<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yakin Inspirasi 2007</title><description>Setelah sekian lama bimbang memilih sosok pelatih, akhirnya Persibo Bojonegoro menjatuhkan pilihan pada Gusnul Yakin.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/21/49/735488/yakin-inspirasi-2007</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/12/21/49/735488/yakin-inspirasi-2007"/><item><title>Yakin Inspirasi 2007</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/21/49/735488/yakin-inspirasi-2007</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/12/21/49/735488/yakin-inspirasi-2007</guid><pubDate>Jum'at 21 Desember 2012 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Kukuh Setiawan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BOJONEGORO - Setelah sekian lama bimbang memilih sosok pelatih, akhirnya Persibo Bojonegoro menjatuhkan pilihan pada Gusnul Yakin. Pelatih asal Malang yang pernah menangani sekaligus membawa Persibo promosi ke Divisi Utama pada musim 2007 silam.
&amp;nbsp;
Dipilihnya sosok Gusnul sudah bisa diduga sebelumnya. Sebab, Persibo tidak bisa memenuhi nilai kontrak kandidat lainnya yakni pelatih lama Paulo Camargo. Harga kontrak Gusnul jauh di bawah Camargo yang dikabarkan hampir mencapai Rp1 miliar per musim.
&amp;nbsp;
Laskar Angling Dharma tidak memiliki dana sebesar itu untuk mengontrak Camargo yang juga meminta jaminan tak ada krisis finansial. Sedangkan Gusnul nilai kontraknya setengah dari Camargo dan dianggap ideal untuk kantong Persibo. Apalagi dia juga memiliki sisi historis manis di Kota Ledre.
&amp;nbsp;
Gusnul sendiri menyatakan lebih tertantang membesut tim Oranye yang bakal bermain di tiga kompetisi musim depan, yakni Indonesian Premier League (IPL), Piala Indonesia serta AFC Cup. Ajang terakhir itulah yang menjadikan pengalaman tersendiri bagi mantan pelatih Arema Malang dan Persik Kediri.
&amp;nbsp;
&quot;Sebuah kehormatan mendapatkan kembali kesempatan melatih Persibo dan ini menjadi tantangan besar. Saya rasa ada perbedaan besar dengan saat saya melatih pada 2007 lalu. Kini Persibo sudah menjadi tim besar dan tantangan jelas lebih besar pula,&quot; ucap Gusnul, dihubungi Jumat (21/12).
&amp;nbsp;
Mendapat kesempatan mengawal klub ke AFC Cup dianggapnya sebuah kesempatan besar yang belum dia peroleh sebelumnya sejak terjun di dunia kepelatihan. Gusnul berupaya mempersiapkan kekuatan tim sebaik-baiknya agar bisa kompetitif di berbagai kompetisi yang diikuti.
&amp;nbsp;
Dia meyakini akan dituntut kerja sangat keras karena publik sepakbola Bojonegoro menggantung ekspektasi tinggi agar timnya lebih baik dibanding musim lalu. &quot;Saya akan melakukan sebaik yang saya bisa. Untuk sekarang saya belum paham dengan kondisi tim dan akan kami bangun secepatnya,&quot; tukas Gusnul.
&amp;nbsp;
Gusnul musim lalu berstatus sebagai penasehat teknik di Arema IPL dan sempat dipinjamkan ke PSIS Semarang menggantikan Edi Paryono di beberapa laga jelang berakhirnya Divisi Utama. Dia berharap momentum keduanya di Persibo juga membawa hasil bagus, dengan inspirasi pada pencapaian 2007 silam.
&amp;nbsp;
Walau penunjukan pelatih relatif agak terlambat, Gusnul yakin masih ada banyak waktu untuk menggalang kekuatan, dengan secepatnya melakukan pemilihan pemain plus perekrutan untuk melengkapi skuad. &quot;Saya lihat banyak pemain muda yang bagus. Saya akan lihat dulu bagaimana kekuatan yang dimiliki Persibo sekarang,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Manajemen Persibo sendiri menaruh harapan besar pada pelatih yang mengorbitkan Samsul Arif ini. Awak Persibo berharap Gusnul bisa mengulangi sentuhannya pada 2007 silam, terutama komitmennya membimbing pemain-pemain muda yang kini mendominasi skuad Laskar Angling Dharma.
