<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Crouch Menyesal Pernah Tinggalkan Anfield</title><description>Peter Crouch mengenang kebersamaannya bersama Liverpool. Crouch mengaku The Reds nyaris menjadi juara pada Premier League musim 2008-2009. Hal itu diungkapkannya menjelang laga Stoke City vs Liverpool, nanti malam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/26/45/737490/crouch-menyesal-pernah-tinggalkan-anfield</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/12/26/45/737490/crouch-menyesal-pernah-tinggalkan-anfield"/><item><title>Crouch Menyesal Pernah Tinggalkan Anfield</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/26/45/737490/crouch-menyesal-pernah-tinggalkan-anfield</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/12/26/45/737490/crouch-menyesal-pernah-tinggalkan-anfield</guid><pubDate>Rabu 26 Desember 2012 21:19 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/26/45/737490/itDeNAY6Bv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peter Crouch. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/26/45/737490/itDeNAY6Bv.jpg</image><title>Peter Crouch. (Foto: Reuters)</title></images><description>STOKE-ON-TRENT &amp;ndash; Peter Crouch mengenang kebersamaannya bersama Liverpool. Crouch mengaku The Reds nyaris menjadi juara pada Premier League musim 2008-2009. Hal itu diungkapkannya menjelang laga Stoke City vs Liverpool, nanti malam.
&amp;nbsp;
Pada musim itu, Liverpool memang tampil cukup gemilang. The Kop sempat finis di peringkat kedua Premier League. Saat itu, Steven Gerrard dkk harus puas finis di posisi kedua setelah hanya mampu mengumpulkan 86 poin kalah empat poin dari Manchester United.
&amp;nbsp;
Selain gagal mendapatkan gelar juara, penyerang jangkung itu juga kecewa harus meninggalkan klub yang bermarkas di Anfield itu. &amp;ldquo;Itu sangat mengecewakan, saya rasa tidak semua pemain ingin meninggalkan klub seperti Liverpool. Klub itu memiliki sejarah dan saya memiliki momen cukup baik di sana,&amp;rdquo; sesal Crouch.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami berhasil finis di peringkat kedua dan memenangi FA Cup. Tapi, pada saat itu Fernando Torres tampil gemilang dan membuat saya sangat sulit untuk menembus tim utama,&amp;rdquo; sambung pemain yang sekarang memperkuat Stoke City itu, diberitakan Goal, Rabu (26/12/2012).
&amp;nbsp;
Pada saat itu, Crouch tidak berpikir panjang untuk menerima tawaran dari Porsmouth. Penyerang 31 tahun itu mengatakan langkah itu dilakukan supaya bisa bermain bersama Timnas Inggris.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya harus mengambil kesempatan bermain di Portsmouth. Saya bermain untuk Timnas Inggris pada saat itu dan saya berpikir jika saya tetap berada di bangku cadangan di Liverpool, bisa menutup peluang saya bermain di laga internasional,&amp;rdquo; sambung pemain yang pernah memperkuat Tottenham Hotspur itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sangat aneh meninggalkan Liverpool, tapi saya melihat kebelakang fakta memiliki memori luar biasa di sana. Sangat aneh sekali. Ketika saya masih di sana, kami memiliki skuad luar biasa, kami memiliki pemain yang bisa membawa Liverpool meraih gelar juara,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami berhasil melangkah ke final Liga Champions, memenangi FA Cup dan finis kedua. Langkah selanjutnya untuk memenangkan Premier League. Tapi perubahan kepemilikan memaksa pemain meninggalkan Liverpool,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>STOKE-ON-TRENT &amp;ndash; Peter Crouch mengenang kebersamaannya bersama Liverpool. Crouch mengaku The Reds nyaris menjadi juara pada Premier League musim 2008-2009. Hal itu diungkapkannya menjelang laga Stoke City vs Liverpool, nanti malam.
&amp;nbsp;
Pada musim itu, Liverpool memang tampil cukup gemilang. The Kop sempat finis di peringkat kedua Premier League. Saat itu, Steven Gerrard dkk harus puas finis di posisi kedua setelah hanya mampu mengumpulkan 86 poin kalah empat poin dari Manchester United.
&amp;nbsp;
Selain gagal mendapatkan gelar juara, penyerang jangkung itu juga kecewa harus meninggalkan klub yang bermarkas di Anfield itu. &amp;ldquo;Itu sangat mengecewakan, saya rasa tidak semua pemain ingin meninggalkan klub seperti Liverpool. Klub itu memiliki sejarah dan saya memiliki momen cukup baik di sana,&amp;rdquo; sesal Crouch.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami berhasil finis di peringkat kedua dan memenangi FA Cup. Tapi, pada saat itu Fernando Torres tampil gemilang dan membuat saya sangat sulit untuk menembus tim utama,&amp;rdquo; sambung pemain yang sekarang memperkuat Stoke City itu, diberitakan Goal, Rabu (26/12/2012).
&amp;nbsp;
Pada saat itu, Crouch tidak berpikir panjang untuk menerima tawaran dari Porsmouth. Penyerang 31 tahun itu mengatakan langkah itu dilakukan supaya bisa bermain bersama Timnas Inggris.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya harus mengambil kesempatan bermain di Portsmouth. Saya bermain untuk Timnas Inggris pada saat itu dan saya berpikir jika saya tetap berada di bangku cadangan di Liverpool, bisa menutup peluang saya bermain di laga internasional,&amp;rdquo; sambung pemain yang pernah memperkuat Tottenham Hotspur itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sangat aneh meninggalkan Liverpool, tapi saya melihat kebelakang fakta memiliki memori luar biasa di sana. Sangat aneh sekali. Ketika saya masih di sana, kami memiliki skuad luar biasa, kami memiliki pemain yang bisa membawa Liverpool meraih gelar juara,&amp;rdquo; tambahnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami berhasil melangkah ke final Liga Champions, memenangi FA Cup dan finis kedua. Langkah selanjutnya untuk memenangkan Premier League. Tapi perubahan kepemilikan memaksa pemain meninggalkan Liverpool,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
