<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Bulan Tak Digaji, Pemain Bontang FC Numpang Hidup</title><description>Masalah gaji pemain kembali menyeruak. Klub-klub di Indonesia seolah tidak berlajar banyak dari kejadian yang menimpa pemain Persis Solo, Diego Mendieta, yang harus merenggang nyawa akibat tidak mampu membayar biaya rumah sakit.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/12/49/731374/6-bulan-tak-digaji-pemain-bontang-fc-numpang-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/12/12/49/731374/6-bulan-tak-digaji-pemain-bontang-fc-numpang-hidup"/><item><title>6 Bulan Tak Digaji, Pemain Bontang FC Numpang Hidup</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/12/49/731374/6-bulan-tak-digaji-pemain-bontang-fc-numpang-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/12/12/49/731374/6-bulan-tak-digaji-pemain-bontang-fc-numpang-hidup</guid><pubDate>Rabu 12 Desember 2012 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Decky Irawan Jasri</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Masalah gaji pemain kembali menyeruak. Klub-klub di Indonesia seolah tidak berlajar banyak dari kejadian yang menimpa pemain Persis Solo, Diego Mendieta, yang harus merenggang nyawa akibat tidak mampu membayar biaya rumah sakit.
&amp;nbsp;
Setelah wafatnya pemain berkebangsaan Paraguay tersebut, masyarakat sepakbola Indonesia kembali dihadapkan dengan hal serupa pada pemain asing asal Perancis, Moukwelle Sylvain. Pemain yang tergabung dengan Persewangi Banyuwangi di kompetisi Divisi Utama bentukan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), terkapar karena menderika sakit Typus.
&amp;nbsp;
Yang menyedihkan, Sylvain tidak mampu berobat ke rumah sakit. Dirinya hanya dirawat di kos-kosan tempat dirinya tinggal, karena belum menerima haknya dari Persewangi selama sembilan bulan lamanya. Saat ini nasib Sylvain pun, seolah tidak jelas kedepannya.
&amp;nbsp;
Masih dalam kasus yang sama.Siang tadi, dua pemain asing yang tergabung dengan Bontang FC (BFC), Masahiro Fusawa, dan Camara asal Persipro Probolinggo mendatangi PSSI. Kedua pemain asing tersebut meminta bantuan, agar masalah gaji mereka saat ini bisa diselesaikan dengan baik.
&amp;nbsp;
&quot;Sebagai pemain asing sampai selesai kompetisi saya belum digaji selama 6 bulan. Saya datang ke PSSI sudah berkali-kali dan saya berharap ada bantuan dari mereka. Saya kan punya keluarga yang harus dihidupi,&quot; ungkap Camara.
&amp;nbsp;
Sama dengan Camara, Masahiro pun belum mendapatkan pembayaran gaji selama enam bulan lamanya. Pemain asal Jepang ini menuturkan, dengan belum dibayarkan gaji selama setengah tahun oleh Badai Bukit Tursina, julukan BFC, membuat kehidupannya menjadi terlantar.
&amp;nbsp;
&quot;Gaji saya belum dibayar 6 bulan oleh Bontang FC. Saya ingin ini dilunasi. Di kontrak, apartemen saya akan dibayarkan oleh klub. Tapi kenyataannya saya bayar sendiri. Asuransi kesehatan juga tidak ada. Padahal semua itu ada dalam perjanjian awal. Sekarang saya akhirnya menumpang sama teman,&quot; jelas Masahiro.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Presiden BFC, Udin Mulyono, ketika dimintai keterangan, mengatakan jika pihak manajemen sudah mulai melakukan proses pembayaran kepada para pemainnya. Tapi Udin memang mengakui, jika proses pembayaran belum bisa secara cepat dilunasi.
&amp;nbsp;
&quot;Kami sudah mulai melakukan pembayaran gaji pemain secara pelan-pelan. Sekitar beberapa lagi memang belum dibayarkan ke pemain. Tapi saya berjanji akan segera melunasinya secepat mungkin,&quot; terang Udin.</description><content:encoded>JAKARTA - Masalah gaji pemain kembali menyeruak. Klub-klub di Indonesia seolah tidak berlajar banyak dari kejadian yang menimpa pemain Persis Solo, Diego Mendieta, yang harus merenggang nyawa akibat tidak mampu membayar biaya rumah sakit.
&amp;nbsp;
Setelah wafatnya pemain berkebangsaan Paraguay tersebut, masyarakat sepakbola Indonesia kembali dihadapkan dengan hal serupa pada pemain asing asal Perancis, Moukwelle Sylvain. Pemain yang tergabung dengan Persewangi Banyuwangi di kompetisi Divisi Utama bentukan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), terkapar karena menderika sakit Typus.
&amp;nbsp;
Yang menyedihkan, Sylvain tidak mampu berobat ke rumah sakit. Dirinya hanya dirawat di kos-kosan tempat dirinya tinggal, karena belum menerima haknya dari Persewangi selama sembilan bulan lamanya. Saat ini nasib Sylvain pun, seolah tidak jelas kedepannya.
&amp;nbsp;
Masih dalam kasus yang sama.Siang tadi, dua pemain asing yang tergabung dengan Bontang FC (BFC), Masahiro Fusawa, dan Camara asal Persipro Probolinggo mendatangi PSSI. Kedua pemain asing tersebut meminta bantuan, agar masalah gaji mereka saat ini bisa diselesaikan dengan baik.
&amp;nbsp;
&quot;Sebagai pemain asing sampai selesai kompetisi saya belum digaji selama 6 bulan. Saya datang ke PSSI sudah berkali-kali dan saya berharap ada bantuan dari mereka. Saya kan punya keluarga yang harus dihidupi,&quot; ungkap Camara.
&amp;nbsp;
Sama dengan Camara, Masahiro pun belum mendapatkan pembayaran gaji selama enam bulan lamanya. Pemain asal Jepang ini menuturkan, dengan belum dibayarkan gaji selama setengah tahun oleh Badai Bukit Tursina, julukan BFC, membuat kehidupannya menjadi terlantar.
&amp;nbsp;
&quot;Gaji saya belum dibayar 6 bulan oleh Bontang FC. Saya ingin ini dilunasi. Di kontrak, apartemen saya akan dibayarkan oleh klub. Tapi kenyataannya saya bayar sendiri. Asuransi kesehatan juga tidak ada. Padahal semua itu ada dalam perjanjian awal. Sekarang saya akhirnya menumpang sama teman,&quot; jelas Masahiro.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Presiden BFC, Udin Mulyono, ketika dimintai keterangan, mengatakan jika pihak manajemen sudah mulai melakukan proses pembayaran kepada para pemainnya. Tapi Udin memang mengakui, jika proses pembayaran belum bisa secara cepat dilunasi.
&amp;nbsp;
&quot;Kami sudah mulai melakukan pembayaran gaji pemain secara pelan-pelan. Sekitar beberapa lagi memang belum dibayarkan ke pemain. Tapi saya berjanji akan segera melunasinya secepat mungkin,&quot; terang Udin.</content:encoded></item></channel></rss>
