<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Testa, Cuore e Gambe</title><description>Allenatore Juventus, Antonio Conte, merasa waktunya sudah tepat untuk menumpahkan segala rasa yang dipendamnya selama ini &amp;ndash; terutama musim ini di mana Conte sempat terjerat kasus besar skandal perjudian.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/08/47/803792/testa-cuore-e-gambe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/05/08/47/803792/testa-cuore-e-gambe"/><item><title>Testa, Cuore e Gambe</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/08/47/803792/testa-cuore-e-gambe</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/05/08/47/803792/testa-cuore-e-gambe</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2013 04:04 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/08/47/803792/8qmY9uVobW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antonio Conte (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/08/47/803792/8qmY9uVobW.jpg</image><title>Antonio Conte (Foto: Reuters)</title></images><description>TURIN &amp;ndash; Allenatore Juventus, Antonio Conte, merasa waktunya sudah tepat untuk menumpahkan segala rasa yang dipendamnya selama ini &amp;ndash; terutama musim ini di mana Conte sempat terjerat kasus besar skandal perjudian.
&amp;nbsp;
Curahan hatinya itu pun ditumpahkannya dalam sebuah otobiografi yang akan diluncurkan besok, yang sedianya, terisi berbagai kisah yang tercatat baik di memori Conte bertajuk &amp;ldquo;Testa, Cuore e Gambe&amp;rdquo; (Kepala, Hati dan Kaki).
&amp;nbsp;
Menggambarkan berbagai problem yang dihadapinya dengan kepala dingin dan berjiwa besar, Conte bangkit dari keterpurukan dan bahkan komentar beberapa orang yang bilang kariernya sudah berakhir, dengan terapan sempurna dan menghasilkan Scudetto kedua kali berturut-turut.
&amp;nbsp;
Dari berbagai hal yang dituliskannya, emosi Conte nampak saat menguraikan bagaimana skandal Scommessopoli menderanya dan menghasilkan vonis dilarang bersentuhan dengan sepakbola selama 10 bulan.
&amp;nbsp;
Tapi dirinya bebas setelah menjalani sanksi empat bulan berkat banding yang diterima. Berikut petikan tulisan Conte yang berkaitan dengan masalah skandal yang menjerumuskannya itu, sebagaimana dikutip Tuttosport, Rabu (8/5/2013):
&amp;nbsp;
Hal yang membuat saya sakit hati di masa-masa kelam itu adalah ketima membaca sebuah prospek dramatis dari beberapa orang yang mengatakan bahwa karier saya sudah berakhir. Saya bahkan belum dipanggil jaksa penuntut. Tuduhan baru dilayangkan surat kabar sudah memuat daftar kemungkinan pengganti di bench Juve.
 
&amp;nbsp;
 
Karier saya dibangun berdasarkan pengorbanan dan keringat di mana saya berdiri sendiri, di mana saya bekerja dengan studi, aplikasi, disiplin dan kerja keras saya sendiri seperti halnya orang lain. Tapi hal itu melahirkan risiko yang disebabkan kebohongan satu orang.
 
&amp;nbsp;
 
Atau mungkin, orang itu menciptakan seluruh skenarionya yang tentu saja berbeda dari kenyataan dan diubah menjadi kebohongan. Saya tak punya waktu untuk memprotes itu karena pertemuan dengan pengacara berjalan cepat.
 
&amp;nbsp;
 
Lalu saya segera mengambil keputusan penting bahwa saya akan menjadi protagonis dalam kasus pembelaan saya. Saya takkan menganggap diri saya sebagai bagian skandal. Menyadari bahwa bertindak aktif dan memilih solusi yang benar di waktu yang tepat, mungkin saya akan segera paham mengapa saya bisa ada di situasi seperti ini.
 
&amp;nbsp;
 
Pendekatan kasus hukum saya samakan metodenya dengan ketika saya melatih. Terus-menerus bertanya dan tetap mendorong tekanan pada tim saya. Lalu setelah itu saya mengetahui bahwa pihak pembela, punya prosedur untuk membuktikan ketidakbersalahan saya. Membuktikan bahwa tuntutan yang ada tidaklah masuk akal.
 
