<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ferdinand: Di Canio Idiot tapi Pemain Hebat</title><description>Kembalinya sosok kontroversial, Paolo Di Canio ke Premier League  -sebagai pelatih Sunderland- menyita perhatian banyak pihak. Kini,  komentar pun keluar dari mulut Rio Ferdinand, yang merupakan mantan  rekan setim Di Canio saat sama-sama membela West Ham United.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/04/04/45/786145/ferdinand-di-canio-idiot-tapi-pemain-hebat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/04/04/45/786145/ferdinand-di-canio-idiot-tapi-pemain-hebat"/><item><title>Ferdinand: Di Canio Idiot tapi Pemain Hebat</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/04/04/45/786145/ferdinand-di-canio-idiot-tapi-pemain-hebat</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/04/04/45/786145/ferdinand-di-canio-idiot-tapi-pemain-hebat</guid><pubDate>Kamis 04 April 2013 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/04/45/786145/BD0L6eqW9C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rio Ferdinand. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/04/45/786145/BD0L6eqW9C.jpg</image><title>Rio Ferdinand. (Foto: Reuters)</title></images><description>MANCHESTER - Kembalinya sosok kontroversial, Paolo Di Canio ke Premier League -sebagai pelatih Sunderland- menyita perhatian banyak pihak. Kini, komentar pun keluar dari mulut Rio Ferdinand, yang merupakan mantan rekan setim Di Canio saat sama-sama membela West Ham United.
&amp;nbsp;
Meski pernah sama-sama membela The Hammers, Di Canio dan Ferdinand kerap saling melempar komentar, termasuk pada pada autobiografinya, &amp;lsquo;Rio: My Story&amp;rsquo;. &amp;ldquo;Ada gambar-gambar di mana Paolo sedang melakukan salam fasis, dan itu membuatnya menjadi seseorang yang benar-benar idiot dalam buku saya,&amp;rdquo; ujar Ferdinand seperti dilansir The Sun, Kamis (4/4/2013).
&amp;nbsp;
Kendati demikian, di mata Ferdinand, Di Canio juga memiliki hal-hal positif. Walau kerap terlibat cekcok, dengan orang-orang yang tak sejalan dengannya, Di Canio dinilainya sebagai pemain yang benar-benar menunjukkan totalitasnya saat berada di lapangan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selama dua pekan, dia akan menjadi salah satu bagian tim, kemudian dia akan berang dan meninggalkan tempat latihan karena sesuatu tak berjalan sesuai keinginannya. (Tapi), dia menunjukkan hasrat (bermain sepakbola) lebih dari pemain manapun,&amp;rdquo; sambung pemain berusia 34 tahun tersebut. ujar Ferdinand.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Suatu waktu (di West Ham), Paolo pernah dikeluarkan pada laga latihan dan kemudian dia pergi. Pelatih Harry Redknapp kemudian membujuknya untuk kembali, tapi dia tak melakukannya. Paolo memiliki pendirian yang keras. Dia bukanlah seseorang yang mudah untuk diajak bekerja sama, tapi dia adalah seorang top pro dan pemain yang luar biasa,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sunderland merupakan klub kedua yang ditangani Di Canio, di mana sebelumnya ia melatih Swindon Town. Bersama The Black Cats, Di Canio -yang menggantikan posisi Martin O&amp;rsquo;Neill- memiliki misi membawa Sunderland tetap bertahan di Premier League. Saat ini, Sunderland menempati peringkat 16 klasemen sementara dan hanya aman satu poin dari zona degradasi.</description><content:encoded>MANCHESTER - Kembalinya sosok kontroversial, Paolo Di Canio ke Premier League -sebagai pelatih Sunderland- menyita perhatian banyak pihak. Kini, komentar pun keluar dari mulut Rio Ferdinand, yang merupakan mantan rekan setim Di Canio saat sama-sama membela West Ham United.
&amp;nbsp;
Meski pernah sama-sama membela The Hammers, Di Canio dan Ferdinand kerap saling melempar komentar, termasuk pada pada autobiografinya, &amp;lsquo;Rio: My Story&amp;rsquo;. &amp;ldquo;Ada gambar-gambar di mana Paolo sedang melakukan salam fasis, dan itu membuatnya menjadi seseorang yang benar-benar idiot dalam buku saya,&amp;rdquo; ujar Ferdinand seperti dilansir The Sun, Kamis (4/4/2013).
&amp;nbsp;
Kendati demikian, di mata Ferdinand, Di Canio juga memiliki hal-hal positif. Walau kerap terlibat cekcok, dengan orang-orang yang tak sejalan dengannya, Di Canio dinilainya sebagai pemain yang benar-benar menunjukkan totalitasnya saat berada di lapangan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selama dua pekan, dia akan menjadi salah satu bagian tim, kemudian dia akan berang dan meninggalkan tempat latihan karena sesuatu tak berjalan sesuai keinginannya. (Tapi), dia menunjukkan hasrat (bermain sepakbola) lebih dari pemain manapun,&amp;rdquo; sambung pemain berusia 34 tahun tersebut. ujar Ferdinand.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Suatu waktu (di West Ham), Paolo pernah dikeluarkan pada laga latihan dan kemudian dia pergi. Pelatih Harry Redknapp kemudian membujuknya untuk kembali, tapi dia tak melakukannya. Paolo memiliki pendirian yang keras. Dia bukanlah seseorang yang mudah untuk diajak bekerja sama, tapi dia adalah seorang top pro dan pemain yang luar biasa,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sunderland merupakan klub kedua yang ditangani Di Canio, di mana sebelumnya ia melatih Swindon Town. Bersama The Black Cats, Di Canio -yang menggantikan posisi Martin O&amp;rsquo;Neill- memiliki misi membawa Sunderland tetap bertahan di Premier League. Saat ini, Sunderland menempati peringkat 16 klasemen sementara dan hanya aman satu poin dari zona degradasi.</content:encoded></item></channel></rss>
