<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wembley Menanti Adu Karakter Heynckes-Klopp</title><description>All-German final pertama di Champions League Minggu dini hari nanti, takkan hanya menyajikan clash dua gaya sepakbola Jerman, tapi juga panggung adu karakter dan strategi dari dua nakhoda &amp;ndash; Jupp Heynckes dan J&amp;uuml;rgen Klopp.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/23/261/811532/wembley-menanti-adu-karakter-heynckes-klopp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/05/23/261/811532/wembley-menanti-adu-karakter-heynckes-klopp"/><item><title>Wembley Menanti Adu Karakter Heynckes-Klopp</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/23/261/811532/wembley-menanti-adu-karakter-heynckes-klopp</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/05/23/261/811532/wembley-menanti-adu-karakter-heynckes-klopp</guid><pubDate>Kamis 23 Mei 2013 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/23/261/811532/mDPjSSjSKe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jurgen Norbert Klopp &amp; Josef &quot;Jupp&quot; Heynckes (Foto: UEFA.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/23/261/811532/mDPjSSjSKe.jpg</image><title>Jurgen Norbert Klopp &amp; Josef &quot;Jupp&quot; Heynckes (Foto: UEFA.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; All-German final pertama di Champions League Minggu dini hari nanti, takkan hanya menyajikan clash dua gaya sepakbola Jerman, tapi juga panggung adu karakter dan strategi dari dua nakhoda &amp;ndash; Jupp Heynckes dan J&amp;uuml;rgen Klopp.
&amp;nbsp;
Heynckes di kubu Bayern Munich, sudah memijak karier senjanya dan tengah mengejar kesempurnaan treble sebagai persembahan terakhirnya, sebelum digantikan Josep Guardiola yang resmi mengambil alih Juli mendatang.
&amp;nbsp;
Di tepi lapangan, Heynckes tipe pelatih yang &amp;ldquo;gemar&amp;rdquo; menyembunyikan emosinya. Jelas hal yang amat berbeda jika menengok Klopp di tempat yang sama. Pelatih berusia 45 tahun itu terbiasa meledakkan emosinya di lapangan tiap kali timnya merumput.
&amp;nbsp;
Merujuk awal kariernya sebagai pemain, Klopp menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama Mainz 05 yang kala itu langganan di kasta kedua. Adapun Heynckes, terbilang punya karier emas di tengah lapangan.
&amp;nbsp;
Seorang st&amp;uuml;rmer (penyerang) berkelas di era 70an dan satu angkatan dengan Presiden Bayern, Uli Hoeness, ketika memenangkan Euro 1972 dan Piala Dunia dua tahun berikutnya dengan berseragam tim nasional Jerman.
&amp;nbsp;
Usai menutup karier sebagai pemain, pria yang dijuluki Osram itu memulai profesi kepelatihannya di klub kampung halamannya, Borussia M&amp;ouml;nchengladbach. Dari sini lah Heynckes membentuk karakternya sebagai pemimpin bench dengan mendasarkan kedisiplinan, kerja keras dan usaha konstan sebagai filosofinya.
&amp;nbsp;
Heynckes juga andal menangani nama-nama besar untuk meredam segala arogansi yang ada dalam skuadnya. Dengan merekrut Dante Bonfim, Javi Mart&amp;iacute;nez dan Mario Mandzukic pada musim panas lalu. Ketiganya sukses mengusik zona nyaman para bintang Bayern macam Arjen Robben dan Mario G&amp;oacute;mez. Dengan begitu, Bayern pun kompetitif di internal tim dan yang pasti di atas lapangan.
&amp;nbsp;
Klopp sendiri, patut diacungi jempol jika sudah memoles nama-nama medioker untuk lantas menjadi pemain yang diincar banyak klub mapan. Sebut saja Nuri Sahin, Shinji Kagawa dan terakhir, Mario G&amp;ouml;tze, saat Dortmund sedianya berada di ambang kebangkrutan sejak 2005 silam.
