<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benitez Mengaku Kini Dicintai Fans Chelsea</title><description>Sudah menjadi rahasia umum apabila suporter fanatik Chelsea tidak menyukai bahkan membenci sosok Rafael Benitez. Hal itu berawal ketika Benitez masih menukangi Liverpool, dan bersitegang dengan pelatih Chelsea saat itu, Jose Mourinho.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2013/03/29/45/783357/benitez-mengaku-kini-dicintai-fans-chelsea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2013/03/29/45/783357/benitez-mengaku-kini-dicintai-fans-chelsea"/><item><title>Benitez Mengaku Kini Dicintai Fans Chelsea</title><link>https://bola.okezone.com/read/2013/03/29/45/783357/benitez-mengaku-kini-dicintai-fans-chelsea</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2013/03/29/45/783357/benitez-mengaku-kini-dicintai-fans-chelsea</guid><pubDate>Jum'at 29 Maret 2013 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rintani Mundari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/03/29/45/783357/JO43KtImKH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rafael Benitez. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/03/29/45/783357/JO43KtImKH.jpg</image><title>Rafael Benitez. (Foto: Reuters)</title></images><description>ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum lama ini memperingatan terkait potensi kasus Mpox. Sebab, penyakit tersebut belakangan tengah melonjak di Kongo, Afrika.&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Nasib Kasus Cacar Monyet di Indonesia&amp;nbsp;Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sejauh ini, kasus Mpox tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat, data terkait sebaran penyakit Mpox di Indonesia yakni sebanyak 88 kasus selama 2022-2024.&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Waspada! Ini 7 Gejala Cacar Monyet&amp;nbsp;Meski tahun sebelumnya sempat mencapai 74 kasus, pada 2024 kasus Mpox mengalami penurunan karena hanya tercatat sebanyak 14 kasus.&amp;nbsp;Selengkapnya simak dalam Infografis.&amp;nbsp;

#Mpox
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Kasus Mpox
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Peningkatan Kasus Mpox
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Kemenkes
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#WHO
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#PBB
</description><content:encoded>ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum lama ini memperingatan terkait potensi kasus Mpox. Sebab, penyakit tersebut belakangan tengah melonjak di Kongo, Afrika.&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Nasib Kasus Cacar Monyet di Indonesia&amp;nbsp;Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sejauh ini, kasus Mpox tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat, data terkait sebaran penyakit Mpox di Indonesia yakni sebanyak 88 kasus selama 2022-2024.&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Waspada! Ini 7 Gejala Cacar Monyet&amp;nbsp;Meski tahun sebelumnya sempat mencapai 74 kasus, pada 2024 kasus Mpox mengalami penurunan karena hanya tercatat sebanyak 14 kasus.&amp;nbsp;Selengkapnya simak dalam Infografis.&amp;nbsp;

#Mpox
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Kasus Mpox
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Peningkatan Kasus Mpox
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#Kemenkes
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#WHO
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
#PBB
</content:encoded></item></channel></rss>
