<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembali ke Akar</title><description>Entrenador Diego Simeone punya cara unik untuk mempersiapkan timnya jelang konfrontasi dengan tim sekota, Real Madrid di final Copa del Rey. Simeone mengajak skuadnya kembali ke tempat di mana mereka memulai pemanasan pra-musim.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/17/46/808846/kembali-ke-akar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/05/17/46/808846/kembali-ke-akar"/><item><title>Kembali ke Akar</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/17/46/808846/kembali-ke-akar</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/05/17/46/808846/kembali-ke-akar</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2013 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/17/46/808846/vmd6YChpr8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diego Pablo Simeone (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/17/46/808846/vmd6YChpr8.jpg</image><title>Diego Pablo Simeone (Foto: Reuters)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Entrenador Diego Simeone punya cara unik untuk mempersiapkan timnya jelang konfrontasi dengan tim sekota, Real Madrid di partai istimewa bertajuk final Copa del Rey. Simeone mengajak skuadnya kembali ke tempat di mana mereka memulai pemanasan pra-musim.
&amp;nbsp;
Tepatnya di Los &amp;Aacute;ngeles de San Rafael &amp;ndash; sebuah kawasan terpencil di propinsi Segovia. Alasan Simeone adalah pelatih berpaspor Argentina itu ingin anak-anak asuhnya bisa kembali ke akar mereka kala membangun mimpi, angan-angan dengan latihan dan kerja keras.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tak mengikuti jalan kembali seperti di tahun 1996. Saya percaya dengan berdasarkan kerja keras, kami sanggup meraih apapun. Saya memang sedikit kuno, tapi saya lebih senang kembali ke akar. Kembali ke saat pra-musim di mana kami membangun segala mimpi kami,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya ingin kembali ke tempat yang sama di mana kami memulai kerja keras kami. Kembali ke tempat di mana semua impian dimulai untuk kami realisasikan sepanjang musim ini. Saya ingin semua tim merasakannya,&amp;rdquo; lanjut Simeone,  seperti dinukil Football-Espana, Jumat (17/5/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kerja keras akan membawa hasil penting. Tim ini terbentuk dengan amat baik, memenangkan Piala Super Eropa, berada di peringkat tiga Liga, bersaing dengan Barcelona dan Real Madrid dan tampil di final. Semua itu berawal dari Los &amp;Aacute;ngeles de San Rafael. Senang rasanya bisa kembali dan mengingat itu semua,&amp;rdquo; sambungnya lagi.
&amp;nbsp;
Untuk komposisi 11 pemain pertama yang akan dimainkan, mungkin Simeone belum mau terbuka tapi setidaknya, eks-pilar tim Tango itu bersedia membeberkan taktik seperti apa yang sedianya akan jadi permulaan Atl&amp;eacute;tico Madrid meladeni saudara tuanya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Taktik? Kami berniat memainkan formasi 4-4-2, yang amat kami sukai. Formasi ini membolehkan skuad menggunakan segala hal yang terbaik untuk memenangkan pertandingan. Motivasi terbaik, saya rasa saya akan bicara secara pribadi kepada para pemain. Tapi yang paling penting, memastikan apa yang mereka rasakan dalam hati untuk pertandingan penting malam ini,&amp;rdquo; tuntasnya.</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Entrenador Diego Simeone punya cara unik untuk mempersiapkan timnya jelang konfrontasi dengan tim sekota, Real Madrid di partai istimewa bertajuk final Copa del Rey. Simeone mengajak skuadnya kembali ke tempat di mana mereka memulai pemanasan pra-musim.
&amp;nbsp;
Tepatnya di Los &amp;Aacute;ngeles de San Rafael &amp;ndash; sebuah kawasan terpencil di propinsi Segovia. Alasan Simeone adalah pelatih berpaspor Argentina itu ingin anak-anak asuhnya bisa kembali ke akar mereka kala membangun mimpi, angan-angan dengan latihan dan kerja keras.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami tak mengikuti jalan kembali seperti di tahun 1996. Saya percaya dengan berdasarkan kerja keras, kami sanggup meraih apapun. Saya memang sedikit kuno, tapi saya lebih senang kembali ke akar. Kembali ke saat pra-musim di mana kami membangun segala mimpi kami,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya ingin kembali ke tempat yang sama di mana kami memulai kerja keras kami. Kembali ke tempat di mana semua impian dimulai untuk kami realisasikan sepanjang musim ini. Saya ingin semua tim merasakannya,&amp;rdquo; lanjut Simeone,  seperti dinukil Football-Espana, Jumat (17/5/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kerja keras akan membawa hasil penting. Tim ini terbentuk dengan amat baik, memenangkan Piala Super Eropa, berada di peringkat tiga Liga, bersaing dengan Barcelona dan Real Madrid dan tampil di final. Semua itu berawal dari Los &amp;Aacute;ngeles de San Rafael. Senang rasanya bisa kembali dan mengingat itu semua,&amp;rdquo; sambungnya lagi.
&amp;nbsp;
Untuk komposisi 11 pemain pertama yang akan dimainkan, mungkin Simeone belum mau terbuka tapi setidaknya, eks-pilar tim Tango itu bersedia membeberkan taktik seperti apa yang sedianya akan jadi permulaan Atl&amp;eacute;tico Madrid meladeni saudara tuanya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Taktik? Kami berniat memainkan formasi 4-4-2, yang amat kami sukai. Formasi ini membolehkan skuad menggunakan segala hal yang terbaik untuk memenangkan pertandingan. Motivasi terbaik, saya rasa saya akan bicara secara pribadi kepada para pemain. Tapi yang paling penting, memastikan apa yang mereka rasakan dalam hati untuk pertandingan penting malam ini,&amp;rdquo; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
