<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Double Winner, Harga Mati untuk RvP</title><description>Kandas melaju ke babak perempatfinal UEFA Champions League (UCL), otomatis peluang Manchester United untuk meraih gelar di luar turnamen Premier League hanya di FA Cup. Kesempatan ini ingin sekali dimanfaatkan secara maksimal oleh penyerang mereka, Robin van Persie.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/04/01/45/784208/double-winner-harga-mati-untuk-rvp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/04/01/45/784208/double-winner-harga-mati-untuk-rvp"/><item><title>Double Winner, Harga Mati untuk RvP</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/04/01/45/784208/double-winner-harga-mati-untuk-rvp</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/04/01/45/784208/double-winner-harga-mati-untuk-rvp</guid><pubDate>Senin 01 April 2013 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Anang Fajar Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/01/45/784208/czzDqHUv9j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Robin van Persie, menargetkan double winner di musim perdananya bersama Manchester United (Foto: Metro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/01/45/784208/czzDqHUv9j.jpg</image><title>Robin van Persie, menargetkan double winner di musim perdananya bersama Manchester United (Foto: Metro)</title></images><description>Gen Z&amp;nbsp;sudah memasuki dunia kerja, bahkan jumlahnya semakin banyak. Namun banyak dari Gen Z yang kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan praktik di lapangan kerja. Hal ini membuat jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ikut meningkat.
&amp;nbsp;
Baca juga: 5 Tips Mendidik Anak Generasi Z
&amp;nbsp;
Sebuah survei menunjukan bahwa 60% perusahaan memecat karyawan Gen Z hanya dalam beberapa bulan setelah mempekerjakan mereka.
&amp;nbsp;
Oleh karena itu, menarik untuk diketahui apa yang salah dari Gen Z? Padahal generai ini sangat vocal terhadap ketidakadilan, dan permasalahan di tempat kerja.
&amp;nbsp;
Baca juga: 10 Karakteristik yang Paling Menonjol pada Generasi Beta
&amp;nbsp;
Mereka juga cukup paham dan mahir dengan teknologi. Jadi apa yang menghambat mereka di dunia kerja?
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Selengkapnya simak dalam Infografis.



&amp;nbsp;

#Tips Gen Z&amp;nbsp;#Tempat Kerja&amp;nbsp;#Gen Z&amp;nbsp;#Dunia Kerja</description><content:encoded>Gen Z&amp;nbsp;sudah memasuki dunia kerja, bahkan jumlahnya semakin banyak. Namun banyak dari Gen Z yang kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan praktik di lapangan kerja. Hal ini membuat jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ikut meningkat.
&amp;nbsp;
Baca juga: 5 Tips Mendidik Anak Generasi Z
&amp;nbsp;
Sebuah survei menunjukan bahwa 60% perusahaan memecat karyawan Gen Z hanya dalam beberapa bulan setelah mempekerjakan mereka.
&amp;nbsp;
Oleh karena itu, menarik untuk diketahui apa yang salah dari Gen Z? Padahal generai ini sangat vocal terhadap ketidakadilan, dan permasalahan di tempat kerja.
&amp;nbsp;
Baca juga: 10 Karakteristik yang Paling Menonjol pada Generasi Beta
&amp;nbsp;
Mereka juga cukup paham dan mahir dengan teknologi. Jadi apa yang menghambat mereka di dunia kerja?
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Selengkapnya simak dalam Infografis.



&amp;nbsp;

#Tips Gen Z&amp;nbsp;#Tempat Kerja&amp;nbsp;#Gen Z&amp;nbsp;#Dunia Kerja</content:encoded></item></channel></rss>