&amp;nbsp;
 
Hanya mengatakan bahwa tuntutan itu tidak masuk akan memang tidak akan cukup. Tapi itu tumpuan yang selama ini saya cari. Saya pun menjadi orang pertama yang mengambil jalan defensif terhadap investigasi yang ada.</description><content:encoded>TURIN &amp;ndash; Allenatore Juventus, Antonio Conte, merasa waktunya sudah tepat untuk menumpahkan segala rasa yang dipendamnya selama ini &amp;ndash; terutama musim ini di mana Conte sempat terjerat kasus besar skandal perjudian.
&amp;nbsp;
Curahan hatinya itu pun ditumpahkannya dalam sebuah otobiografi yang akan diluncurkan besok, yang sedianya, terisi berbagai kisah yang tercatat baik di memori Conte bertajuk &amp;ldquo;Testa, Cuore e Gambe&amp;rdquo; (Kepala, Hati dan Kaki).
&amp;nbsp;
Menggambarkan berbagai problem yang dihadapinya dengan kepala dingin dan berjiwa besar, Conte bangkit dari keterpurukan dan bahkan komentar beberapa orang yang bilang kariernya sudah berakhir, dengan terapan sempurna dan menghasilkan Scudetto kedua kali berturut-turut.
&amp;nbsp;
Dari berbagai hal yang dituliskannya, emosi Conte nampak saat menguraikan bagaimana skandal Scommessopoli menderanya dan menghasilkan vonis dilarang bersentuhan dengan sepakbola selama 10 bulan.
&amp;nbsp;
Tapi dirinya bebas setelah menjalani sanksi empat bulan berkat banding yang diterima. Berikut petikan tulisan Conte yang berkaitan dengan masalah skandal yang menjerumuskannya itu, sebagaimana dikutip Tuttosport, Rabu (8/5/2013):
&amp;nbsp;
Hal yang membuat saya sakit hati di masa-masa kelam itu adalah ketima membaca sebuah prospek dramatis dari beberapa orang yang mengatakan bahwa karier saya sudah berakhir. Saya bahkan belum dipanggil jaksa penuntut. Tuduhan baru dilayangkan surat kabar sudah memuat daftar kemungkinan pengganti di bench Juve.
 
&amp;nbsp;
 
Karier saya dibangun berdasarkan pengorbanan dan keringat di mana saya berdiri sendiri, di mana saya bekerja dengan studi, aplikasi, disiplin dan kerja keras saya sendiri seperti halnya orang lain. Tapi hal itu melahirkan risiko yang disebabkan kebohongan satu orang.
 
&amp;nbsp;
 
Atau mungkin, orang itu menciptakan seluruh skenarionya yang tentu saja berbeda dari kenyataan dan diubah menjadi kebohongan. Saya tak punya waktu untuk memprotes itu karena pertemuan dengan pengacara berjalan cepat.
 
&amp;nbsp;
 
Lalu saya segera mengambil keputusan penting bahwa saya akan menjadi protagonis dalam kasus pembelaan saya. Saya takkan menganggap diri saya sebagai bagian skandal. Menyadari bahwa bertindak aktif dan memilih solusi yang benar di waktu yang tepat, mungkin saya akan segera paham mengapa saya bisa ada di situasi seperti ini.
 
&amp;nbsp;
 
Pendekatan kasus hukum saya samakan metodenya dengan ketika saya melatih. Terus-menerus bertanya dan tetap mendorong tekanan pada tim saya. Lalu setelah itu saya mengetahui bahwa pihak pembela, punya prosedur untuk membuktikan ketidakbersalahan saya. Membuktikan bahwa tuntutan yang ada tidaklah masuk akal.
 
&amp;nbsp;
 
Hanya mengatakan bahwa tuntutan itu tidak masuk akan memang tidak akan cukup. Tapi itu tumpuan yang selama ini saya cari. Saya pun menjadi orang pertama yang mengambil jalan defensif terhadap investigasi yang ada.</content:encoded></item></channel></rss>
