<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Conte: Maafkan Juve, Di Matteo</title><description>Kekalahan Chelsea dari  Juventus pada babak penyisihan grup Liga Champions menjadi akhir karier  kepelatihan Roberto Di Matteo di Stamford Bridge. Si Nyonya Tua pun  menunjukkan rasa simpatinya yang diwakili oleh Antonio Conte.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/11/22/47/721541/conte-maafkan-juve-di-matteo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/11/22/47/721541/conte-maafkan-juve-di-matteo"/><item><title>Conte: Maafkan Juve, Di Matteo</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/11/22/47/721541/conte-maafkan-juve-di-matteo</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/11/22/47/721541/conte-maafkan-juve-di-matteo</guid><pubDate>Kamis 22 November 2012 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Indra Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/22/47/721541/ObYjN5rd42.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antonio Conte. (Foto: Daylife)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/22/47/721541/ObYjN5rd42.jpg</image><title>Antonio Conte. (Foto: Daylife)</title></images><description>TURIN - Kekalahan Chelsea dari  Juventus pada babak penyisihan grup Liga Champions menjadi akhir karier  kepelatihan Roberto Di Matteo di Stamford Bridge. Si Nyonya Tua pun  menunjukkan rasa simpatinya yang diwakili oleh Antonio Conte.Surat  pemecatan pun langsung menghampiri Roberto Di Matteo usai raihan buruk  terus menghampiri Chelsea di beberapa laga terakhirnya. Puncaknya,  adalah saat The Blues takluk dengan skor 3-0 oleh Juve di penyisihan  Grup E.Peluang sang jawara bertahan Liga Champions musim lalu  itu menuju babak knock out memang menjadi sulit setelah kalah di  Juventus Stadium, kemarin. Tak ingin tren negatif terus berlanjut,  manajemen The Blues pun memilih melengserkan Di Matteo.Melihat  kondisi tersebut, Conte mengaku prihatin. Terlebih, timnya lah yang  mengalahkan Chelsea, namun pelatih yang tengah menjalani hukuman ini  mengaku tak heran dengan keputusan manajemen The Blues.&amp;ldquo;Maaf untuk Di Matteo, saya cukup prihatin dengan apa yang dialami oleh teman saya, Roberto,&amp;rdquo; ujar Conte, seperti dilansir La Gazzetta del Mezzogiorno.&amp;ldquo;Pada  musim lalu, ia telah mengalami momen yang sangat luar biasa dengan  memenangkan Liga Champiosn. Sayangnya, dalam dunia sepakbola tak ada  kata menunggu,&amp;rdquo; sambungnya.Terlepas dari keputusan Chelsea akan  pemecatan tersebut, Conte mengaku senang dengan performa dari para  pasukannya. Ia menulai I Bianconeri sudah lepas dari gaya permainan  bertahan ala Italia.&quot;Kami menampilkan gaya sepak bola yang telah  diperagakan satu tahun terakhir. Kami tak bermain dengan gaya  tradisional Italia dan pertandingan tadi malam jadi bukti,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>TURIN - Kekalahan Chelsea dari  Juventus pada babak penyisihan grup Liga Champions menjadi akhir karier  kepelatihan Roberto Di Matteo di Stamford Bridge. Si Nyonya Tua pun  menunjukkan rasa simpatinya yang diwakili oleh Antonio Conte.Surat  pemecatan pun langsung menghampiri Roberto Di Matteo usai raihan buruk  terus menghampiri Chelsea di beberapa laga terakhirnya. Puncaknya,  adalah saat The Blues takluk dengan skor 3-0 oleh Juve di penyisihan  Grup E.Peluang sang jawara bertahan Liga Champions musim lalu  itu menuju babak knock out memang menjadi sulit setelah kalah di  Juventus Stadium, kemarin. Tak ingin tren negatif terus berlanjut,  manajemen The Blues pun memilih melengserkan Di Matteo.Melihat  kondisi tersebut, Conte mengaku prihatin. Terlebih, timnya lah yang  mengalahkan Chelsea, namun pelatih yang tengah menjalani hukuman ini  mengaku tak heran dengan keputusan manajemen The Blues.&amp;ldquo;Maaf untuk Di Matteo, saya cukup prihatin dengan apa yang dialami oleh teman saya, Roberto,&amp;rdquo; ujar Conte, seperti dilansir La Gazzetta del Mezzogiorno.&amp;ldquo;Pada  musim lalu, ia telah mengalami momen yang sangat luar biasa dengan  memenangkan Liga Champiosn. Sayangnya, dalam dunia sepakbola tak ada  kata menunggu,&amp;rdquo; sambungnya.Terlepas dari keputusan Chelsea akan  pemecatan tersebut, Conte mengaku senang dengan performa dari para  pasukannya. Ia menulai I Bianconeri sudah lepas dari gaya permainan  bertahan ala Italia.&quot;Kami menampilkan gaya sepak bola yang telah  diperagakan satu tahun terakhir. Kami tak bermain dengan gaya  tradisional Italia dan pertandingan tadi malam jadi bukti,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
