<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benteke Cemaskan Keluarga di Afrika</title><description>Penyerang Aston Villa, Christian Benteke sedang sibuk mempersiapkan pertandingan untuk melawan Arsenal di Villa Park, Minggu (25/11/2012) besok. Tetapi konsentrasinya untuk mempersiapkan diri sedikit terpecah lantaran Benteke mencemaskan keadaan keluarganya di Kongo, Afrika.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/11/24/45/722726/benteke-cemaskan-keluarga-di-afrika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/11/24/45/722726/benteke-cemaskan-keluarga-di-afrika"/><item><title>Benteke Cemaskan Keluarga di Afrika</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/11/24/45/722726/benteke-cemaskan-keluarga-di-afrika</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/11/24/45/722726/benteke-cemaskan-keluarga-di-afrika</guid><pubDate>Sabtu 24 November 2012 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Anang Fajar Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/24/45/722726/mjUrLJP27i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Christian Benteke - Aston Villa (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/24/45/722726/mjUrLJP27i.jpg</image><title>Christian Benteke - Aston Villa (Foto: Istimewa)</title></images><description>BIRMINGHAM &amp;ndash; Penyerang Aston Villa, Christian Benteke sedang sibuk mempersiapkan pertandingan untuk melawan Arsenal di Villa Park, Minggu (25/11/2012) besok. Tetapi konsentrasinya untuk mempersiapkan diri sedikit terpecah lantaran Benteke mencemaskan keadaan keluarganya di Kongo, Afrika.
&amp;nbsp;
Penyerang kelahiran Kongo ini khawatir dengan keadaan sanak famili di Afrika lantaran beberapa pekan ini, terjadi peperangan di tanah kelahirannya tersebut. Benteke takut bila peperangan tersebut menyeba sampai ke tempat dimana keluarga bermukim.
&amp;nbsp;
Tempat tinggal keluarga penyerang berusia 21 tahun ini memang bukan berada di area terjadi peperangan, tetapi yang lebih membuat pemain kelahiran 3 Desember 1990 ini adalah keadaan anak-anak disana yang dipaksa untuk ikut dalam peperangan melawan pemberontak dan anak-anak juga dijadikan sasaran tindak asusila.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo; Syukur keluarga saya dalam keadaan baik-baik saja, mereka berasa dalam lingkungan yang aman,&amp;rdquo; kata Benteke, seperti yang dikutip media Inggris, Express.
&amp;nbsp;
Benteke meninggalkan tanah kelahirannya, Kongo ketika usianya 2 yahun. Ayahnya Jean-Pierre seorang tentara, karena alasan keadaan yang tidak kondusif di Kongo saat itu, Ayah Benteke memutuskan untuk memboyong dia dan Ibunya Marie-Claire ke Belgia untuk tinggal bersama keluarga disana. Hingga Benteke tumbuh besar dan saat ini Benteke bermain memperkuat timnas Belgia.
&amp;nbsp;
Melihat kondisi yang tidak kondusif di Banua Hitam tersebut, Benteke mengirimkan sejumlah uang untuk keluarganya di Kongo, dengan harapan uang tersebut dapat digunakan untuk sedikit membantu apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini adalah tanggung jawab saya untuk melindungi keluarga dan menjaga mereka. Saya mengirim uang untuk memastikan mereka dalam keadaan selalu baik. Setelah saya mengirimkan uang, keluarga saya berkata &amp;lsquo;terima kasih, kami dalam keadaan baik, jangan khawatir,&amp;rsquo; saya bisa sedikit lega,&amp;rdquo; ujar Benteke.</description><content:encoded>BIRMINGHAM &amp;ndash; Penyerang Aston Villa, Christian Benteke sedang sibuk mempersiapkan pertandingan untuk melawan Arsenal di Villa Park, Minggu (25/11/2012) besok. Tetapi konsentrasinya untuk mempersiapkan diri sedikit terpecah lantaran Benteke mencemaskan keadaan keluarganya di Kongo, Afrika.
&amp;nbsp;
Penyerang kelahiran Kongo ini khawatir dengan keadaan sanak famili di Afrika lantaran beberapa pekan ini, terjadi peperangan di tanah kelahirannya tersebut. Benteke takut bila peperangan tersebut menyeba sampai ke tempat dimana keluarga bermukim.
&amp;nbsp;
Tempat tinggal keluarga penyerang berusia 21 tahun ini memang bukan berada di area terjadi peperangan, tetapi yang lebih membuat pemain kelahiran 3 Desember 1990 ini adalah keadaan anak-anak disana yang dipaksa untuk ikut dalam peperangan melawan pemberontak dan anak-anak juga dijadikan sasaran tindak asusila.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo; Syukur keluarga saya dalam keadaan baik-baik saja, mereka berasa dalam lingkungan yang aman,&amp;rdquo; kata Benteke, seperti yang dikutip media Inggris, Express.
&amp;nbsp;
Benteke meninggalkan tanah kelahirannya, Kongo ketika usianya 2 yahun. Ayahnya Jean-Pierre seorang tentara, karena alasan keadaan yang tidak kondusif di Kongo saat itu, Ayah Benteke memutuskan untuk memboyong dia dan Ibunya Marie-Claire ke Belgia untuk tinggal bersama keluarga disana. Hingga Benteke tumbuh besar dan saat ini Benteke bermain memperkuat timnas Belgia.
&amp;nbsp;
Melihat kondisi yang tidak kondusif di Banua Hitam tersebut, Benteke mengirimkan sejumlah uang untuk keluarganya di Kongo, dengan harapan uang tersebut dapat digunakan untuk sedikit membantu apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini adalah tanggung jawab saya untuk melindungi keluarga dan menjaga mereka. Saya mengirim uang untuk memastikan mereka dalam keadaan selalu baik. Setelah saya mengirimkan uang, keluarga saya berkata &amp;lsquo;terima kasih, kami dalam keadaan baik, jangan khawatir,&amp;rsquo; saya bisa sedikit lega,&amp;rdquo; ujar Benteke.</content:encoded></item></channel></rss>
