<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>12 vs 12</title><description>El Derbi Madrile&amp;ntilde;o musim ini tak hanya terjadi di La Liga, tapi juga final Copa del Rey. Kedua tim dipastikan tak hanya berkekuatan 11 vs 11, tapi beserta puluhan ribu pendukung yang akan menebar teror sebagai pemain ke-12 dari kedua kubu.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/08/46/803791/12-vs-12</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/05/08/46/803791/12-vs-12"/><item><title>12 vs 12</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/05/08/46/803791/12-vs-12</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/05/08/46/803791/12-vs-12</guid><pubDate>Rabu 08 Mei 2013 03:03 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/08/46/803791/ovn7XxUrQ5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mario Suarez Mata (kanan) siap hadapi Real Madrid di final Copa del Rey (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/08/46/803791/ovn7XxUrQ5.jpg</image><title>Mario Suarez Mata (kanan) siap hadapi Real Madrid di final Copa del Rey (Foto: Reuters)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; El Derbi Madrile&amp;ntilde;o musim ini tak hanya terjadi di La Liga, tapi juga final Copa del Rey, 17 Mei mendatang. Kedua tim dipastikan tak hanya berkekuatan 11 vs 11, tapi juga beserta puluhan ribu pendukung yang akan sama-sama menebar teror sebagai pemain ke-12 dari kedua kubu.
&amp;nbsp;
Atl&amp;eacute;tico Madrid sendiri selama ini selalu inferior ketimbang Real Madrid. Bahkan Atl&amp;eacute;tico sama sekali tak pernah menang di berbagai panggung, sejak 1999 silam. Mediocampista Mario Su&amp;aacute;rez, ingin timnya mematahkan tren buruk itu, tak hanya berbekal kaki-kaki 10 rekan lainnya, tapi juga pemain ke-12 mereka yang juga akan menyesaki Santiago Bernab&amp;eacute;u sebagai venue final.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya tak ingin memberi prediksi, tapi sejak saya datang ke sini, saya sudah bermain di tiga final dan memenangkan semuanya,&amp;rdquo; tutur Su&amp;aacute;rez, sebagaimana dinukil Football-Espana, Rabu (8/5/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mungkin mereka (Real Madrid) menjadi favoritnya, tapi jalannya pertandingan bisa lain dari prediksi itu. Skuad kami mumpuni untuk menghadapi mereka. Fans kami juga akan tegak berdiri di belakang kami seperti halnya fans mereka di final nanti,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Su&amp;aacute;rez sendiri yang merupakan jebolan akademi Atletico, mulai menjulang kariernya musim ini hingga akhirnya, menarik perhatian tim nasional untuk memanggilnya. Su&amp;aacute;rez mengecap debutnya Februari silam di antara sejumlah gelandang terbaik dunia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Spanyol punya barisan tengah terbaik di dunia dengan dihuni Xavi (Hern&amp;aacute;ndez), (Sergio) Busquets, (Andr&amp;eacute;s) Iniesta&amp;hellip;mereka yang terbaik, tapi saya tak menganggap diri saya sudah sebaik mereka,&amp;rdquo; lanjut gelandang bertahan berusia 26 tahun itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gaya permainan saya? Saya senang bermain dengan sikap yang pantas di lapangan. Saya orang yang tak pernah berpikir kasar untuk merebut bola. Saya tak terlalu suka kontak fisik dan perilaku culas. Saya percaya bahwa hal-hal seperti itu tak patut dalam sepakbola,&amp;rdquo; pungkas Su&amp;aacute;rez.</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; El Derbi Madrile&amp;ntilde;o musim ini tak hanya terjadi di La Liga, tapi juga final Copa del Rey, 17 Mei mendatang. Kedua tim dipastikan tak hanya berkekuatan 11 vs 11, tapi juga beserta puluhan ribu pendukung yang akan sama-sama menebar teror sebagai pemain ke-12 dari kedua kubu.
&amp;nbsp;
Atl&amp;eacute;tico Madrid sendiri selama ini selalu inferior ketimbang Real Madrid. Bahkan Atl&amp;eacute;tico sama sekali tak pernah menang di berbagai panggung, sejak 1999 silam. Mediocampista Mario Su&amp;aacute;rez, ingin timnya mematahkan tren buruk itu, tak hanya berbekal kaki-kaki 10 rekan lainnya, tapi juga pemain ke-12 mereka yang juga akan menyesaki Santiago Bernab&amp;eacute;u sebagai venue final.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya tak ingin memberi prediksi, tapi sejak saya datang ke sini, saya sudah bermain di tiga final dan memenangkan semuanya,&amp;rdquo; tutur Su&amp;aacute;rez, sebagaimana dinukil Football-Espana, Rabu (8/5/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mungkin mereka (Real Madrid) menjadi favoritnya, tapi jalannya pertandingan bisa lain dari prediksi itu. Skuad kami mumpuni untuk menghadapi mereka. Fans kami juga akan tegak berdiri di belakang kami seperti halnya fans mereka di final nanti,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Su&amp;aacute;rez sendiri yang merupakan jebolan akademi Atletico, mulai menjulang kariernya musim ini hingga akhirnya, menarik perhatian tim nasional untuk memanggilnya. Su&amp;aacute;rez mengecap debutnya Februari silam di antara sejumlah gelandang terbaik dunia.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Spanyol punya barisan tengah terbaik di dunia dengan dihuni Xavi (Hern&amp;aacute;ndez), (Sergio) Busquets, (Andr&amp;eacute;s) Iniesta&amp;hellip;mereka yang terbaik, tapi saya tak menganggap diri saya sudah sebaik mereka,&amp;rdquo; lanjut gelandang bertahan berusia 26 tahun itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Gaya permainan saya? Saya senang bermain dengan sikap yang pantas di lapangan. Saya orang yang tak pernah berpikir kasar untuk merebut bola. Saya tak terlalu suka kontak fisik dan perilaku culas. Saya percaya bahwa hal-hal seperti itu tak patut dalam sepakbola,&amp;rdquo; pungkas Su&amp;aacute;rez.</content:encoded></item></channel></rss>
