pada laga final di Wembley Stadium, Minggu (26/5) dini hari WIB.&amp;ldquo;Sampai hari ini setiap orang masih membicarakan kekaguman pada tim juara 1997, &amp;rdquo; ujar Weidenfeller dalam sebuah wawancara dengan tabloid Jerman, Kicker.&amp;ldquo;Seharusnya sekarang kita juga sukses mengangkat trofi di London, kita dapat mencapai status yang sama. Tetapi Bayern akan bersemangat melakukan apapun untuk mengalahkan kita pada Sabtu nanti (Minggu dini hari-red),&amp;rdquo; sambungnya.Entah hanya kebetulan atau apa, namun skenario sukses Dortmund 16 tahun silam, sama persis dengan yang terjadi di musim ini. Pada laga pamungkasn Bundesliga tahun 1997 (sebelum final), Dortmund dikalahkan Hamburg. Sementara di tahun ini, mereka juga menutup kompetisi Bundesliga dengan kekalahan 1-2 dari Hoffenheim.&amp;ldquo;Ya, itu adalah pertanda yang bagus. Kita kembali menjadi underdog. Seperti yang dialami oleh tim pada 1997, itu mengingatkan kita: dalam satu pertandingan semua bisa terjadi,&amp;rdquo; pungkas pemain yang juga menjabat kapten tersebut.Follow @bola_okezone untuk mendapatkan info seputar sepakbola</content:encoded></item></channel></rss>