&amp;nbsp;
&quot;Banyak aspek yang kami pertimbangan dalam pemilihan Gusnul Yakin, termasuk nilai kontrak, sejarah dia di Persibo, hingga kemampuannya memoles pemain muda. Tentunya kami berharap Gusnul bisa jauh lebih baik lagi dibanding saat dia membawa Persibo promosi ke Divisi Utama,&quot; terang Manajer Persibo Nur Yahya.</description><content:encoded>BOJONEGORO - Setelah sekian lama bimbang memilih sosok pelatih, akhirnya Persibo Bojonegoro menjatuhkan pilihan pada Gusnul Yakin. Pelatih asal Malang yang pernah menangani sekaligus membawa Persibo promosi ke Divisi Utama pada musim 2007 silam.
&amp;nbsp;
Dipilihnya sosok Gusnul sudah bisa diduga sebelumnya. Sebab, Persibo tidak bisa memenuhi nilai kontrak kandidat lainnya yakni pelatih lama Paulo Camargo. Harga kontrak Gusnul jauh di bawah Camargo yang dikabarkan hampir mencapai Rp1 miliar per musim.
&amp;nbsp;
Laskar Angling Dharma tidak memiliki dana sebesar itu untuk mengontrak Camargo yang juga meminta jaminan tak ada krisis finansial. Sedangkan Gusnul nilai kontraknya setengah dari Camargo dan dianggap ideal untuk kantong Persibo. Apalagi dia juga memiliki sisi historis manis di Kota Ledre.
&amp;nbsp;
Gusnul sendiri menyatakan lebih tertantang membesut tim Oranye yang bakal bermain di tiga kompetisi musim depan, yakni Indonesian Premier League (IPL), Piala Indonesia serta AFC Cup. Ajang terakhir itulah yang menjadikan pengalaman tersendiri bagi mantan pelatih Arema Malang dan Persik Kediri.
&amp;nbsp;
&quot;Sebuah kehormatan mendapatkan kembali kesempatan melatih Persibo dan ini menjadi tantangan besar. Saya rasa ada perbedaan besar dengan saat saya melatih pada 2007 lalu. Kini Persibo sudah menjadi tim besar dan tantangan jelas lebih besar pula,&quot; ucap Gusnul, dihubungi Jumat (21/12).
&amp;nbsp;
Mendapat kesempatan mengawal klub ke AFC Cup dianggapnya sebuah kesempatan besar yang belum dia peroleh sebelumnya sejak terjun di dunia kepelatihan. Gusnul berupaya mempersiapkan kekuatan tim sebaik-baiknya agar bisa kompetitif di berbagai kompetisi yang diikuti.
&amp;nbsp;
Dia meyakini akan dituntut kerja sangat keras karena publik sepakbola Bojonegoro menggantung ekspektasi tinggi agar timnya lebih baik dibanding musim lalu. &quot;Saya akan melakukan sebaik yang saya bisa. Untuk sekarang saya belum paham dengan kondisi tim dan akan kami bangun secepatnya,&quot; tukas Gusnul.
&amp;nbsp;
Gusnul musim lalu berstatus sebagai penasehat teknik di Arema IPL dan sempat dipinjamkan ke PSIS Semarang menggantikan Edi Paryono di beberapa laga jelang berakhirnya Divisi Utama. Dia berharap momentum keduanya di Persibo juga membawa hasil bagus, dengan inspirasi pada pencapaian 2007 silam.
&amp;nbsp;
Walau penunjukan pelatih relatif agak terlambat, Gusnul yakin masih ada banyak waktu untuk menggalang kekuatan, dengan secepatnya melakukan pemilihan pemain plus perekrutan untuk melengkapi skuad. &quot;Saya lihat banyak pemain muda yang bagus. Saya akan lihat dulu bagaimana kekuatan yang dimiliki Persibo sekarang,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Manajemen Persibo sendiri menaruh harapan besar pada pelatih yang mengorbitkan Samsul Arif ini. Awak Persibo berharap Gusnul bisa mengulangi sentuhannya pada 2007 silam, terutama komitmennya membimbing pemain-pemain muda yang kini mendominasi skuad Laskar Angling Dharma.
&amp;nbsp;
&quot;Banyak aspek yang kami pertimbangan dalam pemilihan Gusnul Yakin, termasuk nilai kontrak, sejarah dia di Persibo, hingga kemampuannya memoles pemain muda. Tentunya kami berharap Gusnul bisa jauh lebih baik lagi dibanding saat dia membawa Persibo promosi ke Divisi Utama,&quot; terang Manajer Persibo Nur Yahya.</content:encoded></item></channel></rss>
