<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakil FIFA: Sudahi Konflik PSSI-KPSI</title><description>Wakil ketua FIFA, Prince Ali bin Al Hussein prihatin dengan konflik yang membelengu tubuh sepakbola Indonesia. Ia menuturkan apabila otoritas sepakbola tertinggi dunia, FIFA benar menjatuhkan sanksi, maka PSSI dan KPSI pantas untuk disalahkan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/12/51/731279/wakil-fifa-sudahi-konflik-pssi-kpsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/12/12/51/731279/wakil-fifa-sudahi-konflik-pssi-kpsi"/><item><title>Wakil FIFA: Sudahi Konflik PSSI-KPSI</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/12/51/731279/wakil-fifa-sudahi-konflik-pssi-kpsi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/12/12/51/731279/wakil-fifa-sudahi-konflik-pssi-kpsi</guid><pubDate>Rabu 12 Desember 2012 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rintani Mundari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/12/51/731279/KF3SVudPSp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prince Ali bin Al Hussein. (Foto: Zimbio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/12/51/731279/KF3SVudPSp.jpg</image><title>Prince Ali bin Al Hussein. (Foto: Zimbio)</title></images><description>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Wakil ketua FIFA, Prince Ali bin Al Hussein prihatin dengan konflik yang membelengu tubuh sepakbola Indonesia. Ia menuturkan apabila otoritas sepakbola tertinggi dunia, FIFA benar menjatuhkan sanksi, maka PSSI dan KPSI pantas untuk disalahkan.Tenggat yang diberikan FIFA pada 10 Desember telah berakhir. Namun, konflik antara PSSI dan KPSI tampak tak memiliki akhir. Amanat untuk menyelenggarakan kongres sesuai MoU (Memorandum of Understanding) PSSI pun tak menyatukan dua kubu. Apabila tak jua menemukan titik temu maka tampaknya FIFA takkan segan menggeluarkan sanksi saat menggelar kongres di Tokyo, Jepang, Jumat (14/12) mendatang.&amp;ldquo;Saya sudah melihat berapa pentingnya sepakbola bagi masyarakat Indonesia dan permasalahan ini harus segera diselesaikan. Anda tak bisa mempunyai dua liga di satu negara. Hal tersebut merupakan isu fundamental yang harus segera dirampungkan,&amp;rdquo; tutur Prince Ali, seperti dilansir Reuters.Baik PSSI maupun KPSI sama-sama telah menggelar kongres masing-masing. Hal inilah yang kemudian dapat membuat FIFA menilai bahwa sepakbola Indonesia tak dapat menyelesaikan masalah, karena pihak KPSI membuat kongres tandingan.Prince Ali menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan cara terbaik melalui dibentuknya task force. Ironinya, dua kubu yang saling berseteru tetap tidak menunjukkan itikad untuk berdamai, yang akhirnya menyebabkan disintegrasi sepakbola Indonesia tak jua mereda.&amp;ldquo;Para stakeholders dalam sepakbola Indonesia sudah waktunya untuk menyadari, apabila mereka ingin melayani masyarakat Indonesia, maka mereka harus segera menyelesaikan perbedaan. Kami akan membahas situasi ini di Tokyo saat rapat exco,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Wakil ketua FIFA, Prince Ali bin Al Hussein prihatin dengan konflik yang membelengu tubuh sepakbola Indonesia. Ia menuturkan apabila otoritas sepakbola tertinggi dunia, FIFA benar menjatuhkan sanksi, maka PSSI dan KPSI pantas untuk disalahkan.Tenggat yang diberikan FIFA pada 10 Desember telah berakhir. Namun, konflik antara PSSI dan KPSI tampak tak memiliki akhir. Amanat untuk menyelenggarakan kongres sesuai MoU (Memorandum of Understanding) PSSI pun tak menyatukan dua kubu. Apabila tak jua menemukan titik temu maka tampaknya FIFA takkan segan menggeluarkan sanksi saat menggelar kongres di Tokyo, Jepang, Jumat (14/12) mendatang.&amp;ldquo;Saya sudah melihat berapa pentingnya sepakbola bagi masyarakat Indonesia dan permasalahan ini harus segera diselesaikan. Anda tak bisa mempunyai dua liga di satu negara. Hal tersebut merupakan isu fundamental yang harus segera dirampungkan,&amp;rdquo; tutur Prince Ali, seperti dilansir Reuters.Baik PSSI maupun KPSI sama-sama telah menggelar kongres masing-masing. Hal inilah yang kemudian dapat membuat FIFA menilai bahwa sepakbola Indonesia tak dapat menyelesaikan masalah, karena pihak KPSI membuat kongres tandingan.Prince Ali menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan cara terbaik melalui dibentuknya task force. Ironinya, dua kubu yang saling berseteru tetap tidak menunjukkan itikad untuk berdamai, yang akhirnya menyebabkan disintegrasi sepakbola Indonesia tak jua mereda.&amp;ldquo;Para stakeholders dalam sepakbola Indonesia sudah waktunya untuk menyadari, apabila mereka ingin melayani masyarakat Indonesia, maka mereka harus segera menyelesaikan perbedaan. Kami akan membahas situasi ini di Tokyo saat rapat exco,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
