<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Schuster: Mou Anak Tirikan Lulusan Akademi Castilla</title><description>Sukses mengantar Real Madrid meraih kemenangan 4-1 atas Alcoyano pada leg pertama babak 32 besar Copa del Rey, tak serta merta memuluskan karier Jose Mourinho. Pelatih berkebangsaan Portugal itu kini justru menuai sejumlah kritik.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/11/01/46/712401/schuster-mou-anak-tirikan-lulusan-akademi-castilla</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/11/01/46/712401/schuster-mou-anak-tirikan-lulusan-akademi-castilla"/><item><title>Schuster: Mou Anak Tirikan Lulusan Akademi Castilla</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/11/01/46/712401/schuster-mou-anak-tirikan-lulusan-akademi-castilla</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/11/01/46/712401/schuster-mou-anak-tirikan-lulusan-akademi-castilla</guid><pubDate>Kamis 01 November 2012 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rintani Mundari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/11/01/46/712401/B4afFcQxTf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jose Mourinho. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/11/01/46/712401/B4afFcQxTf.jpg</image><title>Jose Mourinho. (Foto: Reuters)</title></images><description>BERLIN &amp;ndash; Sukses mengantar Real Madrid meraih kemenangan 4-1 atas klub Divisi Segunda, Alcoyano pada leg pertama babak 32 besar Copa del Rey, Kamis (1/11/2012) dini hari tadi WIB, tak serta merta memuluskan karier Jose Mourinho. Pelatih berkebangsaan Portugal itu kini justru menuai sejumlah kritik.
&amp;nbsp;
Ya, Mourinho dituding enggan mempromosikan atau dengan kata lain mengesampingkan pemain binaan akademi Real Madrid Castilla. Sebagai contoh, Los Blancos yang kini dilanda krisis pemain belakang (&amp;Aacute;lvaro Arbeloa, Marcelo dan F&amp;aacute;bio Coentr&amp;atilde;o), lebih memilih Michael Essien untuk menutup lubang di barisan pertahanan ketimbang menurunkan defensor muda, Nacho Iglesias atau Jorge Casado.
&amp;nbsp;
Fakta tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai bentuk ketidakpercayaan pelatih yang melabeli dirinya sebagai &amp;ldquo;The Only One&amp;rdquo; itu akan darah muda Madrid. Namun, Mourinho yang mengarsiteki Madrid sejak musim 2010 lalu itu menepis anggapan tersebut dengan mengatakan bahwa ia ingin ada keseimbangan antara tim utama dengan pemain binaan akademi.
&amp;nbsp;
Mantan entrenador Madrid, Bernd Schuster tak sepaham dengan anggapan Mourinho. &amp;ldquo;Dia (Mourinho) telah melakukan tugasnya dengan lebih sedikit memanfaatkan pemain akademi. Saya kira dia takkan menambahkan pemain dari akademi lagi, dia tak tertarik!,&amp;rdquo; kata Schuster, seperti dilansir ABC Punto Radio.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dia hanya ingin menang. Dia sama sekali tak tertarik membawa masuk pemain akademi ke tim senior dan meraih sukses. Dia hanya mementingkan kesuksesan personal, meraih banyak gelar dalam jangka pendek. Berbeda dengan era saya!&amp;rdquo; tandas pelatih kelahiran 22 Desember, 52 tahun silam itu.</description><content:encoded>BERLIN &amp;ndash; Sukses mengantar Real Madrid meraih kemenangan 4-1 atas klub Divisi Segunda, Alcoyano pada leg pertama babak 32 besar Copa del Rey, Kamis (1/11/2012) dini hari tadi WIB, tak serta merta memuluskan karier Jose Mourinho. Pelatih berkebangsaan Portugal itu kini justru menuai sejumlah kritik.
&amp;nbsp;
Ya, Mourinho dituding enggan mempromosikan atau dengan kata lain mengesampingkan pemain binaan akademi Real Madrid Castilla. Sebagai contoh, Los Blancos yang kini dilanda krisis pemain belakang (&amp;Aacute;lvaro Arbeloa, Marcelo dan F&amp;aacute;bio Coentr&amp;atilde;o), lebih memilih Michael Essien untuk menutup lubang di barisan pertahanan ketimbang menurunkan defensor muda, Nacho Iglesias atau Jorge Casado.
&amp;nbsp;
Fakta tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai bentuk ketidakpercayaan pelatih yang melabeli dirinya sebagai &amp;ldquo;The Only One&amp;rdquo; itu akan darah muda Madrid. Namun, Mourinho yang mengarsiteki Madrid sejak musim 2010 lalu itu menepis anggapan tersebut dengan mengatakan bahwa ia ingin ada keseimbangan antara tim utama dengan pemain binaan akademi.
&amp;nbsp;
Mantan entrenador Madrid, Bernd Schuster tak sepaham dengan anggapan Mourinho. &amp;ldquo;Dia (Mourinho) telah melakukan tugasnya dengan lebih sedikit memanfaatkan pemain akademi. Saya kira dia takkan menambahkan pemain dari akademi lagi, dia tak tertarik!,&amp;rdquo; kata Schuster, seperti dilansir ABC Punto Radio.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dia hanya ingin menang. Dia sama sekali tak tertarik membawa masuk pemain akademi ke tim senior dan meraih sukses. Dia hanya mementingkan kesuksesan personal, meraih banyak gelar dalam jangka pendek. Berbeda dengan era saya!&amp;rdquo; tandas pelatih kelahiran 22 Desember, 52 tahun silam itu.</content:encoded></item></channel></rss>