&amp;nbsp;
 
Die Schwarzgelben sempat kehilangan daya gempurnya saat Kagawa dan Sahin hengkang. Tapi Klopp terkenal dekat dengan para pemainnya, bahkan sudah lebih seperti Kakak ketimbang pelatih. Dengan begitu, perlahan Klopp sanggup mengompensasi kehilangan para bintang mereka dengan talenta-talenta baru macam pemain-pemain macam Ilkay G&amp;uuml;ndogan dan Kevin Grosskreutz.
&amp;nbsp;
Dengan kepribadian humoris dan emosional, jelas karakter Klopp berlawanan dengan filosofi konvensional yang tegas dari Heynckes. Wembley pun menantikan siapa di antara kedua pelatih mengesankan ini yang akan &amp;ldquo;tertawa&amp;rdquo;paling akhir.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; All-German final pertama di Champions League Minggu dini hari nanti, takkan hanya menyajikan clash dua gaya sepakbola Jerman, tapi juga panggung adu karakter dan strategi dari dua nakhoda &amp;ndash; Jupp Heynckes dan J&amp;uuml;rgen Klopp.
&amp;nbsp;
Heynckes di kubu Bayern Munich, sudah memijak karier senjanya dan tengah mengejar kesempurnaan treble sebagai persembahan terakhirnya, sebelum digantikan Josep Guardiola yang resmi mengambil alih Juli mendatang.
&amp;nbsp;
Di tepi lapangan, Heynckes tipe pelatih yang &amp;ldquo;gemar&amp;rdquo; menyembunyikan emosinya. Jelas hal yang amat berbeda jika menengok Klopp di tempat yang sama. Pelatih berusia 45 tahun itu terbiasa meledakkan emosinya di lapangan tiap kali timnya merumput.
&amp;nbsp;
Merujuk awal kariernya sebagai pemain, Klopp menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama Mainz 05 yang kala itu langganan di kasta kedua. Adapun Heynckes, terbilang punya karier emas di tengah lapangan.
&amp;nbsp;
Seorang st&amp;uuml;rmer (penyerang) berkelas di era 70an dan satu angkatan dengan Presiden Bayern, Uli Hoeness, ketika memenangkan Euro 1972 dan Piala Dunia dua tahun berikutnya dengan berseragam tim nasional Jerman.
&amp;nbsp;
Usai menutup karier sebagai pemain, pria yang dijuluki Osram itu memulai profesi kepelatihannya di klub kampung halamannya, Borussia M&amp;ouml;nchengladbach. Dari sini lah Heynckes membentuk karakternya sebagai pemimpin bench dengan mendasarkan kedisiplinan, kerja keras dan usaha konstan sebagai filosofinya.
&amp;nbsp;
Heynckes juga andal menangani nama-nama besar untuk meredam segala arogansi yang ada dalam skuadnya. Dengan merekrut Dante Bonfim, Javi Mart&amp;iacute;nez dan Mario Mandzukic pada musim panas lalu. Ketiganya sukses mengusik zona nyaman para bintang Bayern macam Arjen Robben dan Mario G&amp;oacute;mez. Dengan begitu, Bayern pun kompetitif di internal tim dan yang pasti di atas lapangan.
&amp;nbsp;
Klopp sendiri, patut diacungi jempol jika sudah memoles nama-nama medioker untuk lantas menjadi pemain yang diincar banyak klub mapan. Sebut saja Nuri Sahin, Shinji Kagawa dan terakhir, Mario G&amp;ouml;tze, saat Dortmund sedianya berada di ambang kebangkrutan sejak 2005 silam.
&amp;nbsp;
 
Die Schwarzgelben sempat kehilangan daya gempurnya saat Kagawa dan Sahin hengkang. Tapi Klopp terkenal dekat dengan para pemainnya, bahkan sudah lebih seperti Kakak ketimbang pelatih. Dengan begitu, perlahan Klopp sanggup mengompensasi kehilangan para bintang mereka dengan talenta-talenta baru macam pemain-pemain macam Ilkay G&amp;uuml;ndogan dan Kevin Grosskreutz.
&amp;nbsp;
Dengan kepribadian humoris dan emosional, jelas karakter Klopp berlawanan dengan filosofi konvensional yang tegas dari Heynckes. Wembley pun menantikan siapa di antara kedua pelatih mengesankan ini yang akan &amp;ldquo;tertawa&amp;rdquo;paling akhir.</content:encoded></item></channel></rss>
