<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Berharap Hanya Ada Satu Timnas&quot;</title><description>Kisruh timnas Indonesia masih saja membayangi gelandang anyar Persib  Bandung, Firman Utina. Pemanggilan ke timnas PSSI diakui Firman bukan  diputuskan oleh dirinya sendiri.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2012/10/28/51/710258/berharap-hanya-ada-satu-timnas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2012/10/28/51/710258/berharap-hanya-ada-satu-timnas"/><item><title>&quot;Berharap Hanya Ada Satu Timnas&quot;</title><link>https://bola.okezone.com/read/2012/10/28/51/710258/berharap-hanya-ada-satu-timnas</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2012/10/28/51/710258/berharap-hanya-ada-satu-timnas</guid><pubDate>Minggu 28 Oktober 2012 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Iman Herdiana</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Kisruh timnas Indonesia masih saja membayangi gelandang anyar Persib Bandung, Firman Utina. Pemanggilan ke timnas PSSI diakui Firman bukan diputuskan oleh dirinya sendiri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua itu tergantung bagaimana klubnya. Kalau klub mengizinkan, kita berangkat,&amp;rdquo; ungkap Firman, Minggu (28/10).
&amp;nbsp;
Menurutnya, jika pada akhirnya tak bisa membela timnas, bukan otomatis dirinya tak mempunyai rasa nasionalisme. &amp;ldquo;Tukang cukur saja punya (nasionalisme) apalagi kita sebagai pemain. Karena sebagai pemain sepakbola, titel paling tinggi adalah bermain di timnas,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Kisruh sepakbola tanah air tampaknya belum menemukan titik akhir. Menurut Firman, bukan kesalahan dirinya jika beberapa waktu lalu memperkuat tim Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
&amp;nbsp;
Menurutnya, dalam situasi kisruhnya sepakbola tanah air, pemain yang selalu menjadi korbannya .&amp;ldquo;Sebagai pemain kita yang selalu jadi korban. Jika saya ikut timnas tetapi di klub tidak mengijinkan, akan jadi bahan pikiran juga. Jadi, saya lebih baik di klub saya untuk fokus,&amp;rdquo; beber pemain asal Manado itu.
&amp;nbsp;
Pemain yang juga anggota Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) ini menyambut baik upaya agar PSSI dan KPSI untuk membela satu timnas segera terwujud. &amp;ldquo;
&amp;nbsp;
Kita tunggu, pak Djohar dan pak La Nyala untuk bersatu. Kita ingin damai. Sebagai pemain saya berharap ada titik terang untuk membentuk satu timnas,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Kisruh timnas Indonesia masih saja membayangi gelandang anyar Persib Bandung, Firman Utina. Pemanggilan ke timnas PSSI diakui Firman bukan diputuskan oleh dirinya sendiri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua itu tergantung bagaimana klubnya. Kalau klub mengizinkan, kita berangkat,&amp;rdquo; ungkap Firman, Minggu (28/10).
&amp;nbsp;
Menurutnya, jika pada akhirnya tak bisa membela timnas, bukan otomatis dirinya tak mempunyai rasa nasionalisme. &amp;ldquo;Tukang cukur saja punya (nasionalisme) apalagi kita sebagai pemain. Karena sebagai pemain sepakbola, titel paling tinggi adalah bermain di timnas,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;
Kisruh sepakbola tanah air tampaknya belum menemukan titik akhir. Menurut Firman, bukan kesalahan dirinya jika beberapa waktu lalu memperkuat tim Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).
&amp;nbsp;
Menurutnya, dalam situasi kisruhnya sepakbola tanah air, pemain yang selalu menjadi korbannya .&amp;ldquo;Sebagai pemain kita yang selalu jadi korban. Jika saya ikut timnas tetapi di klub tidak mengijinkan, akan jadi bahan pikiran juga. Jadi, saya lebih baik di klub saya untuk fokus,&amp;rdquo; beber pemain asal Manado itu.
&amp;nbsp;
Pemain yang juga anggota Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) ini menyambut baik upaya agar PSSI dan KPSI untuk membela satu timnas segera terwujud. &amp;ldquo;
&amp;nbsp;
Kita tunggu, pak Djohar dan pak La Nyala untuk bersatu. Kita ingin damai. Sebagai pemain saya berharap ada titik terang untuk membentuk satu timnas,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
