<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelatih PSM Tagih Uangnya</title><description>Ragam masalah secara lumrah melanda PSM Makassar selama dua musim  terakhir. Mulai dari faktor teknis seperti cedera para pemain maupun  gangguan nonteknis misalnya gaji yang telat dibayarkan oleh pihak  pengelola PT Paggolona Sulawesi Mandiri (PSM).</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/12/49/805560/pelatih-psm-tagih-uangnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/05/12/49/805560/pelatih-psm-tagih-uangnya"/><item><title>Pelatih PSM Tagih Uangnya</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/12/49/805560/pelatih-psm-tagih-uangnya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/05/12/49/805560/pelatih-psm-tagih-uangnya</guid><pubDate>Minggu 12 Mei 2013 01:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>MAKASSAR &amp;ndash; Ragam masalah secara lumrah melanda PSM Makassar selama dua musim terakhir. Mulai dari faktor teknis seperti cedera para pemain maupun gangguan nonteknis misalnya gaji yang telat dibayarkan oleh pihak pengelola PT Paggolona Sulawesi Mandiri (PSM). &amp;nbsp;Belum lagi kendala dalam kompetisi Indonesia Premier League (IPL) itu sendiri berupa jadwal pertandingan yang kadang-kadang terlalu mepet namun tak jarang sering molor terlalu lama. Setelah melakoni laga kandang kontra Produta FC, Rabu 8 Mei lalu, PSM praktis menganggur sebulan lebih. Baru pada akhir Juni nanti, Pasukan Ramang melawat ke kandang Persebaya Surabaya melanjutkan pertandingan.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Setelah pertandingan lawan Semen Padang, saya sangat kecewa. Menurut saya, kami tidak seharusnya kalah bila wasit memberi kami hadiah penalti. Dalam opini saya, tak ada lagi asas profesional di kompetisi IPL ini. Tak ada siaran televisi, tak ada uang gaji buat pemain,&amp;rdquo; keluh pelatih Petar Segrt kepada Okezone, Sabtu (11/5/2013).&amp;nbsp;Menurut Segrt, dia telah bicara dengan pihak manajemen dan mengungkapkan tidak baik bagi pemain kalau mereka terus-terusan mogok latihan. Katanya, adalah salah manajemen juga bila tidak membayar gaji pemain. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Saya melihat hal ini sudah berlangsung berlarut-larut selama satu tahun. Tahun lalu, ketika kami berada di puncak klasemen IPL sebagai nomor satu di Indonesia, masalah gaji muncul membuat pemain mogok,&amp;rdquo; tutur Segrt. &amp;nbsp;Pelatih kelahiran Durdevac itu menyebutkan, selama setahun ini dia meminjamkan uang pribadinya buat menolong pembayaran gaji kepada pemain. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Tapi mulai sekarang tidak akan lagi. Saya bilang, jika manajemen inginkan saya tetap di PSM, maka dalam 2-3 hari ini harus membayar gaji saya dan para pemain, termasuk juga melunasi pinjaman yang sudah saya berikan,&amp;rdquo; Segrt memberi ultimatum. &amp;nbsp;Mantan pelatih tim nasional senior Georgia tersebut mengungkap bahwa dia harus berangkat ke Jerman selama dua pekan untuk melakukan operasi lutut kanannya yang sakit. Selama dia absen latihan PSM akan dipimpin oleh asisten pelatih Imran Amirullah dan Anshar Abdullah.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Saya ingin mengembangkan sepakbola di Indonesia. Tapi situasi sekarang ini menyulitkan saya untuk melakukan hal tersebut. Sebelumnya saya menutupi kebutuhan para pemain dan staf manajemen, tapi saya kira kalau terus-menerus dilakukan, maka itu sudah tidak profesional lagi,&amp;rdquo; tandas Segrt.</description><content:encoded>MAKASSAR &amp;ndash; Ragam masalah secara lumrah melanda PSM Makassar selama dua musim terakhir. Mulai dari faktor teknis seperti cedera para pemain maupun gangguan nonteknis misalnya gaji yang telat dibayarkan oleh pihak pengelola PT Paggolona Sulawesi Mandiri (PSM). &amp;nbsp;Belum lagi kendala dalam kompetisi Indonesia Premier League (IPL) itu sendiri berupa jadwal pertandingan yang kadang-kadang terlalu mepet namun tak jarang sering molor terlalu lama. Setelah melakoni laga kandang kontra Produta FC, Rabu 8 Mei lalu, PSM praktis menganggur sebulan lebih. Baru pada akhir Juni nanti, Pasukan Ramang melawat ke kandang Persebaya Surabaya melanjutkan pertandingan.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Setelah pertandingan lawan Semen Padang, saya sangat kecewa. Menurut saya, kami tidak seharusnya kalah bila wasit memberi kami hadiah penalti. Dalam opini saya, tak ada lagi asas profesional di kompetisi IPL ini. Tak ada siaran televisi, tak ada uang gaji buat pemain,&amp;rdquo; keluh pelatih Petar Segrt kepada Okezone, Sabtu (11/5/2013).&amp;nbsp;Menurut Segrt, dia telah bicara dengan pihak manajemen dan mengungkapkan tidak baik bagi pemain kalau mereka terus-terusan mogok latihan. Katanya, adalah salah manajemen juga bila tidak membayar gaji pemain. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Saya melihat hal ini sudah berlangsung berlarut-larut selama satu tahun. Tahun lalu, ketika kami berada di puncak klasemen IPL sebagai nomor satu di Indonesia, masalah gaji muncul membuat pemain mogok,&amp;rdquo; tutur Segrt. &amp;nbsp;Pelatih kelahiran Durdevac itu menyebutkan, selama setahun ini dia meminjamkan uang pribadinya buat menolong pembayaran gaji kepada pemain. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Tapi mulai sekarang tidak akan lagi. Saya bilang, jika manajemen inginkan saya tetap di PSM, maka dalam 2-3 hari ini harus membayar gaji saya dan para pemain, termasuk juga melunasi pinjaman yang sudah saya berikan,&amp;rdquo; Segrt memberi ultimatum. &amp;nbsp;Mantan pelatih tim nasional senior Georgia tersebut mengungkap bahwa dia harus berangkat ke Jerman selama dua pekan untuk melakukan operasi lutut kanannya yang sakit. Selama dia absen latihan PSM akan dipimpin oleh asisten pelatih Imran Amirullah dan Anshar Abdullah.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Saya ingin mengembangkan sepakbola di Indonesia. Tapi situasi sekarang ini menyulitkan saya untuk melakukan hal tersebut. Sebelumnya saya menutupi kebutuhan para pemain dan staf manajemen, tapi saya kira kalau terus-menerus dilakukan, maka itu sudah tidak profesional lagi,&amp;rdquo; tandas Segrt.</content:encoded></item></channel></rss>
