<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permainan Xavi &amp; Iniesta Seperti Orang Brasil</title><description>Legenda Brasil di era 70-an Rivelino menyanjung duo Barcelona Xavi Hernandez dan Andres Iniesta setinggi langit. Menurutnya, Xavi dan Iniesta bermain seperti dirinya saat masih membela Selecao dulu.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/03/46/726331/permainan-xavi-iniesta-seperti-orang-brasil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/12/03/46/726331/permainan-xavi-iniesta-seperti-orang-brasil"/><item><title>Permainan Xavi &amp; Iniesta Seperti Orang Brasil</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/12/03/46/726331/permainan-xavi-iniesta-seperti-orang-brasil</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/12/03/46/726331/permainan-xavi-iniesta-seperti-orang-brasil</guid><pubDate>Senin 03 Desember 2012 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Auzan Julikar Sutedjo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/03/46/726331/Ovy8yEc4hm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skuad Brasil di PD 1970 (dari kiri): Carlos Alberto, Brito, Gerson, Piazza, Everaldo, Tostao, Clodoaldo, Rivelino, Pele, Jairzinho, dan Felix/Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/03/46/726331/Ovy8yEc4hm.jpg</image><title>Skuad Brasil di PD 1970 (dari kiri): Carlos Alberto, Brito, Gerson, Piazza, Everaldo, Tostao, Clodoaldo, Rivelino, Pele, Jairzinho, dan Felix/Ist</title></images><description>RIO DE JANEIRO &amp;ndash; Legenda Brasil di era 70-an Rivelino menyanjung duo Barcelona Xavi Hernandez dan Andres Iniesta setinggi langit. Menurutnya, Xavi dan Iniesta bermain seperti dirinya saat masih membela Selecao dulu.
&amp;nbsp;
Rivelino merupakan pemain bernomor punggung 10 saat Tim Samba menjuarai Piala Dunia 1970. Saat itu, Brasil dijejali legenda-legenda seperti Pele, Jairzinho, Carlos Alberto, Tostao, Gerson, hingga Emerson Leao.
&amp;nbsp;
Generasi emas tim nasional Spanyol saat ini mengingatkan dirinya akan Selecao 1970. Lebih khusus lagi, pioneer gerakan flip-flap yang ditiru Ronaldinho, Zlatan Ibrahimovic, hingga Cristiano Ronaldo ini menyebut duo Xavi dan Iniesta yang berjuluk Xaviesta tersebut yang dinilainya sudah setara dengan rekan-rekannya nan legendaris itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka berpikir cepat seperti orang Brasil. Itu memberi tim mereka keuntungan,&amp;rdquo; kata Rivelino seperti dikutip dari Marca.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka mengumpan, mengumpan, dan mengumpan, lalu menemukan celah untuk memberi umpan terobosan kepada penyerang dengan presisi yang sempurna,&amp;rdquo; ujar Rivelino.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka selalu berpikir berbeda. Kami (tim nasional Brasil) tak mempunyai hal itu. Pemain terakhir yang punya intelejensi seperti mereka adalah Zidane,&amp;rdquo; ujar Rivelino.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka tahu apa yang akan dilakukan dengan bola, bahkan sebelum bola ada di kaki mereka. Itu setara emas dalam permainan sepak bola,&amp;rdquo; pungkas Rivelino yang kini berusia 66 tahun.</description><content:encoded>RIO DE JANEIRO &amp;ndash; Legenda Brasil di era 70-an Rivelino menyanjung duo Barcelona Xavi Hernandez dan Andres Iniesta setinggi langit. Menurutnya, Xavi dan Iniesta bermain seperti dirinya saat masih membela Selecao dulu.
&amp;nbsp;
Rivelino merupakan pemain bernomor punggung 10 saat Tim Samba menjuarai Piala Dunia 1970. Saat itu, Brasil dijejali legenda-legenda seperti Pele, Jairzinho, Carlos Alberto, Tostao, Gerson, hingga Emerson Leao.
&amp;nbsp;
Generasi emas tim nasional Spanyol saat ini mengingatkan dirinya akan Selecao 1970. Lebih khusus lagi, pioneer gerakan flip-flap yang ditiru Ronaldinho, Zlatan Ibrahimovic, hingga Cristiano Ronaldo ini menyebut duo Xavi dan Iniesta yang berjuluk Xaviesta tersebut yang dinilainya sudah setara dengan rekan-rekannya nan legendaris itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka berpikir cepat seperti orang Brasil. Itu memberi tim mereka keuntungan,&amp;rdquo; kata Rivelino seperti dikutip dari Marca.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka mengumpan, mengumpan, dan mengumpan, lalu menemukan celah untuk memberi umpan terobosan kepada penyerang dengan presisi yang sempurna,&amp;rdquo; ujar Rivelino.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka selalu berpikir berbeda. Kami (tim nasional Brasil) tak mempunyai hal itu. Pemain terakhir yang punya intelejensi seperti mereka adalah Zidane,&amp;rdquo; ujar Rivelino.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka tahu apa yang akan dilakukan dengan bola, bahkan sebelum bola ada di kaki mereka. Itu setara emas dalam permainan sepak bola,&amp;rdquo; pungkas Rivelino yang kini berusia 66 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
